Ingin bertahan di pasar, kata kunci utamanya adalah: belajar untuk tetap diam.
Banyak pemula yang setelah masuk pasar langsung ingin ikut serta dalam setiap gelombang pasar, menangkap setiap peluang. Tapi sering kali mengabaikan satu fakta kejam—kemampuan langka yang sebenarnya bukanlah mampu membeli koin, melainkan tahu kapan harus kosongkan posisi.
Dalam pasar yang bergejolak tanpa arah yang jelas, jangan anggap itu sebagai peluang. Itu disebut konsumsi, menguras modal, menguras mental. Dana besar yang sesungguhnya hanya akan masuk secara besar setelah tren sudah pasti.
Jangan berlebihan berhubungan emosional dengan satu koin pun. Saat koin sedang panas, seluruh pasar memujinya, tapi begitu panasnya mereda, dana akan cepat pergi. Kamu bisa ikut dalam tren, tapi syaratnya adalah selalu siap untuk mundur kapan saja. Jika terlambat satu langkah, kamu akan menjadi orang yang menanggung risiko.
Ada satu detail yang sering diabaikan banyak orang: tembus volume besar bukanlah akhir, melainkan awal dari percepatan. Setelah tren berjalan lancar, jangan takut dengan koreksi kecil. Hal yang benar-benar disayangkan biasanya adalah keluar terlalu awal.
Ketika matahari besar mulai naik, dan seluruh jaringan sedang bersenang-senang, justru saat itulah harus mulai bertahan. Setelah puncak, biasanya adalah fase akumulasi ulang.
Esensi dari trading sebenarnya sangat sederhana, tapi aturan yang paling sederhana seringkali paling mudah menghasilkan uang. Jika saat menguji support tidak pecah, saat itulah peluang. Saat mendekati resistance mulai ragu, segera kurangi posisi. Keberhasilan jangka pendek tidak bergantung pada kemampuan prediksi, melainkan pada rasa ritme. Jangan pernah all in, coba dengan posisi kecil dulu, pastikan arah tren sebelum menambah posisi secara perlahan.
Kalimat terakhir: berapa lama bisa menghasilkan uang, sepenuhnya tergantung berapa lama bisa bertahan. Pasar selalu ada, tapi modal tidak selalu ada. Lebih lambat dan lebih stabil justru akan lebih mudah sampai ke akhir.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
6 Suka
Hadiah
6
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
BagHolderTillRetire
· 9jam yang lalu
Benar sekali, saya adalah contoh nyata yang terjebak sampai pensiun. Setiap hari mengejar batas kenaikan harga, sekarang sudah selesai, koin itu berbaring di sana, saya juga berbaring di sini.
Lihat AsliBalas0
quietly_staking
· 9jam yang lalu
Benar sekali, yaitu harus mengendalikan tangan. Melihat berapa banyak orang yang langsung ceroboh saat masuk pasar, akhirnya terjebak dengan sangat keras.
Lihat AsliBalas0
SmartContractWorker
· 10jam yang lalu
Luar biasa sekali, saya baru menyadari strategi menunggu dan tidak bertindak ini terlalu lambat, jika tahu dari awal pasti saya tidak akan dipotong begitu banyak kali.
Lihat AsliBalas0
NoStopLossNut
· 10jam yang lalu
Benar sekali, yaitu harus sabar. Saat orang lain melakukan All in, itu yang paling sulit, tetapi biasanya saat itulah awal kerugian.
Ingin bertahan di pasar, kata kunci utamanya adalah: belajar untuk tetap diam.
Banyak pemula yang setelah masuk pasar langsung ingin ikut serta dalam setiap gelombang pasar, menangkap setiap peluang. Tapi sering kali mengabaikan satu fakta kejam—kemampuan langka yang sebenarnya bukanlah mampu membeli koin, melainkan tahu kapan harus kosongkan posisi.
Dalam pasar yang bergejolak tanpa arah yang jelas, jangan anggap itu sebagai peluang. Itu disebut konsumsi, menguras modal, menguras mental. Dana besar yang sesungguhnya hanya akan masuk secara besar setelah tren sudah pasti.
Jangan berlebihan berhubungan emosional dengan satu koin pun. Saat koin sedang panas, seluruh pasar memujinya, tapi begitu panasnya mereda, dana akan cepat pergi. Kamu bisa ikut dalam tren, tapi syaratnya adalah selalu siap untuk mundur kapan saja. Jika terlambat satu langkah, kamu akan menjadi orang yang menanggung risiko.
Ada satu detail yang sering diabaikan banyak orang: tembus volume besar bukanlah akhir, melainkan awal dari percepatan. Setelah tren berjalan lancar, jangan takut dengan koreksi kecil. Hal yang benar-benar disayangkan biasanya adalah keluar terlalu awal.
Ketika matahari besar mulai naik, dan seluruh jaringan sedang bersenang-senang, justru saat itulah harus mulai bertahan. Setelah puncak, biasanya adalah fase akumulasi ulang.
Esensi dari trading sebenarnya sangat sederhana, tapi aturan yang paling sederhana seringkali paling mudah menghasilkan uang. Jika saat menguji support tidak pecah, saat itulah peluang. Saat mendekati resistance mulai ragu, segera kurangi posisi. Keberhasilan jangka pendek tidak bergantung pada kemampuan prediksi, melainkan pada rasa ritme. Jangan pernah all in, coba dengan posisi kecil dulu, pastikan arah tren sebelum menambah posisi secara perlahan.
Kalimat terakhir: berapa lama bisa menghasilkan uang, sepenuhnya tergantung berapa lama bisa bertahan. Pasar selalu ada, tapi modal tidak selalu ada. Lebih lambat dan lebih stabil justru akan lebih mudah sampai ke akhir.