Sinyal pembukaan dalam konteks perdagangan internasional
Di Beijing, sebuah pertemuan tingkat tinggi antara Wakil Perdana Menteri Ding Xuexiang dan CEO Disney menandai perubahan signifikan dalam dinamika ekonomi antar kekuatan. Pesan yang disampaikan jelas: para raksasa hiburan Amerika Serikat didorong untuk memperdalam komitmen investasi mereka di wilayah China, sebuah langkah yang mencolok mengingat tantangan regulasi sebelumnya yang membatasi impor film.
Mengapa pasar China tetap tak tertandingi bagi Hollywood
Ekonomi kedua terbesar di dunia, dengan nilai sekitar 19 triliun dolar, menghadirkan dilema menarik bagi studio film Barat. Di satu sisi, audiens urban kelas menengah yang berkembang menawarkan potensi komersial luar biasa untuk pengalaman hiburan premium. Di sisi lain, pembatasan pemerintah terhadap konten asing telah mempertahankan kuota yang sangat terbatas.
Selama tiga puluh tahun, Beijing menerapkan kontrol ketat, hanya mengizinkan sepuluh film asing setiap tahun di wilayahnya. Kebijakan ini membuahkan hasil: produksi lokal semakin berkembang pesat. Tahun lalu, judul nasional seperti “Ne Zha 2” melampaui film dari distributor internasional dalam pendapatan box office, menunjukkan kekuatan perfilman domestik. Saat ini, film asal Amerika Serikat hanya menyumbang sekitar 5% dari total pendapatan bioskop di China, menurut para ahli industri.
Taman hiburan: mesin pertumbuhan sejati
Lebih dari pasar film tradisional, Disney telah mengidentifikasi taman hiburan sebagai peluang terbesar mereka. Shanghai Disneyland sudah beroperasi dengan sukses, menarik jutaan pengunjung setiap tahun. Kunjungan eksekutif ini memicu spekulasi tentang pembukaan fasilitas rekreasi kedua di kota-kota utama negara tersebut.
Pendekatan yang beragam ini mencerminkan strategi adaptasi: meskipun pembatasan film membatasi aliran konten yang konstan, pengalaman langsung menawarkan bisnis yang kurang diatur dan berpotensi lebih menguntungkan di pasar dengan daya beli yang meningkat.
Warisan strategis dari satu dekade ekspansi
Di bawah kepemimpinan Iger, Disney membangun sebuah kerajaan melalui akuisisi transformasional: Pixar, Marvel, dan franchise Star Wars menjadi bagian dari konglomerat. Merek-merek global ini, meskipun menghadapi batasan distribusi film di China, tetap mempertahankan nilai melalui merchandise dan pengalaman taman hiburan.
Pernyataan resmi CEO menegaskan kembali komitmen tersebut: “Disney sepenuhnya percaya pada potensi pengembangan di China dan akan memperluas operasinya secara signifikan.” Posisi ini menunjukkan bahwa, terlepas dari ketegangan geopolitik, para pelaku ekonomi utama berusaha menemukan ruang kerjasama yang saling menguntungkan di sektor-sektor kunci hiburan global.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pasar terbuka di Tiongkok merupakan peluang strategis bagi Disney saat hubungan perdagangan sedang didefinisikan ulang
Sinyal pembukaan dalam konteks perdagangan internasional
Di Beijing, sebuah pertemuan tingkat tinggi antara Wakil Perdana Menteri Ding Xuexiang dan CEO Disney menandai perubahan signifikan dalam dinamika ekonomi antar kekuatan. Pesan yang disampaikan jelas: para raksasa hiburan Amerika Serikat didorong untuk memperdalam komitmen investasi mereka di wilayah China, sebuah langkah yang mencolok mengingat tantangan regulasi sebelumnya yang membatasi impor film.
Mengapa pasar China tetap tak tertandingi bagi Hollywood
Ekonomi kedua terbesar di dunia, dengan nilai sekitar 19 triliun dolar, menghadirkan dilema menarik bagi studio film Barat. Di satu sisi, audiens urban kelas menengah yang berkembang menawarkan potensi komersial luar biasa untuk pengalaman hiburan premium. Di sisi lain, pembatasan pemerintah terhadap konten asing telah mempertahankan kuota yang sangat terbatas.
Selama tiga puluh tahun, Beijing menerapkan kontrol ketat, hanya mengizinkan sepuluh film asing setiap tahun di wilayahnya. Kebijakan ini membuahkan hasil: produksi lokal semakin berkembang pesat. Tahun lalu, judul nasional seperti “Ne Zha 2” melampaui film dari distributor internasional dalam pendapatan box office, menunjukkan kekuatan perfilman domestik. Saat ini, film asal Amerika Serikat hanya menyumbang sekitar 5% dari total pendapatan bioskop di China, menurut para ahli industri.
Taman hiburan: mesin pertumbuhan sejati
Lebih dari pasar film tradisional, Disney telah mengidentifikasi taman hiburan sebagai peluang terbesar mereka. Shanghai Disneyland sudah beroperasi dengan sukses, menarik jutaan pengunjung setiap tahun. Kunjungan eksekutif ini memicu spekulasi tentang pembukaan fasilitas rekreasi kedua di kota-kota utama negara tersebut.
Pendekatan yang beragam ini mencerminkan strategi adaptasi: meskipun pembatasan film membatasi aliran konten yang konstan, pengalaman langsung menawarkan bisnis yang kurang diatur dan berpotensi lebih menguntungkan di pasar dengan daya beli yang meningkat.
Warisan strategis dari satu dekade ekspansi
Di bawah kepemimpinan Iger, Disney membangun sebuah kerajaan melalui akuisisi transformasional: Pixar, Marvel, dan franchise Star Wars menjadi bagian dari konglomerat. Merek-merek global ini, meskipun menghadapi batasan distribusi film di China, tetap mempertahankan nilai melalui merchandise dan pengalaman taman hiburan.
Pernyataan resmi CEO menegaskan kembali komitmen tersebut: “Disney sepenuhnya percaya pada potensi pengembangan di China dan akan memperluas operasinya secara signifikan.” Posisi ini menunjukkan bahwa, terlepas dari ketegangan geopolitik, para pelaku ekonomi utama berusaha menemukan ruang kerjasama yang saling menguntungkan di sektor-sektor kunci hiburan global.