Dulu, Bitcoin yang pernah dianggap remeh oleh elit dunia keuangan, kini telah bertransformasi menjadi bagian dari infrastruktur ekonomi. Perubahan dramatis ini bukan hanya tentang kenaikan harga aset semata, tetapi juga menandakan perubahan fundamental dalam persepsi orang-orang paling berpengaruh di dunia.
Sinyal Penting dari Perubahan Sikap di Dunia Keuangan
Jejak CEO JP Morgan Chase, Jamie Dimon, menunjukkan betapa jelasnya perubahan ini. Pada tahun 2017, dia sangat mengkritik Bitcoin dan bahkan melarang karyawan perusahaan untuk melakukan transaksi terkait Bitcoin. Namun sekarang, JP Morgan menawarkan produk terkait Bitcoin kepada klien, dan Dimon sendiri sering tampil di panel industri. Meskipun sikap pribadi dia tetap berhati-hati, sikap institusionalnya telah mengalami pergeseran besar.
Demikian pula, Larry Fink dari BlackRock, salah satu perusahaan pengelola aset terbesar di dunia, dulu memandang Bitcoin sebagai indikator pencucian uang. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, situasinya berubah; BlackRock mengeluarkan ETF Bitcoin dan secara resmi menempatkan aset digital sebagai “emas elektronik.”
Pemahaman yang Mendalam di Kalangan Pembuat Kebijakan
Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, juga pernah bersikap defensif terhadap Bitcoin selama bertahun-tahun. Kini, bank sentral memantau peran Bitcoin di pasar dan bahkan menganalisis kompetisinya dengan logam mulia. Perubahan sikap ini menunjukkan evolusi dari sekadar toleransi menjadi pengakuan akan pentingnya strategisnya.
Transformasi yang Meyakinkan dari Para Pengusaha
Michael Saylor kini menjadi salah satu pendukung utama Bitcoin, tetapi pada 2013, dia memiliki pandangan berbeda. Saat itu, dia percaya umur Bitcoin terbatas. Sekarang, MicroStrategy yang dipimpinnya menjadi pemegang Bitcoin terbesar di antara perusahaan publik (lebih dari 636.000 koin), dan Saylor sendiri telah berubah menjadi salah satu pembicara utama di industri.
Investor seperti Mark Cuban juga mengikuti jejak yang sama. Dulu skeptis terhadap Bitcoin dan bahkan membandingkannya dengan pisang, sekarang dia adalah peserta aktif dalam ekosistem aset kripto. Dia memegang Bitcoin dan memberi nasihat kepada perusahaan blockchain, menunjukkan komitmen nyata.
Perkembangan di Kalangan Pemimpin Politik
Donald Trump dulu menolak Bitcoin karena ketidakstabilannya. Tetapi dalam periode hingga 2024, dia dilaporkan memperdalam hubungan dengan mitra industri dan mengakui signifikansi strategis aset digital.
Strategi Akumulasi di Tingkat Pemerintah
Perubahan paling simbolis adalah bagaimana pemerintah di berbagai negara secara strategis mulai mengakumulasi Bitcoin. Amerika Serikat kini menjadi negara dengan kepemilikan Bitcoin terbesar, diikuti oleh China. Awalnya, kepemilikan ini berasal dari penyitaan oleh aparat penegak hukum dan aktivitas penambangan, tetapi yang menarik adalah kebijakan yang beralih dari regulasi penuh ke akumulasi bertahap dan penelitian.
Mengapa Perubahan Ini Tak Terelakkan
Perjalanan dari skeptis menjadi penerima adalah sesuatu yang wajar. Faktor-faktor seperti kebutuhan ekonomi, ketertarikan terhadap teknologi, atau kekhawatiran terhadap pengucilan pasar mendorong perubahan ini. Bahkan mereka yang dulu menolak Bitcoin akhirnya mencapai kesimpulan yang sama: aset digital ini pasti ada dan tidak bisa diabaikan.
Fakta bahwa Bitcoin yang dulu menghadapi kritik dan keraguan kini diterima secara luas oleh institusi keuangan utama hingga tingkat pemerintah, membuktikan kebenaran proposisi yang dikemukakan Anthony Pompliano bahwa seiring waktu, semua orang akan memahami. Proses transformasi ini bukan sekadar penerimaan pasar, tetapi juga mencerminkan perubahan persepsi mendasar dalam struktur ekonomi dunia.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mainstreamisasi Bitcoin: Perubahan sejarah dari skeptisisme menjadi penerimaan
Dulu, Bitcoin yang pernah dianggap remeh oleh elit dunia keuangan, kini telah bertransformasi menjadi bagian dari infrastruktur ekonomi. Perubahan dramatis ini bukan hanya tentang kenaikan harga aset semata, tetapi juga menandakan perubahan fundamental dalam persepsi orang-orang paling berpengaruh di dunia.
Sinyal Penting dari Perubahan Sikap di Dunia Keuangan
Jejak CEO JP Morgan Chase, Jamie Dimon, menunjukkan betapa jelasnya perubahan ini. Pada tahun 2017, dia sangat mengkritik Bitcoin dan bahkan melarang karyawan perusahaan untuk melakukan transaksi terkait Bitcoin. Namun sekarang, JP Morgan menawarkan produk terkait Bitcoin kepada klien, dan Dimon sendiri sering tampil di panel industri. Meskipun sikap pribadi dia tetap berhati-hati, sikap institusionalnya telah mengalami pergeseran besar.
Demikian pula, Larry Fink dari BlackRock, salah satu perusahaan pengelola aset terbesar di dunia, dulu memandang Bitcoin sebagai indikator pencucian uang. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, situasinya berubah; BlackRock mengeluarkan ETF Bitcoin dan secara resmi menempatkan aset digital sebagai “emas elektronik.”
Pemahaman yang Mendalam di Kalangan Pembuat Kebijakan
Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, juga pernah bersikap defensif terhadap Bitcoin selama bertahun-tahun. Kini, bank sentral memantau peran Bitcoin di pasar dan bahkan menganalisis kompetisinya dengan logam mulia. Perubahan sikap ini menunjukkan evolusi dari sekadar toleransi menjadi pengakuan akan pentingnya strategisnya.
Transformasi yang Meyakinkan dari Para Pengusaha
Michael Saylor kini menjadi salah satu pendukung utama Bitcoin, tetapi pada 2013, dia memiliki pandangan berbeda. Saat itu, dia percaya umur Bitcoin terbatas. Sekarang, MicroStrategy yang dipimpinnya menjadi pemegang Bitcoin terbesar di antara perusahaan publik (lebih dari 636.000 koin), dan Saylor sendiri telah berubah menjadi salah satu pembicara utama di industri.
Investor seperti Mark Cuban juga mengikuti jejak yang sama. Dulu skeptis terhadap Bitcoin dan bahkan membandingkannya dengan pisang, sekarang dia adalah peserta aktif dalam ekosistem aset kripto. Dia memegang Bitcoin dan memberi nasihat kepada perusahaan blockchain, menunjukkan komitmen nyata.
Perkembangan di Kalangan Pemimpin Politik
Donald Trump dulu menolak Bitcoin karena ketidakstabilannya. Tetapi dalam periode hingga 2024, dia dilaporkan memperdalam hubungan dengan mitra industri dan mengakui signifikansi strategis aset digital.
Strategi Akumulasi di Tingkat Pemerintah
Perubahan paling simbolis adalah bagaimana pemerintah di berbagai negara secara strategis mulai mengakumulasi Bitcoin. Amerika Serikat kini menjadi negara dengan kepemilikan Bitcoin terbesar, diikuti oleh China. Awalnya, kepemilikan ini berasal dari penyitaan oleh aparat penegak hukum dan aktivitas penambangan, tetapi yang menarik adalah kebijakan yang beralih dari regulasi penuh ke akumulasi bertahap dan penelitian.
Mengapa Perubahan Ini Tak Terelakkan
Perjalanan dari skeptis menjadi penerima adalah sesuatu yang wajar. Faktor-faktor seperti kebutuhan ekonomi, ketertarikan terhadap teknologi, atau kekhawatiran terhadap pengucilan pasar mendorong perubahan ini. Bahkan mereka yang dulu menolak Bitcoin akhirnya mencapai kesimpulan yang sama: aset digital ini pasti ada dan tidak bisa diabaikan.
Fakta bahwa Bitcoin yang dulu menghadapi kritik dan keraguan kini diterima secara luas oleh institusi keuangan utama hingga tingkat pemerintah, membuktikan kebenaran proposisi yang dikemukakan Anthony Pompliano bahwa seiring waktu, semua orang akan memahami. Proses transformasi ini bukan sekadar penerimaan pasar, tetapi juga mencerminkan perubahan persepsi mendasar dalam struktur ekonomi dunia.