Teori Degrowth terjebak dalam perangkap pemikiran klasik: asumsi dan kesimpulan saling bertukar tempat, akhirnya berkembang menjadi sebuah lingkaran tertutup yang konsisten.
Pertama adalah dislokasi spesifik dan kepastian palsu — visi yang kita bangun sering kali menggantung di atas jurang aksioma yang tak dapat dijelajahi. Kerangka teori yang tampaknya mendalam ini, sebenarnya kekurangan dasar yang kokoh.
Asumsi perlahan-lahan berubah menjadi kesimpulan, dan kesimpulan kemudian berkembang menjadi rencana aksi. Ketika Anda bangun dari demam pemikiran ini, semua hal yang dulu diyakini tanpa ragu akan menghilang begitu saja. Bahaya dari argumen siklus ini adalah: kita salah menganggap imajinasi sebagai kenyataan, dan harapan sebagai fakta.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
19 Suka
Hadiah
19
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
TokenAlchemist
· 01-11 21:36
ngl, ini hanya penalaran sirkular dengan langkah tambahan... melihat pola yang sama pada protokol defi yang gagal mencoba membenarkan tokenomics yang tidak berkelanjutan. aksioma yang dibangun di atas aksioma, tanpa dasar empiris.
Lihat AsliBalas0
GasGuzzler
· 01-11 04:33
Eh, argumen ini sendiri juga berputar... orang yang menuduh argumen circular justru menulis argumen circular
Lihat AsliBalas0
MelonField
· 01-09 08:50
Sekali lagi sebuah pesta teori yang memanjakan diri sendiri, membungkus imajinasi menjadi kebenaran dan menjualnya kepada orang-orang...
Lihat AsliBalas0
FlashLoanLarry
· 01-09 08:49
lol tesis degrowth terdengar seperti perangkap likuiditas yang disamarkan sebagai filsafat moral. penalaran sirkular sudah maksimal. pernah melihat pola ini sebelumnya dalam tata kelola protokol yang gagal — aksioma menjadi hukum menjadi dogma, tidak ada yang mempertanyakan dasar lagi. energi yang sama seperti "kita harus mengurangi untuk tumbuh" tanpa memodelkan biaya peluang yang sebenarnya. beri tahu saya bagaimana Anda mengekstrak nilai dari ekonomi degrowth tho
Lihat AsliBalas0
DegenRecoveryGroup
· 01-09 08:41
Ngomong-ngomong, teori degrowth itu bukankah hanya menganggap asumsi sendiri sebagai kebenaran? Premis diubah menjadi kesimpulan, kesimpulan menjadi tindakan, berputar-putar tetap pada argumen yang sama, tipikal keasyikan diri sendiri.
Lihat AsliBalas0
PaperHandSister
· 01-09 08:41
Haha, ini lagi-lagi logika yang sama. Teori degrowth itu sudah saya bosan sejak lama, cuma menipu diri sendiri saja.
Lubang yang kita gali sendiri yang kita isi sendiri. Siklus argumentasi ini sudah sering kita lihat di dunia kripto. Keyakinan vs kenyataan, selamanya tidak bisa dipatahkan.
Eksperimen pemikiran seperti ini apa arti praktisnya bagi kenyataan? Lagi pula, hanya imajinasi yang dijadikan makan.
Lihat AsliBalas0
AirdropHarvester
· 01-09 08:25
Sejujurnya, teori ini hanyalah permainan keangkuhan diri sendiri, menganggap premis sebagai kesimpulan, kesimpulan sebagai fakta, berputar-putar akhirnya tidak ada yang mendapatkan uang.
Teori Degrowth terjebak dalam perangkap pemikiran klasik: asumsi dan kesimpulan saling bertukar tempat, akhirnya berkembang menjadi sebuah lingkaran tertutup yang konsisten.
Pertama adalah dislokasi spesifik dan kepastian palsu — visi yang kita bangun sering kali menggantung di atas jurang aksioma yang tak dapat dijelajahi. Kerangka teori yang tampaknya mendalam ini, sebenarnya kekurangan dasar yang kokoh.
Asumsi perlahan-lahan berubah menjadi kesimpulan, dan kesimpulan kemudian berkembang menjadi rencana aksi. Ketika Anda bangun dari demam pemikiran ini, semua hal yang dulu diyakini tanpa ragu akan menghilang begitu saja. Bahaya dari argumen siklus ini adalah: kita salah menganggap imajinasi sebagai kenyataan, dan harapan sebagai fakta.