Pada awal tahun 2025, di kalangan investor, ‘pengumpulan oleh whale’ menjadi topik hangat, dan analis utama CryptoQuant, Julio Moreno, memperingatkan. Ia mengklaim bahwa sinyal akumulasi whale yang secara luas diterima di pasar sebenarnya bisa menjadi perangkap interpretasi data. Hasil analisis terbaru Moreno menimbulkan kebutuhan untuk secara mendasar meninjau kembali kepercayaan terhadap pengambilan keputusan investasi.
Ilusi yang Dibuat oleh Aktivitas Bursa
Sebagian besar ‘sinyal pengumpulan whale’ yang sering terlihat dari data on-chain berasal dari aktivitas operasional normal dompet bursa. Perpindahan dana antar alamat bursa atau reorganisasi cold wallet sering disalahartikan sebagai tindakan pembelian sengaja oleh whale, sehingga menciptakan indikator yang menyesatkan investor, menurut Moreno.
Data yang tidak difilter tidak mampu membedakan aktivitas bursa ini dari perilaku whale. Akibatnya, sinyal akumulasi yang sebenarnya dan sinyal palsu bercampur, mengaburkan penilaian pelaku pasar.
Data Whale yang Sejati Menunjukkan Gambar yang Berbeda
Jika hanya mengekstrak aktivitas whale murni, yaitu aktivitas dari pemilik individu besar selain alamat bursa, gambaran yang berbeda akan muncul. Menurut analisis Moreno, sebenarnya whale justru mengurangi jumlah Bitcoin yang mereka pegang. Ini berlawanan dengan hasil dari data yang tidak lengkap dan difilter yang mengklaim adanya akumulasi.
Melihat distribusi alamat Bitcoin saat ini:
10 alamat teratas: 5.97%
20 alamat teratas: 8.53%
100 alamat teratas: 15.12%
Angka-angka ini menjadi indikator kunci untuk memahami konsentrasi kepemilikan whale dan tren akumulasi yang sebenarnya.
Mengapa Perbedaan Ini Penting
Jika investor membangun posisi berdasarkan sinyal whale palsu, mereka berisiko bergerak berlawanan dengan perilaku whale yang sebenarnya di pasar. Sinyal pengumpulan yang salah akibat data yang tidak lengkap dapat langsung berujung pada kerugian. Moreno menekankan pentingnya penyaringan data yang canggih dan verifikasi berlapis.
Sebelum membuat keputusan investasi, disarankan untuk tidak hanya mengandalkan indikator sederhana, tetapi juga mengkaji data whale murni yang dikeluarkan dari aktivitas bursa dan berbagai sumber lainnya. Kemampuan untuk menafsirkan data secara akurat di pasar yang semakin kompleks pada tahun 2025 akan menjadi kunci keberhasilan investasi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Sinyal Paus Bitcoin yang Sebenarnya: Waspadai Penyimpangan Data
Pada awal tahun 2025, di kalangan investor, ‘pengumpulan oleh whale’ menjadi topik hangat, dan analis utama CryptoQuant, Julio Moreno, memperingatkan. Ia mengklaim bahwa sinyal akumulasi whale yang secara luas diterima di pasar sebenarnya bisa menjadi perangkap interpretasi data. Hasil analisis terbaru Moreno menimbulkan kebutuhan untuk secara mendasar meninjau kembali kepercayaan terhadap pengambilan keputusan investasi.
Ilusi yang Dibuat oleh Aktivitas Bursa
Sebagian besar ‘sinyal pengumpulan whale’ yang sering terlihat dari data on-chain berasal dari aktivitas operasional normal dompet bursa. Perpindahan dana antar alamat bursa atau reorganisasi cold wallet sering disalahartikan sebagai tindakan pembelian sengaja oleh whale, sehingga menciptakan indikator yang menyesatkan investor, menurut Moreno.
Data yang tidak difilter tidak mampu membedakan aktivitas bursa ini dari perilaku whale. Akibatnya, sinyal akumulasi yang sebenarnya dan sinyal palsu bercampur, mengaburkan penilaian pelaku pasar.
Data Whale yang Sejati Menunjukkan Gambar yang Berbeda
Jika hanya mengekstrak aktivitas whale murni, yaitu aktivitas dari pemilik individu besar selain alamat bursa, gambaran yang berbeda akan muncul. Menurut analisis Moreno, sebenarnya whale justru mengurangi jumlah Bitcoin yang mereka pegang. Ini berlawanan dengan hasil dari data yang tidak lengkap dan difilter yang mengklaim adanya akumulasi.
Melihat distribusi alamat Bitcoin saat ini:
Angka-angka ini menjadi indikator kunci untuk memahami konsentrasi kepemilikan whale dan tren akumulasi yang sebenarnya.
Mengapa Perbedaan Ini Penting
Jika investor membangun posisi berdasarkan sinyal whale palsu, mereka berisiko bergerak berlawanan dengan perilaku whale yang sebenarnya di pasar. Sinyal pengumpulan yang salah akibat data yang tidak lengkap dapat langsung berujung pada kerugian. Moreno menekankan pentingnya penyaringan data yang canggih dan verifikasi berlapis.
Sebelum membuat keputusan investasi, disarankan untuk tidak hanya mengandalkan indikator sederhana, tetapi juga mengkaji data whale murni yang dikeluarkan dari aktivitas bursa dan berbagai sumber lainnya. Kemampuan untuk menafsirkan data secara akurat di pasar yang semakin kompleks pada tahun 2025 akan menjadi kunci keberhasilan investasi.