Pesan BlockBeats, 8 April, menurut laporan Decrypt, Departemen Kehakiman AS (DOJ) pada hari Selasa menyampaikan penolakan yang tegas terhadap alasan terbaru yang diajukan oleh pendiri bersama protokol pencampur (mixing) Tornado Cash, Roman Storm, untuk membatalkan tuntutan pidana. DOJ menyatakan bahwa putusan terbaru Mahkamah Agung tidak ada kaitannya dengan kasus ini dan tidak seharusnya dijadikan alasan untuk menghentikan perkara.
Pengacara Storm sebelumnya mengajukan kepada pengadilan bahwa ia berencana menggunakan putusan Mahkamah Agung yang baru (terkait perkara perdata pelanggaran hak cipta) untuk mendukung mosi pembatalan. Namun, jaksa penuntut AS dalam surat kepada hakim federal menyebutkan bahwa putusan tersebut menangani situasi dan industri yang sepenuhnya berbeda dengan dakwaan pidana saat ini, sehingga tidak seharusnya memengaruhi penanganan perkara ini.
Perang hukum ini mencerminkan sikap yang kontradiktif dari pemerintahan Trump dalam menyikapi sektor kripto: di satu sisi, pemerintah AS menunjukkan kecenderungan kebijakan yang relatif mendukung kripto, tetapi di sisi lain masih tetap berupaya menuntut tanggung jawab pidana terhadap sebagian pengembang proyek kripto. Berdasarkan situasi saat ini, Storm masih mungkin menghadapi sidang ulang, dan kasus ini berpotensi kembali masuk tahap persidangan di pengadilan.