Aturan yang ramah terhadap desain rantai, seringkali lebih layak diperhatikan daripada sekadar menumpuk fitur.
Dalam lingkungan keuangan yang diatur, masalahnya bukanlah apakah teknologi dapat diimplementasikan, tetapi apakah arsitektur dasar benar-benar memahami aturan. Apakah proses dapat dijelaskan dengan jelas, apakah aturan dapat benar-benar dilaksanakan, dan siapa yang akan bertanggung jawab—pertanyaan-pertanyaan ini jika tidak dipikirkan sejak awal, maka upaya perbaikan di kemudian hari pada akhirnya akan menjadi potensi risiko.
Banyak proyek blockchain berpendapat bahwa "teknologi dilakukan terlebih dahulu, baru kemudian mempertimbangkan kepatuhan." Tetapi ada juga pendekatan lain: sejak hari pertama, menganggap regulasi sebagai variabel lingkungan yang permanen, bukan masalah yang harus diselesaikan di masa depan. Ini terdengar konservatif, tetapi dalam bidang keuangan, seringkali merupakan pilihan yang lebih realistis.
DUSK adalah contoh yang cukup khas dalam hal ini. Desain arsitekturnya bukan untuk mengejar desentralisasi maksimal dan kebebasan, melainkan untuk bertanya "bagaimana menjalankan operasi secara stabil dalam kerangka kepatuhan." Hal ini tercermin langsung dalam beberapa aspek:
Pertama adalah mekanisme otorisasi. Blockchain tradisional biasanya menganggap semua orang setara, tetapi kenyataannya keuangan tidak demikian. Peran yang berbeda melihat informasi yang berbeda pula, dan memikul tanggung jawab yang berbeda. Pendekatan DUSK adalah membedakan peran tersebut ke dalam lapisan sistem, bukan sebagai patch di lapisan aplikasi.
Kedua adalah kompleksitas arsitektur secara keseluruhan. Jika hanya mengejar kesederhanaan, banyak desain bisa dipangkas. Tetapi DUSK memilih untuk mempertahankan kompleksitas ini karena kompleksitas tersebut sendiri mendukung kebutuhan kepatuhan. Ketidakmauan untuk mengejar kesederhanaan secara ekstrem ini justru menunjukkan kemampuan struktural.
Dalam jangka panjang, arah desain seperti ini mungkin tidak akan diperbesar oleh sentimen pasar dalam waktu dekat, tetapi secara fundamental, justru membangun fondasi yang lebih kokoh untuk pertumbuhan yang stabil. Untuk infrastruktur keuangan, terkadang konservatif adalah pilihan yang paling agresif.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
7 Suka
Hadiah
7
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
DeFiCaffeinator
· 2jam yang lalu
Dikatakan dengan sangat jelas, kepatuhan bukanlah belenggu melainkan fondasi
Lihat AsliBalas0
RooftopReserver
· 6jam yang lalu
Ini adalah cara hidup yang cerdas, bukan sekadar menumpuk fitur secara buta.
Lihat AsliBalas0
ColdWalletAnxiety
· 6jam yang lalu
Benar sekali, kepatuhan sebelum memang jauh lebih andal daripada membersihkan setelah kejadian
Lihat AsliBalas0
TokenCreatorOP
· 6jam yang lalu
Ini adalah kebijaksanaan sejati, bukan sekadar pamer fitur atau menunjukkan kekuatan, tetapi memahami aturan terlebih dahulu sebelum bertindak.
Aturan yang ramah terhadap desain rantai, seringkali lebih layak diperhatikan daripada sekadar menumpuk fitur.
Dalam lingkungan keuangan yang diatur, masalahnya bukanlah apakah teknologi dapat diimplementasikan, tetapi apakah arsitektur dasar benar-benar memahami aturan. Apakah proses dapat dijelaskan dengan jelas, apakah aturan dapat benar-benar dilaksanakan, dan siapa yang akan bertanggung jawab—pertanyaan-pertanyaan ini jika tidak dipikirkan sejak awal, maka upaya perbaikan di kemudian hari pada akhirnya akan menjadi potensi risiko.
Banyak proyek blockchain berpendapat bahwa "teknologi dilakukan terlebih dahulu, baru kemudian mempertimbangkan kepatuhan." Tetapi ada juga pendekatan lain: sejak hari pertama, menganggap regulasi sebagai variabel lingkungan yang permanen, bukan masalah yang harus diselesaikan di masa depan. Ini terdengar konservatif, tetapi dalam bidang keuangan, seringkali merupakan pilihan yang lebih realistis.
DUSK adalah contoh yang cukup khas dalam hal ini. Desain arsitekturnya bukan untuk mengejar desentralisasi maksimal dan kebebasan, melainkan untuk bertanya "bagaimana menjalankan operasi secara stabil dalam kerangka kepatuhan." Hal ini tercermin langsung dalam beberapa aspek:
Pertama adalah mekanisme otorisasi. Blockchain tradisional biasanya menganggap semua orang setara, tetapi kenyataannya keuangan tidak demikian. Peran yang berbeda melihat informasi yang berbeda pula, dan memikul tanggung jawab yang berbeda. Pendekatan DUSK adalah membedakan peran tersebut ke dalam lapisan sistem, bukan sebagai patch di lapisan aplikasi.
Kedua adalah kompleksitas arsitektur secara keseluruhan. Jika hanya mengejar kesederhanaan, banyak desain bisa dipangkas. Tetapi DUSK memilih untuk mempertahankan kompleksitas ini karena kompleksitas tersebut sendiri mendukung kebutuhan kepatuhan. Ketidakmauan untuk mengejar kesederhanaan secara ekstrem ini justru menunjukkan kemampuan struktural.
Dalam jangka panjang, arah desain seperti ini mungkin tidak akan diperbesar oleh sentimen pasar dalam waktu dekat, tetapi secara fundamental, justru membangun fondasi yang lebih kokoh untuk pertumbuhan yang stabil. Untuk infrastruktur keuangan, terkadang konservatif adalah pilihan yang paling agresif.