Banyak orang percaya pada aturan satu jam sebanyak 10.000 jam, tetapi pernyataan ini sebenarnya memiliki jebakan dalam trading. Yang benar-benar penting bukanlah akumulasi waktu, melainkan tingkat iterasi.
Mengulang-ulang logika mati yang sama, satuan waktu 10.000 jam hanya akan memperdalam kesalahan. Perbedaan utama antara trader top dan lainnya justru sebaliknya—mereka memiliki sikap yang sama sekali berbeda terhadap kerugian. Setiap kerugian mereka anggap sebagai umpan balik data, peluang untuk melakukan penyempurnaan sistem, bukan sekadar kegagalan.
Di situlah letak perbedaannya. Trader biasa takut rugi, sehingga berhenti di tempat; trader hebat memanfaatkan informasi dari kerugian, dengan cepat mengiterasi strategi, model pengendalian risiko, dan pembangunan mental. Siapa yang belajar lebih cepat dan berevolusi lebih menyeluruh, dia yang akan bertahan dan menghasilkan uang. Waktu bukanlah yang paling langka, tetapi kecepatan iterasi-lah yang utama.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
11 Suka
Hadiah
11
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
CommunityLurker
· 5jam yang lalu
Benar sekali, konsep satu jam seribu jam sebenarnya adalah jebakan. Saya pernah melihat seseorang bertahan selama lima tahun dengan satu strategi, tetap saja rugi. Intinya adalah seberapa cepat umpan balik berlangsung, sekali rugi harus segera dipikirkan sesuatu.
Lihat AsliBalas0
MetaverseVagabond
· 17jam yang lalu
Aturan sepuluh ribu jam ini sudah ketinggalan zaman, yang penting adalah apa yang bisa dipelajari dari kerugian.
Lihat AsliBalas0
BlockchainWorker
· 17jam yang lalu
10.000 jam semuanya omong kosong, yang penting adalah seberapa cepat frekuensi iterasi
Lihat AsliBalas0
DegenTherapist
· 17jam yang lalu
Aturan sepuluh ribu jam memang mudah menipu, kunci utamanya tetap pada bagaimana melakukan iterasi
Yang paling dalam lubangnya adalah trader yang menggunakan satu tahun seperti sepuluh tahun, dan sepuluh tahun masih mengulangi kesalahan yang sama
Banyak orang percaya pada aturan satu jam sebanyak 10.000 jam, tetapi pernyataan ini sebenarnya memiliki jebakan dalam trading. Yang benar-benar penting bukanlah akumulasi waktu, melainkan tingkat iterasi.
Mengulang-ulang logika mati yang sama, satuan waktu 10.000 jam hanya akan memperdalam kesalahan. Perbedaan utama antara trader top dan lainnya justru sebaliknya—mereka memiliki sikap yang sama sekali berbeda terhadap kerugian. Setiap kerugian mereka anggap sebagai umpan balik data, peluang untuk melakukan penyempurnaan sistem, bukan sekadar kegagalan.
Di situlah letak perbedaannya. Trader biasa takut rugi, sehingga berhenti di tempat; trader hebat memanfaatkan informasi dari kerugian, dengan cepat mengiterasi strategi, model pengendalian risiko, dan pembangunan mental. Siapa yang belajar lebih cepat dan berevolusi lebih menyeluruh, dia yang akan bertahan dan menghasilkan uang. Waktu bukanlah yang paling langka, tetapi kecepatan iterasi-lah yang utama.