Ketika inflasi meningkat tinggi, banyak investor beralih ke emas, yang telah menjadi aset yang terpercaya selama bertahun-tahun. Cara berinvestasi dalam emas sangat beragam, mulai dari membeli emas batangan secara langsung hingga berinvestasi melaluiReksa Dana Emas. Metode ini sangat populer karena praktis, aman, dan dikelola oleh para ahli. Tetapi sebelum memilih untuk berinvestasi, mereka yang tertarik harus memahami dengan jelas apa ituReksa Dana Emas, jenis-jenisnya, dan perbedaannya.
Faktor Penting yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Berinvestasi
MemilihReksa Dana Emas tidak semudah membeli emas batangan, karena ada banyak variabel yang mempengaruhi hasil pengembalian. Sebagian besar reksa dana di Thailand memiliki kebijakan yang serupa, yaitu fokus pada investasi emas, tetapi rincian operasionalnya bisa berbeda secara signifikan.
Poin 1: Perlindungan Risiko Nilai Tukar
Emas di pasar dunia diperdagangkan dalam dolar AS. Ketika dikonversi ke baht Thailand, nilai reksa dana akan terpengaruh oleh volatilitas pasangan mata uang Dolar- Baht. Ini adalah faktor penting yang sering diabaikan banyak orang.
Jika nilai tukar baht melemah, nilai emas saat dikonversi ke baht akan meningkat, sehingga hasil pengembalian bisa lebih dari yang diharapkan. Jika nilai tukar baht menguat, hasilnya bisa menurun, meskipun harga emas di pasar dunia tidak berubah.
Untuk mengelola risiko ini, reksa dana memiliki 2 tipe:
Tanpa Lindung Nilai (Unhedged): Mengakui risiko dari nilai tukar, cocok untuk investor yang mampu menanggung risiko tinggi karena bisa mendapatkan hasil yang lebih tinggi jika nilai tukar menguntungkan.
Dengan Lindung Nilai (Hedged): Menggunakan kontrak forward untuk mengunci nilai tukar. Program lindung nilai biasanya melindungi tidak kurang dari 90% dari nilai aset. Cocok untuk mereka yang menginginkan hasil yang lebih stabil.
Poin 2: Kebijakan Pembayaran Dividen
Beberapa reksa dana memiliki kebijakan membagikan keuntungan secara bertahap kepada pemegang unit, sehingga total hasil jangka panjang bisa lebih rendah. Tetapi, investor akan menerima uang tunai secara berkala, yang bermanfaat jika Anda menginginkan pendapatan tambahan dari investasi.
Reksa dana tertentu tidak membagikan dividen, yang berarti hasilnya bisa lebih baik dalam jangka panjang karena keuntungan diinvestasikan kembali.
Poin 3: Bursa Efek Tempat Bertransaksi
Reksa dana yang diperdagangkan di New York memiliki likuiditas lebih tinggi, tetapi ada kekurangan yaitu harga diumumkan sekitar 1 hari kemudian karena perbedaan waktu.
Reksa dana yang diperdagangkan di Singapura memiliki likuiditas sedikit lebih rendah, tetapi harga diumumkan lebih cepat.
Namun, berdasarkan data historis, kedua pasar ini menunjukkan kinerja yang tidak jauh berbeda.
Mengenal Lebih Dalam tentangReksa Dana Emas
Reksa dana adalah mekanisme yang dikelola oleh perusahaan sekuritas (Manajer Investasi), yang mengumpulkan dana dari banyak investor untuk diinvestasikan sesuai kebijakan yang ditetapkan. Dalam kasusReksa Dana Emas, dana tersebut akan diinvestasikan dalam aset emas, baik berupa emas batangan langsung maupun melalui ETF seperti SPDR Gold Trust.
Reksa Dana Emas sebagian besar merupakan jenis Passive Fund, yang risiko dan hasilnya berusaha mengikuti harga emas di pasar global sedekat mungkin. Pengelolaannya didasarkan pada standar harga acuan, biasanya menggunakan SPDR Gold Trust, yang merupakan ETF dengan proporsi emas batangan terbesar.
Rincian tentang reksa dana emas terkemuka yang patut dipertimbangkan
Dari bank Thai
SCBGOLD berinvestasi dalam unit dari SPDR Gold Trust melalui pasar saham Singapura, tanpa lindung nilai risiko nilai tukar. Cocok untuk investor yang mampu menanggung risiko dan menginginkan hasil maksimal.
SCBGOLDH memiliki kebijakan investasi yang sama dengan SCBGOLD, tetapi melakukan lindung nilai risiko nilai tukar minimal 90% dari nilai aset. Cocok untuk mereka yang menginginkan kestabilan.
Dari perusahaan Thailand Mueang Banchii
TMBGOLD berinvestasi dalam unit dari SPDR Gold Trust, diperdagangkan di pasar saham New York, tanpa lindung nilai risiko nilai tukar, sehingga hasilnya lebih variatif.
TMBGOLDS berinvestasi seperti TMBGOLD, tetapi diperdagangkan di pasar Singapura dan memiliki lindung nilai risiko nilai tukar sesuai kebijakan dana.
Dari Kasikorn Thai
K-GOLD-A(A) berinvestasi dalam unit dari SPDR Gold Trust, dengan lindung nilai risiko nilai tukar minimal 90%, tanpa membagikan dividen. Cocok untuk akumulasi kekayaan jangka panjang.
K-GOLD-A(D) mirip K-GOLD-A(A), tetapi membagikan dividen tidak lebih dari 4 kali setahun. Namun, jumlah dividen tidak melebihi 100% dari laba ditahan.
Dari Kasikornbank Eastspring
TGoldBullion-H berinvestasi langsung dalam emas batangan di luar negeri, dengan kemurnian minimal 99,5%. Menggunakan kontrak forward untuk lindung nilai risiko nilai tukar minimal 90%.
TGoldBullion-UH berinvestasi langsung dalam emas batangan, sama seperti TGoldBullion-H, tetapi tanpa lindung nilai risiko nilai tukar, sehingga nilainya berfluktuasi mengikuti nilai tukar.
Investasi emas melalui reksa dana vs menggunakan kontrak berjangka emas
Berinvestasi melaluiReksa Dana Emas memiliki banyak keuntungan. Investor tidak perlu menyimpan emas batangan sendiri, tidak perlu mengurus biaya penyimpanan, atau berinvestasi di luar negeri sendiri. Cukup membuka rekening di perusahaan sekuritas dan dikelola oleh para ahli sesuai kebijakan.
Namun, ada batasan. Investor hanya bisa melakukan transaksi satu kali per hari pada harga NAV akhir hari. Selain itu, ada biaya pengelolaan yang berbeda-beda.
Untuk investor jangka panjang atau yang tidak punya waktu mengikuti harga, reksa dana emas adalah pilihan yang tepat. Dana ini memudahkan investor umum mengakses aset emas tanpa harus mempelajari semua kerumitan.
Sedangkan** kontrak berjangka emas (CFD)** adalah instrumen untuk trader jangka pendek yang menginginkan fleksibilitas tinggi, harga real-time, dan bisa membuka/menutup posisi berkali-kali dalam sehari. CFD menawarkan peluang keuntungan tinggi, tetapi juga risiko tinggi.
Kesimpulan
Reksa Dana Emas adalah pilihan yang aman dan praktis untuk berinvestasi dalam emas. Untuk investor biasa yang ingin menyimpan aset bernilai stabil, reksa dana emas memiliki fitur lengkap. Tetapi, Anda harus memahami perbedaan antar reksa dana, terutama perlindungan risiko nilai tukar dan kebijakan pembagian dividen.
Bagi trader, CFD mungkin lebih cocok jika ingin meraih keuntungan dari volatilitas jangka pendek. Tetapi, penting untuk belajar dengan baik dan merencanakan manajemen risiko secara hati-hati untuk semua metode investasi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Cara Memilih Dana Emas yang Tepat untuk Anda: Panduan untuk Investor
Ketika inflasi meningkat tinggi, banyak investor beralih ke emas, yang telah menjadi aset yang terpercaya selama bertahun-tahun. Cara berinvestasi dalam emas sangat beragam, mulai dari membeli emas batangan secara langsung hingga berinvestasi melaluiReksa Dana Emas. Metode ini sangat populer karena praktis, aman, dan dikelola oleh para ahli. Tetapi sebelum memilih untuk berinvestasi, mereka yang tertarik harus memahami dengan jelas apa ituReksa Dana Emas, jenis-jenisnya, dan perbedaannya.
Faktor Penting yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Berinvestasi
MemilihReksa Dana Emas tidak semudah membeli emas batangan, karena ada banyak variabel yang mempengaruhi hasil pengembalian. Sebagian besar reksa dana di Thailand memiliki kebijakan yang serupa, yaitu fokus pada investasi emas, tetapi rincian operasionalnya bisa berbeda secara signifikan.
Poin 1: Perlindungan Risiko Nilai Tukar
Emas di pasar dunia diperdagangkan dalam dolar AS. Ketika dikonversi ke baht Thailand, nilai reksa dana akan terpengaruh oleh volatilitas pasangan mata uang Dolar- Baht. Ini adalah faktor penting yang sering diabaikan banyak orang.
Jika nilai tukar baht melemah, nilai emas saat dikonversi ke baht akan meningkat, sehingga hasil pengembalian bisa lebih dari yang diharapkan. Jika nilai tukar baht menguat, hasilnya bisa menurun, meskipun harga emas di pasar dunia tidak berubah.
Untuk mengelola risiko ini, reksa dana memiliki 2 tipe:
Poin 2: Kebijakan Pembayaran Dividen
Beberapa reksa dana memiliki kebijakan membagikan keuntungan secara bertahap kepada pemegang unit, sehingga total hasil jangka panjang bisa lebih rendah. Tetapi, investor akan menerima uang tunai secara berkala, yang bermanfaat jika Anda menginginkan pendapatan tambahan dari investasi.
Reksa dana tertentu tidak membagikan dividen, yang berarti hasilnya bisa lebih baik dalam jangka panjang karena keuntungan diinvestasikan kembali.
Poin 3: Bursa Efek Tempat Bertransaksi
Reksa dana yang diperdagangkan di New York memiliki likuiditas lebih tinggi, tetapi ada kekurangan yaitu harga diumumkan sekitar 1 hari kemudian karena perbedaan waktu.
Reksa dana yang diperdagangkan di Singapura memiliki likuiditas sedikit lebih rendah, tetapi harga diumumkan lebih cepat.
Namun, berdasarkan data historis, kedua pasar ini menunjukkan kinerja yang tidak jauh berbeda.
Mengenal Lebih Dalam tentangReksa Dana Emas
Reksa dana adalah mekanisme yang dikelola oleh perusahaan sekuritas (Manajer Investasi), yang mengumpulkan dana dari banyak investor untuk diinvestasikan sesuai kebijakan yang ditetapkan. Dalam kasusReksa Dana Emas, dana tersebut akan diinvestasikan dalam aset emas, baik berupa emas batangan langsung maupun melalui ETF seperti SPDR Gold Trust.
Reksa Dana Emas sebagian besar merupakan jenis Passive Fund, yang risiko dan hasilnya berusaha mengikuti harga emas di pasar global sedekat mungkin. Pengelolaannya didasarkan pada standar harga acuan, biasanya menggunakan SPDR Gold Trust, yang merupakan ETF dengan proporsi emas batangan terbesar.
Rincian tentang reksa dana emas terkemuka yang patut dipertimbangkan
Dari bank Thai
SCBGOLD berinvestasi dalam unit dari SPDR Gold Trust melalui pasar saham Singapura, tanpa lindung nilai risiko nilai tukar. Cocok untuk investor yang mampu menanggung risiko dan menginginkan hasil maksimal.
SCBGOLDH memiliki kebijakan investasi yang sama dengan SCBGOLD, tetapi melakukan lindung nilai risiko nilai tukar minimal 90% dari nilai aset. Cocok untuk mereka yang menginginkan kestabilan.
Dari perusahaan Thailand Mueang Banchii
TMBGOLD berinvestasi dalam unit dari SPDR Gold Trust, diperdagangkan di pasar saham New York, tanpa lindung nilai risiko nilai tukar, sehingga hasilnya lebih variatif.
TMBGOLDS berinvestasi seperti TMBGOLD, tetapi diperdagangkan di pasar Singapura dan memiliki lindung nilai risiko nilai tukar sesuai kebijakan dana.
Dari Kasikorn Thai
K-GOLD-A(A) berinvestasi dalam unit dari SPDR Gold Trust, dengan lindung nilai risiko nilai tukar minimal 90%, tanpa membagikan dividen. Cocok untuk akumulasi kekayaan jangka panjang.
K-GOLD-A(D) mirip K-GOLD-A(A), tetapi membagikan dividen tidak lebih dari 4 kali setahun. Namun, jumlah dividen tidak melebihi 100% dari laba ditahan.
Dari Kasikornbank Eastspring
TGoldBullion-H berinvestasi langsung dalam emas batangan di luar negeri, dengan kemurnian minimal 99,5%. Menggunakan kontrak forward untuk lindung nilai risiko nilai tukar minimal 90%.
TGoldBullion-UH berinvestasi langsung dalam emas batangan, sama seperti TGoldBullion-H, tetapi tanpa lindung nilai risiko nilai tukar, sehingga nilainya berfluktuasi mengikuti nilai tukar.
Investasi emas melalui reksa dana vs menggunakan kontrak berjangka emas
Berinvestasi melaluiReksa Dana Emas memiliki banyak keuntungan. Investor tidak perlu menyimpan emas batangan sendiri, tidak perlu mengurus biaya penyimpanan, atau berinvestasi di luar negeri sendiri. Cukup membuka rekening di perusahaan sekuritas dan dikelola oleh para ahli sesuai kebijakan.
Namun, ada batasan. Investor hanya bisa melakukan transaksi satu kali per hari pada harga NAV akhir hari. Selain itu, ada biaya pengelolaan yang berbeda-beda.
Untuk investor jangka panjang atau yang tidak punya waktu mengikuti harga, reksa dana emas adalah pilihan yang tepat. Dana ini memudahkan investor umum mengakses aset emas tanpa harus mempelajari semua kerumitan.
Sedangkan** kontrak berjangka emas (CFD)** adalah instrumen untuk trader jangka pendek yang menginginkan fleksibilitas tinggi, harga real-time, dan bisa membuka/menutup posisi berkali-kali dalam sehari. CFD menawarkan peluang keuntungan tinggi, tetapi juga risiko tinggi.
Kesimpulan
Reksa Dana Emas adalah pilihan yang aman dan praktis untuk berinvestasi dalam emas. Untuk investor biasa yang ingin menyimpan aset bernilai stabil, reksa dana emas memiliki fitur lengkap. Tetapi, Anda harus memahami perbedaan antar reksa dana, terutama perlindungan risiko nilai tukar dan kebijakan pembagian dividen.
Bagi trader, CFD mungkin lebih cocok jika ingin meraih keuntungan dari volatilitas jangka pendek. Tetapi, penting untuk belajar dengan baik dan merencanakan manajemen risiko secara hati-hati untuk semua metode investasi.