Harga bahan bakar sedang mereda di pompa, namun rak-rak bahan makanan terus menguras dompet lebih cepat. Konsumen menghadapi tekanan: satu biaya turun sementara kebutuhan pokok meningkat lebih tinggi. Kesenjangan yang semakin melebar antara inflasi energi dan makanan ini mengubah perilaku pengeluaran dan memaksa rumah tangga untuk mempertimbangkan kembali ke mana uang mereka dialokasikan. Saat daya beli riil menyusut, tempat penyimpanan nilai alternatif—di luar aset tradisional—menjadi semakin relevan dalam diskusi ekonomi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
11 Suka
Hadiah
11
3
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
TopBuyerBottomSeller
· 4jam yang lalu
Harga minyak turun tidak ada gunanya, keranjang sayur tetap saja dipanen secara tidak adil, sungguh luar biasa
Lihat AsliBalas0
WalletDetective
· 4jam yang lalu
Harga minyak turun apa gunanya, harga sayuran masih melambung tinggi, bukankah ini hanya cara baru untuk memanen keuntungan dari para investor rugi
Lihat AsliBalas0
TokenStorm
· 4jam yang lalu
Hmm, perbedaan inflasi kali ini menarik, energi turun makanan naik, fenomena pusat badai yang khas. Dari data on-chain, paus besar sudah lama mengakumulasi aset pengganti, sementara kita investor ritel masih bingung membeli bahan makanan.
Harga bahan bakar sedang mereda di pompa, namun rak-rak bahan makanan terus menguras dompet lebih cepat. Konsumen menghadapi tekanan: satu biaya turun sementara kebutuhan pokok meningkat lebih tinggi. Kesenjangan yang semakin melebar antara inflasi energi dan makanan ini mengubah perilaku pengeluaran dan memaksa rumah tangga untuk mempertimbangkan kembali ke mana uang mereka dialokasikan. Saat daya beli riil menyusut, tempat penyimpanan nilai alternatif—di luar aset tradisional—menjadi semakin relevan dalam diskusi ekonomi.