Saya baru saja melihat sebuah studi menarik, sebuah lembaga pengelola aset terkemuka merilis prediksi harga jangka panjang Bitcoin, dengan tiga skenario berbeda yang disusun.
Dalam skenario dasar, Bitcoin diperkirakan akan mencapai 2,9 juta dolar AS pada tahun 2050, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk sekitar 15%. Prediksi ini didasarkan pada asumsi bahwa Bitcoin akan menguasai 5-10% dari volume perdagangan global, sekaligus menjadi aset cadangan di neraca bank sentral berbagai negara, dengan porsi mencapai 2,5%.
Bagaimana dengan skenario optimis yang lebih agresif? Jika tingkat penetrasi Bitcoin lebih tinggi—menguasai 20% dari perdagangan global dan 10% dari Produk Domestik Bruto—harga bisa melonjak hingga 53,4 juta dolar AS, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk langsung melipatgandakan menjadi 29%. Sebaliknya, skenario konservatif lebih berhati-hati, hanya memprediksi tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 2%, yang berarti harga sekitar 130.000 dolar AS.
Dari segi investasi, studi ini memberikan saran alokasi yang sangat praktis. Investor umum bisa mengalokasikan 1-3% dari portofolio mereka ke Bitcoin, dan jika mampu menanggung risiko lebih tinggi, bahkan bisa sampai 20%. Apa logika utamanya? Menganggap Bitcoin sebagai aset cadangan non-sovereign, yang mampu melindungi dari risiko depresiasi mata uang—terutama dalam konteks negara maju yang secara umum menghadapi tekanan utang pemerintah yang tinggi, sehingga atribut ini menjadi semakin menarik.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
16 Suka
Hadiah
16
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
TokenomicsDetective
· 01-12 05:42
2.9 juta hingga 53,4 juta, jaraknya cukup besar ya... Betapa teguhnya hati orang yang berharap Bank Sentral menerima.
Lihat AsliBalas0
GasFeeCrier
· 01-10 20:02
2,9 juta dolar AS? Angka ini juga berani dipublikasikan, apakah bank sentral benar-benar akan menanggungnya?
Lihat AsliBalas0
MetaDreamer
· 01-09 08:50
2.9 juta hingga 53,4 juta... jarak ini seperti spektrum, rasanya hanya teori belaka?
Lihat AsliBalas0
BtcDailyResearcher
· 01-09 08:37
2,9 juta dolar AS? Lebih dari lima puluh juta? Angka-angka ini terdengar tidak masuk akal tetapi juga tidak sepenuhnya tidak mungkin... Kuncinya tetap pada apakah bank sentral benar-benar dapat mengakui hal itu.
Lihat AsliBalas0
GasFeeTherapist
· 01-09 08:31
2,9 juta dolar AS, 53,4 juta dolar AS... terdengar cukup tidak masuk akal, tetapi kembali lagi, apakah bank sentral benar-benar akan menganggap BTC sebagai aset cadangan? Inilah yang sebenarnya penting
Lihat AsliBalas0
MemeCoinSavant
· 01-09 08:31
ok jadi mereka melakukan seluruh "tiga skenario" playbook lagi... distribusi copium semakin canggih lmao. 290M pada tahun 2050? itu benar-benar "angka naik" dibungkus dalam analisis regresi. kasus dasar mengasumsikan CBs hanya... mengadopsinya? tesis yang liar ngl
Saya baru saja melihat sebuah studi menarik, sebuah lembaga pengelola aset terkemuka merilis prediksi harga jangka panjang Bitcoin, dengan tiga skenario berbeda yang disusun.
Dalam skenario dasar, Bitcoin diperkirakan akan mencapai 2,9 juta dolar AS pada tahun 2050, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk sekitar 15%. Prediksi ini didasarkan pada asumsi bahwa Bitcoin akan menguasai 5-10% dari volume perdagangan global, sekaligus menjadi aset cadangan di neraca bank sentral berbagai negara, dengan porsi mencapai 2,5%.
Bagaimana dengan skenario optimis yang lebih agresif? Jika tingkat penetrasi Bitcoin lebih tinggi—menguasai 20% dari perdagangan global dan 10% dari Produk Domestik Bruto—harga bisa melonjak hingga 53,4 juta dolar AS, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk langsung melipatgandakan menjadi 29%. Sebaliknya, skenario konservatif lebih berhati-hati, hanya memprediksi tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 2%, yang berarti harga sekitar 130.000 dolar AS.
Dari segi investasi, studi ini memberikan saran alokasi yang sangat praktis. Investor umum bisa mengalokasikan 1-3% dari portofolio mereka ke Bitcoin, dan jika mampu menanggung risiko lebih tinggi, bahkan bisa sampai 20%. Apa logika utamanya? Menganggap Bitcoin sebagai aset cadangan non-sovereign, yang mampu melindungi dari risiko depresiasi mata uang—terutama dalam konteks negara maju yang secara umum menghadapi tekanan utang pemerintah yang tinggi, sehingga atribut ini menjadi semakin menarik.