Upaya Bitcoin untuk menembus di atas $90.000 mengungkapkan pola yang harus diamati oleh para trader dengan cermat. Menurut trader legendaris Peter Brandt, kerangka waktu empat jam menampilkan pola kelanjutan kepala-dan-bahu—sebuah setup yang dianggap sangat dapat diandalkan untuk memprediksi pergerakan harga. Alih-alih menunjukkan perilaku tren yang kuat, BTC sedang mengkonsolidasikan, menciptakan apa yang Brandt gambarkan sebagai aksi harga yang bergelombang yang menuntut kesabaran dari peserta pasar.
Garis Brandt dan Kerangka Rentang
Dalam perspektif waktu yang lebih luas, Bitcoin tetap terkunci di antara dua ambang kritis. Resistance berada di kisaran $93.000 hingga $94.000, sementara support berada di sekitar $85.000. Penanda tengah dan garis miring ke atas—apa yang akan dilacak oleh trader yang mengikuti metodologi garis Brandt—memberikan level bounce potensial. Kerangka ini menyarankan bahwa Bitcoin sedang menavigasi zona akumulasi sebelum langkah naik berikutnya, atau menguji validitas breakdown segitiga naik. Kedua skenario ini sejalan dengan level teknikal yang dapat diidentifikasi dan harus menjadi panduan langkah selanjutnya.
Aksi Harga: Puncak Mingguan yang Tidak Bertahan
Grafik harian menceritakan kisah yang mengedukasi pada hari Rabu. Bitcoin dibuka lebih rendah, lalu memulai pemulihan yang akhirnya mendorong harga di atas $90.000 untuk tertinggi minggu ini. Namun, mata uang kripto tersebut tidak mampu mempertahankan level tersebut. Pada akhir sesi, BTC telah mundur ke sekitar $89.956—keuntungan bersih yang modest yang menyembunyikan narasi sebenarnya.
Ini adalah jenis pergerakan harga yang membingungkan: Bitcoin mencapai tonggak $90.000, namun gagal menetapkannya sebagai lantai support. Pola intraday—lonjakan, penurunan ke $88.000, pemulihan, lonjakan tengah hari, dorongan di akhir sesi—menunjukkan ketidakpastian di persimpangan kritis.
Apa yang Terjadi Selanjutnya
Kerangka teknikal Brandt bergantung pada satu pertanyaan: dapatkah struktur ini mengatasi resistance dan mempertahankan level yang lebih tinggi? Agar tesis rentang tetap valid, Bitcoin harus merebut kembali titik tengah dari kotak konsolidasi dan mulai menekan pita atas. Kegagalan melakukannya akan menandakan bahwa implikasi pola ini tetap ambigu secara arah—meninggalkan trader menunggu konfirmasi yang lebih jelas dari langkah harga berikutnya.
Pembacaan Saat Ini: Bitcoin di $90.510 (Data per 9 Januari 2026), naik 0,21% dalam 24 jam
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bitcoin Berjuang di $90.000 saat Peter Brandt Menandai Formasi Teknis 'Sangat Andal'
Upaya Bitcoin untuk menembus di atas $90.000 mengungkapkan pola yang harus diamati oleh para trader dengan cermat. Menurut trader legendaris Peter Brandt, kerangka waktu empat jam menampilkan pola kelanjutan kepala-dan-bahu—sebuah setup yang dianggap sangat dapat diandalkan untuk memprediksi pergerakan harga. Alih-alih menunjukkan perilaku tren yang kuat, BTC sedang mengkonsolidasikan, menciptakan apa yang Brandt gambarkan sebagai aksi harga yang bergelombang yang menuntut kesabaran dari peserta pasar.
Garis Brandt dan Kerangka Rentang
Dalam perspektif waktu yang lebih luas, Bitcoin tetap terkunci di antara dua ambang kritis. Resistance berada di kisaran $93.000 hingga $94.000, sementara support berada di sekitar $85.000. Penanda tengah dan garis miring ke atas—apa yang akan dilacak oleh trader yang mengikuti metodologi garis Brandt—memberikan level bounce potensial. Kerangka ini menyarankan bahwa Bitcoin sedang menavigasi zona akumulasi sebelum langkah naik berikutnya, atau menguji validitas breakdown segitiga naik. Kedua skenario ini sejalan dengan level teknikal yang dapat diidentifikasi dan harus menjadi panduan langkah selanjutnya.
Aksi Harga: Puncak Mingguan yang Tidak Bertahan
Grafik harian menceritakan kisah yang mengedukasi pada hari Rabu. Bitcoin dibuka lebih rendah, lalu memulai pemulihan yang akhirnya mendorong harga di atas $90.000 untuk tertinggi minggu ini. Namun, mata uang kripto tersebut tidak mampu mempertahankan level tersebut. Pada akhir sesi, BTC telah mundur ke sekitar $89.956—keuntungan bersih yang modest yang menyembunyikan narasi sebenarnya.
Ini adalah jenis pergerakan harga yang membingungkan: Bitcoin mencapai tonggak $90.000, namun gagal menetapkannya sebagai lantai support. Pola intraday—lonjakan, penurunan ke $88.000, pemulihan, lonjakan tengah hari, dorongan di akhir sesi—menunjukkan ketidakpastian di persimpangan kritis.
Apa yang Terjadi Selanjutnya
Kerangka teknikal Brandt bergantung pada satu pertanyaan: dapatkah struktur ini mengatasi resistance dan mempertahankan level yang lebih tinggi? Agar tesis rentang tetap valid, Bitcoin harus merebut kembali titik tengah dari kotak konsolidasi dan mulai menekan pita atas. Kegagalan melakukannya akan menandakan bahwa implikasi pola ini tetap ambigu secara arah—meninggalkan trader menunggu konfirmasi yang lebih jelas dari langkah harga berikutnya.
Pembacaan Saat Ini: Bitcoin di $90.510 (Data per 9 Januari 2026), naik 0,21% dalam 24 jam