Fitch Ratings telah mengkalibrasi ulang perkiraan ekonomi untuk tahun-tahun mendatang, dan angka-angkanya menceritakan kisah yang menarik. Lembaga pemeringkat ini menaikkan perkiraan pertumbuhan PDB AS untuk 2025 menjadi 2,1%, kenaikan signifikan sebesar 30 basis poin dari proyeksi 1,8% yang dikeluarkan dalam Outlook Ekonomi Global Desember. Melihat ke depan ke 2026, prospek membaik serupa, dengan ekspektasi pertumbuhan meningkat dari 1,9% menjadi 2,0%. Revisi ini menggabungkan data ekonomi yang sebelumnya tertunda akibat penutupan pemerintah, memberikan gambaran yang lebih jelas tentang trajektori ekonomi yang sebenarnya.
Inflasi Kembali Meningkat sebagai Hambatan Utama
Gambaran stabilitas harga, bagaimanapun, menceritakan kisah yang berbeda. Dengan data Oktober yang masih belum lengkap, tren inflasi tetap agak suram, tetapi skenario dasar Fitch menunjukkan kenaikan. Indeks harga konsumen diperkirakan akan naik menjadi 3,0% pada akhir tahun 2025, lonjakan yang signifikan dari bacaan 2,7% pada November. Prospek ini semakin gelap menuju 2026, dengan inflasi diproyeksikan mencapai 3,2% pada akhir tahun tersebut, sebagian besar didorong oleh dampak ekonomi tertunda dari kebijakan tarif yang belum sepenuhnya berpengaruh ke sistem.
Pasar Tenaga Kerja Tetap Stabil Meski Kekhawatiran Pertumbuhan Meningkat
Dinamika ketenagakerjaan menunjukkan gambaran yang campur aduk. Sementara penciptaan lapangan kerja melambat—pola khas saat pertumbuhan moderat—kelemahan ini diimbangi oleh perlambatan partisipasi angkatan kerja secara paralel. Hasilnya: tingkat pengangguran rata-rata diperkirakan akan tetap di sekitar 4,6% sepanjang 2026, hampir tidak berubah dari tingkat saat ini. Keseimbangan ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja tidak akan menjadi hambatan besar terhadap aktivitas ekonomi dalam waktu dekat.
Federal Reserve Siap untuk Pemotongan Suku Bunga
Latar belakang kebijakan moneter sedang bergeser. Fitch memperkirakan Federal Reserve akan melanjutkan dengan dua pemotongan suku bunga selama paruh pertama 2026, menurunkan batas atas suku bunga dana federal menjadi 3,25% dari level saat ini. Ini akan menandai pergeseran kebijakan yang signifikan dari siklus pengetatan tahun-tahun terakhir, sebagai respons terhadap pertumbuhan dan dinamika ketenagakerjaan yang sedang melambat seperti yang dijelaskan di atas.
Intinya: ekonomi AS tampaknya berada dalam posisi untuk pertumbuhan yang stabil selama 18 bulan ke depan, tetapi kenaikan inflasi dan efek tarif kemungkinan akan membuat pembuat kebijakan tetap waspada saat mereka menavigasi antara mendukung pertumbuhan dan mengendalikan tekanan harga.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pertumbuhan Ekonomi AS Diperkirakan Akan Meningkat: Fitch Tingkatkan Proyeksi PDB 2025-2026 di Tengah Kekhawatiran Inflasi
Fitch Ratings telah mengkalibrasi ulang perkiraan ekonomi untuk tahun-tahun mendatang, dan angka-angkanya menceritakan kisah yang menarik. Lembaga pemeringkat ini menaikkan perkiraan pertumbuhan PDB AS untuk 2025 menjadi 2,1%, kenaikan signifikan sebesar 30 basis poin dari proyeksi 1,8% yang dikeluarkan dalam Outlook Ekonomi Global Desember. Melihat ke depan ke 2026, prospek membaik serupa, dengan ekspektasi pertumbuhan meningkat dari 1,9% menjadi 2,0%. Revisi ini menggabungkan data ekonomi yang sebelumnya tertunda akibat penutupan pemerintah, memberikan gambaran yang lebih jelas tentang trajektori ekonomi yang sebenarnya.
Inflasi Kembali Meningkat sebagai Hambatan Utama
Gambaran stabilitas harga, bagaimanapun, menceritakan kisah yang berbeda. Dengan data Oktober yang masih belum lengkap, tren inflasi tetap agak suram, tetapi skenario dasar Fitch menunjukkan kenaikan. Indeks harga konsumen diperkirakan akan naik menjadi 3,0% pada akhir tahun 2025, lonjakan yang signifikan dari bacaan 2,7% pada November. Prospek ini semakin gelap menuju 2026, dengan inflasi diproyeksikan mencapai 3,2% pada akhir tahun tersebut, sebagian besar didorong oleh dampak ekonomi tertunda dari kebijakan tarif yang belum sepenuhnya berpengaruh ke sistem.
Pasar Tenaga Kerja Tetap Stabil Meski Kekhawatiran Pertumbuhan Meningkat
Dinamika ketenagakerjaan menunjukkan gambaran yang campur aduk. Sementara penciptaan lapangan kerja melambat—pola khas saat pertumbuhan moderat—kelemahan ini diimbangi oleh perlambatan partisipasi angkatan kerja secara paralel. Hasilnya: tingkat pengangguran rata-rata diperkirakan akan tetap di sekitar 4,6% sepanjang 2026, hampir tidak berubah dari tingkat saat ini. Keseimbangan ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja tidak akan menjadi hambatan besar terhadap aktivitas ekonomi dalam waktu dekat.
Federal Reserve Siap untuk Pemotongan Suku Bunga
Latar belakang kebijakan moneter sedang bergeser. Fitch memperkirakan Federal Reserve akan melanjutkan dengan dua pemotongan suku bunga selama paruh pertama 2026, menurunkan batas atas suku bunga dana federal menjadi 3,25% dari level saat ini. Ini akan menandai pergeseran kebijakan yang signifikan dari siklus pengetatan tahun-tahun terakhir, sebagai respons terhadap pertumbuhan dan dinamika ketenagakerjaan yang sedang melambat seperti yang dijelaskan di atas.
Intinya: ekonomi AS tampaknya berada dalam posisi untuk pertumbuhan yang stabil selama 18 bulan ke depan, tetapi kenaikan inflasi dan efek tarif kemungkinan akan membuat pembuat kebijakan tetap waspada saat mereka menavigasi antara mendukung pertumbuhan dan mengendalikan tekanan harga.