Pasar cryptocurrency di Vietnam menyaksikan gelombang KOLs (influencer) yang menggunakan ketenaran mereka untuk menarik investasi, namun konsekuensi yang ditinggalkan tidak sedikit tragedi.
TikToker Happi Mommi (N.N.A, SN 1995), yang pernah terkenal dengan gambar ibu muda yang menginspirasi, sekarang dituduh melakukan penipuan setelah mengajak ratusan orang untuk menginvestasikan uang mereka ke dalam proyek CSCJ. Proyek "ilusi" ini lenyap, meninggalkan investor tanpa uang, sementara Happi Mommi secara diam-diam menarik diri dan kemudian muncul kembali seolah tidak terjadi apa-apa.
Tidak hanya Happi Mommi, streamer ViruSs – tokoh terkenal dalam gaming dan keuangan – juga pernah mempromosikan Zuki Moba, sebuah proyek GameFi "main untuk mendapatkan uang". Keterlibatan ViruSs menarik sejumlah besar modal, tetapi ketika pasar cryptocurrency anjlok, koin Zuki Moba kehilangan hampir seluruh nilainya, proyek tersebut juga "hilang", mengakibatkan kerugian miliaran rupiah bagi para investor.
Menurut para ahli, trik banyak KOL biasanya dimulai dengan membangun kepercayaan melalui citra pribadi, lalu menggambarkan prospek keuntungan yang menarik dari mata uang kripto.
Beberapa benar-benar berinvestasi atau berada di belakang proyek, tetapi banyak orang hanya menerima imbalan untuk mempromosikan tanpa memahami esensinya dengan jelas. Untuk menghindari risiko hukum, mereka dengan cerdik menghindari frasa "mengajak investasi", diganti dengan berbagi pengalaman atau menekankan "keputusan ada di tangan Anda".
Meskipun demikian, pengaruh mereka mudah memengaruhi psikologi FOMO (takut kehilangan), membuat investor terjun tanpa mempertimbangkan konsekuensinya.
Di seluruh dunia, fenomena ini bukanlah hal baru. Di Vietnam, ini meninggalkan pelajaran berharga: reputasi KOLs bisa menjadi perangkap berbahaya di pasar cryptocurrency yang penuh gejolak.
Konten ini hanya untuk referensi, bukan ajakan atau tawaran. Tidak ada nasihat investasi, pajak, atau hukum yang diberikan. Lihat Penafian untuk pengungkapan risiko lebih lanjut.
Hancur Saat Berinvestasi Dalam Uang Kripto Menurut Orang Terkenal
Pasar cryptocurrency di Vietnam menyaksikan gelombang KOLs (influencer) yang menggunakan ketenaran mereka untuk menarik investasi, namun konsekuensi yang ditinggalkan tidak sedikit tragedi. TikToker Happi Mommi (N.N.A, SN 1995), yang pernah terkenal dengan gambar ibu muda yang menginspirasi, sekarang dituduh melakukan penipuan setelah mengajak ratusan orang untuk menginvestasikan uang mereka ke dalam proyek CSCJ. Proyek "ilusi" ini lenyap, meninggalkan investor tanpa uang, sementara Happi Mommi secara diam-diam menarik diri dan kemudian muncul kembali seolah tidak terjadi apa-apa. Tidak hanya Happi Mommi, streamer ViruSs – tokoh terkenal dalam gaming dan keuangan – juga pernah mempromosikan Zuki Moba, sebuah proyek GameFi "main untuk mendapatkan uang". Keterlibatan ViruSs menarik sejumlah besar modal, tetapi ketika pasar cryptocurrency anjlok, koin Zuki Moba kehilangan hampir seluruh nilainya, proyek tersebut juga "hilang", mengakibatkan kerugian miliaran rupiah bagi para investor. Menurut para ahli, trik banyak KOL biasanya dimulai dengan membangun kepercayaan melalui citra pribadi, lalu menggambarkan prospek keuntungan yang menarik dari mata uang kripto. Beberapa benar-benar berinvestasi atau berada di belakang proyek, tetapi banyak orang hanya menerima imbalan untuk mempromosikan tanpa memahami esensinya dengan jelas. Untuk menghindari risiko hukum, mereka dengan cerdik menghindari frasa "mengajak investasi", diganti dengan berbagi pengalaman atau menekankan "keputusan ada di tangan Anda". Meskipun demikian, pengaruh mereka mudah memengaruhi psikologi FOMO (takut kehilangan), membuat investor terjun tanpa mempertimbangkan konsekuensinya. Di seluruh dunia, fenomena ini bukanlah hal baru. Di Vietnam, ini meninggalkan pelajaran berharga: reputasi KOLs bisa menjadi perangkap berbahaya di pasar cryptocurrency yang penuh gejolak.