Anda harus tahu: apa itu permintaan dan penawaran, dan bagaimana menggunakannya untuk menganalisis pasar

Mengenai harga yang naik turun di pasar. Itu bukan disebabkan oleh migrasi pengontrol, tetapi oleh dua kekuatan yang selalu bentrok: mereka yang ingin membeli dan mereka yang ingin menjual. Persyaratan (Permintaan) dengan ketersediaan (Pasokan) Ini adalah mekanisme dasar yang mendorong harga semua aset. Dari beras Pada artikel ini, kita akan memahaminya.Apa itu penawaran dan permintaan? Dan bagaimana investor dapat menggunakannya untuk memilih waktu perdagangan mereka?

Infrastruktur: Permintaan (Permintaan) Apa itu?

PermintaanBayangkan, jika harganya turun, kamu akan lebih menyukainya, bukan? Saat harga turun. Jumlah orang yang ingin membeli meningkat. Ini adalahHukum Permintaan: Harga rendah = peningkatan permintaan, harga tinggi = penurunan permintaan

Karena ada 2 faktor yang bekerja:

Hasil Pendapatan (Efek Pendapatan): Ketika harga turun, Anda melihat bahwa uang Anda lebih berharga. (Berpikir, “Ada lebih banyak uang yang tersisa daripada yang saya kira.”) Oleh karena itu, mereka bersedia membeli lebih banyak.

Efek Substitusi (Efek Substitusi): Harga produk ini menurun, tetapi produk lain tidak menurun.

Selain harga, permintaan juga tergantung: kekayaan pembeli, selera konsumsi, jumlah pembeli. Prediksi harga di masa depan, dan bahkan situasi musiman atau ekonomi juga bermain.

Pasokan (Pasokan): Sisi lain dari persamaan

PasokanIni adalah jumlah penjual yang tersedia untuk dijual dengan harga yang berbeda.Hukum Pasokan Berlawanan dengan permintaan: harga tinggi = penjual bersedia menjual lebih banyak, harga rendah = penjual secara pasif atau tidak menjual.

Mengapa? Misalnya, jika Anda seorang petani dan harga beras naik, Anda akan menyimpan lebih banyak beras untuk menunggu harga yang lebih baik.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pasokan meliputi: biaya produksi; Jumlah pesaing di pasar, tingkat teknologi Prediksi tentang harga di masa depan Situasi alam, kebijakan perpajakan, dan akses ke modal

Keseimbangan (Kesetimbangan): Titik di mana harga terjadi.

Penawaran dan permintaan Sendiri tidak bisa mengatakan harganya. Harga sebenarnya di pasar adalah pada Kesetimbangan - Titik di mana garis permintaan dan penawaran berpotongan.

Pada titik ini, apa yang terjadi?

  • Kuantitas yang ingin dibeli pembeli sama dengan jumlah yang ingin dijual penjual.
  • Harga dan volume cenderung tetap tidak berubah. (Sampai faktor lain masuk.)

Bagaimana jika harga naik dari kesetimbangan? Penjual punya uang. (menghasilkan lebih banyak) Tetapi pembeli mengurangi volume yang dibutuhkan. (Terlalu mahal) Surplus → Stok Tersisa → Penjual Harus Menurunkan Harga → Kembali Ke Keseimbangan

Bagaimana jika harga turun dari kesetimbangan? Pembeli ingin membeli lebih banyak. (Terlalu murah) Tapi penjualnya tidak malu. Mereka tidak ingin menjual dengan harga murah, ada kekurangan → ada kekurangan produk, → pembeli ingin membayar lebih → untuk kembali ke keseimbangan.

Ini adalah “tangan tak terlihat”. (Tangan Tak Terlihat) pasar.

Pasar Keuangan: Bagaimana Cara Kerja Penawaran dan Permintaan?

Di pasar saham dan mata uang, penawaran dan permintaan masih bekerja sama, tetapi dengan interpretasinya:

Permintaan di pasar keuangan Dari:

  • Faktor makro: Pertumbuhan ekonomi, suku bunga, inflasi (Suku bunga rendah → Orang mencari pengembalian di pasar saham. → Permintaan meningkat)
  • Likuiditas: Jumlah uang beredar dalam sistem (Banyak uang = orang bersedia menginvestasikan risiko.)
  • Keyakinan: Prediksi tentang masa depan Informasi Berita Kinerja Perusahaan

Pasokan di pasar keuangan Dari:

  • IPO: Perusahaan baru masuk = stok baru masuk ke pasar = pasokan meningkat.
  • Kebijakan Perusahaan: Pembelian kembali saham (Kurangi pasokan) vs Peningkatan Modal (Tingkatkan Pasokan)
  • Peraturan: Ketentuan penjualan saham pemegang saham utama (Periode Diam)

Faktor-faktor ini tidak bekerja sendiri. Seringkali Kondisi ekonomi yang baik membuat perusahaan ingin memasuki pasar →, menarik lebih banyak permintaan → dan juga menciptakan pasokan baru.

Menggunakan Penawaran dan Permintaan untuk Menganalisis Stok

Dalam bidang ekonomi (Analisis Fundamental)

Nilai intrinsik vs harga: Seringkali, investor menggunakan penawaran dan permintaan untuk memperkirakan nilai wajar suatu saham.

Ketika ada informasi yang baik tentang perusahaan. (Misalnya, kinerja yang baik, pertumbuhan yang tinggi.) Permintaan meningkat → pembeli bersedia membayar harga yang lebih tinggi → penjual secara bertahap mengurangi volume penjualan → harga naik

Sebaliknya. Ketika data buruk → permintaan menurun → pembeli menunda pembelian → penjual ingin menjual lebih banyak tetapi harga → harga terus turun.

Teknis (Analisis Teknis)

Pedagang menggunakan alat yang berbeda untuk membaca sinyal penawaran dan permintaan:

1) Aksi Harga - Candlestick (Lilin)

  • Hijau (Harga penutupan > harga pembukaan) = Permintaan yang menang = Pembelian yang kuat = Harga harus terus naik
  • Merah (Harga Penutupan < ราคาเปิด) = Pasokan Menang = Jual yang kuat = harga harus terus turun.
  • Doji (Buka ≈ tutup) = Perang = Masih Tidak Diketahui Siapa yang Menang = Harga Dapat Bertahan Lebih Dulu

2) Analisis Tren - Tren

  • Jika harga terus mencapai level tertinggi baru, → masih ada permintaan. → Tren naik berlanjut.
  • Jika harga terus membuat posisi terendah baru, → akan terus memasok tren turun →.
  • Jika harga berayun di braket →, itu adalah seri. → masih belum jelas.

3) Support & Resistance

  • Dukungan (Dukungan): Di mana ada pembeli yang menunggu untuk membeli. (Permintaan ada di sana.) → Jika harga turun, mungkin ada lonjakan.
  • Perlawanan (Perlawanan): Tempat di mana penjual menunggu. (Pasokan adalah) → Jika harga masuk, mungkin terhambat.

Zona Penawaran Permintaan: Teknik perdagangan saat harga tidak seimbang

Pedagang modern menggunakan teknik. Zona Penawaran Permintaan (DSZ) Dalam menangkap momen ketika harga tidak seimbang dan menyeimbangkan kembali.

Harga tidak seimbang, akan ada lari. (Reli) atau pipa ledeng. (jatuhkan) Sampai daya habis dan gaya sebaliknya masuk. Harga kembali berayun di kisaran yang tidak aktif. (Dasar) Sambil menunggu faktor baru.

Pola yang dicari pedagang

1) Reli Basis Penurunan Zona Permintaan (DBR) - Pembalikan bullish Rumus: Ada terlalu banyak penjual → harganya anjlok → tidak aktif dalam bingkai. (Dasar) → Data yang baik datang → pembeli kembali untuk memenangkan penurunan harga → dari bingkai → Rally!

Trader membeli pada titik breakout dan menetapkan stop loss di bagian bawah bingkai.

2) Zona Pasokan Rally Base Drop (RBD) - Pembalikan bearish Rumus: Ada terlalu banyak pembeli → harga naik → ada jeda dalam bingkai →, data buruk masuk → penjual kembali untuk menang, → harga turun dari bingkai → Drop!

Trader menjual pada titik breakout dengan menempatkan stop loss di bagian atas frame.

Pola Berkelanjutan (Kelanjutan)

Tidak setiap kali pembalikan harga, ada juga pola yang diminati. (atau pasokan) Tetap Kuat:

Reli Basis Reli (RBR): Harga naik →, beristirahat →, terus naik. (Permintaan masih kuat.)

Drop Base Drop (DBD): Harga anjlok →, beristirahat → terus anjlok. (Pasokannya juga solid.)

Pedagang lanjutan memasuki penembusan bingkai dan mengikuti tren yang sama.

Coba Gunakan: Contoh Studi Kasus

Bayangkan saham yang berada dalam tren naik yang jelas. Harganya baru saja membuat ATH. (Harga tertinggi yang pernah ada) Kemudian ada koreksi turun 15%. (Dasar) Pada area harga yang relatif rendah. (Area Dukungan)

Ketika Anda melihat lilin hijau besar masuk + volume tinggi + harga naik dari bingkai = tanda bahwa permintaan kuat, orang-orang berkumpul lagi. (Pola RBR)

Trader memiliki alasan untuk membeli di → breakout, memungkinkan kuda untuk berlari → menutup keuntungan di area ATH atau sekitarnya.

Sebaliknya. Jika Anda melihat lilin merah besar + volume tinggi + harga turun dari bingkai, mungkin DBD = pasokan masih kuat → bearish terus → menjual.

Apa yang Harus Dipahami

Apa itu penawaran dan permintaan?Bukan hanya istilah ekonomi, tetapiPemahaman Kritis Ini akan membantu Anda melihat mengapa harga naik dan turun. Mengapa terkadang naik begitu cepat? Terkadang berayun secara pasif.

Investor yang memahami konsep ini tidak akan mengambil keputusan berdasarkan emosi atau membuang-buang uang untuk FOMO.

  • Jika permintaan kuat. (Shin tidak melihat kerugian saham karena semua orang ingin membelinya.) Mungkin telah menyerang = berhati-hati.
  • Jika pasokannya ketat. (Shin tidak ada yang mau membelinya.) Mungkin terlalu banyak = harus menunggu.
  • Jika itu adalah titik keseimbangan. (Tidak jelas.) = Jangan terobsesi dengan Tum Tiao

Mempelajari ini tidaklah sulit. Teruslah melihat pola harga dan temukan momen ketika penawaran dan permintaan tidak seimbang.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • بالعربية
  • Português (Brasil)
  • 简体中文
  • English
  • Español
  • Français (Afrique)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • Português (Portugal)
  • Русский
  • 繁體中文
  • Українська
  • Tiếng Việt