Belakangan ini saya telah membaca banyak diskusi tentang dampak situasi Timur Tengah terhadap pasar keuangan, dan ingin membahas dua instrumen utama di dalamnya: perbedaan kinerja antara emas dan Bitcoin, yang sebenarnya layak diperhatikan oleh para trader.
**Emas: Pilihan utama untuk perlindungan, berbanding terbalik dengan risiko**
Begitu perang atau peristiwa geopolitik besar muncul, logika pengaturan dana di pasar keuangan tradisional menjadi sangat jelas—berlindung ke emas. Seberapa besar korelasi emas dengan konflik? Selama konflik Israel dan Palestina pada tahun 2025, harga emas sempat mencapai level tertinggi sejarah di atas $3.400. Alasannya sangat sederhana: emas didukung oleh fisik, bank sentral dari berbagai negara mengandalkannya, dan investor konservatif merasa tenang. Volatilitasnya relatif tenang, memang merupakan "rumah aman" saat risiko datang.
**Bitcoin: Dijuluki "emas digital", tapi perilakunya berbeda**
$BTC mengklaim dirinya sebagai emas digital, tetapi saat risiko muncul, justru kehilangan performa. Berita perang keluar, kepanikan jual saham langsung mempengaruhi pasar kripto. Kenapa? Karena posisi leverage tinggi akan memicu likuidasi berantai, dan saat investor buru-buru mengubah ke kas, Bitcoin yang diperdagangkan 24 jam menjadi jalan keluar tercepat. Data historis menunjukkan bahwa setelah munculnya berita konflik, $BTC sering turun 3-7% dalam beberapa jam, dan baru perlahan pulih setelah situasi stabil.
**Singkatnya**: Saat krisis baru meledak, emas cenderung naik, Bitcoin cenderung turun. Ini mencerminkan pilihan pasar saat panik—aset risiko dipotong dulu, aset perlindungan masuk dulu. Pola dari mata uang lain seperti $ETH juga serupa.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
13 Suka
Hadiah
13
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
NotSatoshi
· 2jam yang lalu
Emas benar-benar permainan orang tua, btc adalah masa depan... Tunggu sebentar, saat krisis datang semua orang tetap menjual koin dan beralih ke emas, ini jadi memalukan.
Lihat AsliBalas0
BlockchainArchaeologist
· 01-09 09:20
Emas benar-benar stabil, btc begitu menyentuh risiko langsung dihancurkan, jaraknya agak memalukan... yang disebut emas digital masih belum memiliki keteguhan itu
Lihat AsliBalas0
IronHeadMiner
· 01-09 09:13
Ketika emas sedang naik daun, BTC justru sedang sial, logika ini sudah saya lihat sejak lama... Intinya tetap pada gelombang margin call, satu adalah batas atas perlindungan risiko dan yang lainnya adalah aset berisiko, jujur saja keduanya sama sekali berbeda.
Lihat AsliBalas0
0xSleepDeprived
· 01-09 09:05
Kembali lagi dengan pola ini? BTC benar-benar hanya mesin panen bawang kelas atas, di saat-saat kritis semuanya adalah pelarian.
Lihat AsliBalas0
SilentObserver
· 01-09 08:59
Emas digital ini hanyalah sebuah pelipur lara, saat keadaan darurat sebenarnya akan terbongkar juga
#密码资产动态追踪 geopolitical conflicts arrive, asset performance divergence phenomenon
Belakangan ini saya telah membaca banyak diskusi tentang dampak situasi Timur Tengah terhadap pasar keuangan, dan ingin membahas dua instrumen utama di dalamnya: perbedaan kinerja antara emas dan Bitcoin, yang sebenarnya layak diperhatikan oleh para trader.
**Emas: Pilihan utama untuk perlindungan, berbanding terbalik dengan risiko**
Begitu perang atau peristiwa geopolitik besar muncul, logika pengaturan dana di pasar keuangan tradisional menjadi sangat jelas—berlindung ke emas. Seberapa besar korelasi emas dengan konflik? Selama konflik Israel dan Palestina pada tahun 2025, harga emas sempat mencapai level tertinggi sejarah di atas $3.400. Alasannya sangat sederhana: emas didukung oleh fisik, bank sentral dari berbagai negara mengandalkannya, dan investor konservatif merasa tenang. Volatilitasnya relatif tenang, memang merupakan "rumah aman" saat risiko datang.
**Bitcoin: Dijuluki "emas digital", tapi perilakunya berbeda**
$BTC mengklaim dirinya sebagai emas digital, tetapi saat risiko muncul, justru kehilangan performa. Berita perang keluar, kepanikan jual saham langsung mempengaruhi pasar kripto. Kenapa? Karena posisi leverage tinggi akan memicu likuidasi berantai, dan saat investor buru-buru mengubah ke kas, Bitcoin yang diperdagangkan 24 jam menjadi jalan keluar tercepat. Data historis menunjukkan bahwa setelah munculnya berita konflik, $BTC sering turun 3-7% dalam beberapa jam, dan baru perlahan pulih setelah situasi stabil.
**Singkatnya**: Saat krisis baru meledak, emas cenderung naik, Bitcoin cenderung turun. Ini mencerminkan pilihan pasar saat panik—aset risiko dipotong dulu, aset perlindungan masuk dulu. Pola dari mata uang lain seperti $ETH juga serupa.