Di jaringan Sui ada sebuah proyek bernama Walrus, yang khusus mengerjakan penyimpanan terdesentralisasi. Singkatnya, ini adalah upaya untuk mengisi kekosongan Sui dalam hal penyimpanan data AI. Yang paling menarik adalah token asli-nya, WAL, yang secara resmi menjadi penghubung seluruh ekosistem.
Pertama, mari kita lihat dari segi teknologi. Walrus menggunakan teknologi pengkodean RedStuff, yang jujur saja cukup hebat—langsung mengompresi data pelatihan AI, metadata NFT, dan hal besar lainnya, sambil tetap menjaga integritas data. Dengan ini, biaya penyimpanan bisa dipangkas lebih dari 60%, dan kecepatan baca tulis menjadi 3 kali lebih cepat. Dibandingkan dengan proyek lama seperti IPFS, Walrus jelas lebih memahami kebutuhan penyimpanan data AI di era Web3.
Selanjutnya, mari kita bahas token WAL. Dari segi desain, token ini mengikuti model pasokan tetap + deflasi, di mana staking node juga harus dihancurkan, sehingga dari sumbernya sudah menjamin kelangkaan. Pemegang WAL memiliki dua peran: pertama, ikut dalam pengambilan keputusan tata kelola ekosistem melalui voting, menentukan tarif penyimpanan dan peningkatan node; kedua, dapat melakukan staking untuk menjadi node penyimpanan, berbagi hasil pendapatan penyimpanan seluruh jaringan. Singkatnya, WAL adalah hak pengelolaan sekaligus bukti pendapatan, bukan sekadar token transaksi.
Ke depan, jika ekosistem Sui terus berkembang dan kebutuhan penyimpanan data AI melonjak, peluang Walrus akan semakin luas. Nilai WAL akan meningkat seiring dengan penerapan aplikasi ekosistem. Bagi investor dan pengembang, ini adalah arah yang patut diperhatikan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
11 Suka
Hadiah
11
8
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
down_only_larry
· 01-09 08:27
Walrus memang menarik, tetapi saya lebih peduli apakah WAL benar-benar bisa bangkit, hanya memiliki mekanisme deflasi saja tidak cukup
Lihat AsliBalas0
ProtocolRebel
· 01-09 04:33
Pengurangan biaya sebesar 60%? Angka ini terdengar menyenangkan, tetapi apakah kebutuhan penyimpanan yang sebenarnya sudah meningkat? Rasanya masih harus menunggu validasi ekosistem
Lihat AsliBalas0
MergeConflict
· 01-07 23:07
Eh, kode RedStuff ini cukup keren, benar-benar bisa menghemat biaya sebanyak ini?
Lihat AsliBalas0
WalletWhisperer
· 01-06 12:58
Pengkodean Redstuff memang terdengar cukup bagus, tapi benar-benar akan 3 kali lebih cepat dari ipfs? Agak berlebihan, ya. Sudah pernah dicoba langsung belum?
Lihat AsliBalas0
GasWaster69
· 01-06 12:58
Tunggu dulu, RedStuff mengompresi 60%? Apakah angka ini benar-benar, tunjukkan data pengujian nyata kepada saya
Lihat AsliBalas0
MidnightSnapHunter
· 01-06 12:47
Biaya penyimpanan turun 60%? Kecepatan baca/tulis 3 kali lipat? Bagaimana cara memverifikasi data ini, rasanya agak berlebihan.
Lihat AsliBalas0
GovernancePretender
· 01-06 12:39
Aduh, kode RedStuff kali ini benar-benar hebat, biaya penyimpanan langsung dipangkas 60%, betapa menyenangkannya!
Lihat AsliBalas0
All-InQueen
· 01-06 12:37
Teknologi kompresi RedStuff benar-benar hebat, tetapi apakah WAL bisa bertahan sampai hari ledakan ekosistem tergantung pada sikap Sui
Di jaringan Sui ada sebuah proyek bernama Walrus, yang khusus mengerjakan penyimpanan terdesentralisasi. Singkatnya, ini adalah upaya untuk mengisi kekosongan Sui dalam hal penyimpanan data AI. Yang paling menarik adalah token asli-nya, WAL, yang secara resmi menjadi penghubung seluruh ekosistem.
Pertama, mari kita lihat dari segi teknologi. Walrus menggunakan teknologi pengkodean RedStuff, yang jujur saja cukup hebat—langsung mengompresi data pelatihan AI, metadata NFT, dan hal besar lainnya, sambil tetap menjaga integritas data. Dengan ini, biaya penyimpanan bisa dipangkas lebih dari 60%, dan kecepatan baca tulis menjadi 3 kali lebih cepat. Dibandingkan dengan proyek lama seperti IPFS, Walrus jelas lebih memahami kebutuhan penyimpanan data AI di era Web3.
Selanjutnya, mari kita bahas token WAL. Dari segi desain, token ini mengikuti model pasokan tetap + deflasi, di mana staking node juga harus dihancurkan, sehingga dari sumbernya sudah menjamin kelangkaan. Pemegang WAL memiliki dua peran: pertama, ikut dalam pengambilan keputusan tata kelola ekosistem melalui voting, menentukan tarif penyimpanan dan peningkatan node; kedua, dapat melakukan staking untuk menjadi node penyimpanan, berbagi hasil pendapatan penyimpanan seluruh jaringan. Singkatnya, WAL adalah hak pengelolaan sekaligus bukti pendapatan, bukan sekadar token transaksi.
Ke depan, jika ekosistem Sui terus berkembang dan kebutuhan penyimpanan data AI melonjak, peluang Walrus akan semakin luas. Nilai WAL akan meningkat seiring dengan penerapan aplikasi ekosistem. Bagi investor dan pengembang, ini adalah arah yang patut diperhatikan.