Setiap hari saya semakin memahami mengapa kemiskinan ada.\n\nDan saya tidak hanya berbicara tentang uang.\nSaya berbicara tentang mentalitas. Perilaku. Keputusan yang diulang selama bertahun-tahun.\n\nKebanyakan orang tidak hidup: mereka bereaksi.\n\nBangun dan mereka sudah berlari… tetapi tidak tahu ke mana arahnya.\nMengonsumsi apa yang ada di depan mereka. Berpendapat tentang apa yang sedang tren. Marah saat disentuh. Tenang saat diberi hiburan.\n\nMereka tidak berpikir.\nDan yang terburuk: mereka bahkan tidak sadar bahwa mereka tidak berpikir.\nSistem yang sempurna bukanlah yang menutupimu.\nItu yang meyakinkanmu bahwa kamu bebas sementara mereka memprogrammu dengan kebiasaan.\n\nKarena kontrol terkuat bukanlah ketakutan.\nItu rutinitas.\nItu “saya tidak punya waktu”.\nItu “itu yang ada”.\nItu “besok saya mulai”.\nItu “saya seperti ini”.\n\nOrang tidak miskin karena kurangnya peluang.\nMereka miskin karena mereka tidak mempertanyakan.\nKarena mereka lebih memilih kepastian daripada kebenaran.\nKarena mereka lebih suka bergabung dengan kelompok daripada menghadapi kebodohan mereka sendiri.\n\nDan hati-hati: saya tidak berbicara tentang menjadi “lebih pintar”.\nSaya berbicara tentang memiliki keberanian untuk mengajukan pertanyaan yang tidak nyaman:\n\nMengapa kamu melakukan apa yang kamu lakukan?\nSiapa yang diuntungkan jika kamu hidup lelah?\nKepada siapa yang menguntungkan jika kamu menghabiskan uang agar merasa lebih baik?\n\nSiapa yang mengajari kamu membenci risiko tetapi mencintai utang?\n\nSiapa yang meyakinkanmu bahwa bekerja lebih banyak jam adalah “bertanggung jawab”, tetapi berpikir lebih banyak adalah “membuang waktu”?\n\nKebanyakan orang tidak menginginkan jawaban.\nMereka menginginkan anestesi.\nMereka menginginkan hiburan.\nMereka menginginkan dopamin murah.\nMereka ingin merasa “orang baik” tanpa melakukan sesuatu yang berbeda.\n\nItulah sebabnya ada orang yang tidak akan pernah keluar dari tempat yang sama:\nkarena hidup mereka adalah lingkaran impuls.\n\nDan yang paling brutal: ketika seseorang mulai berpikir sungguh-sungguh…\n\norang lain menyebutnya “gila”, “terpesona”, “egois” atau “konspirator”.\n\nBukan karena mereka salah.\nTapi karena mereka merasa tidak nyaman.\n\nJadi ya: terima kasih.\nSistem membutuhkannya seperti itu: cepat bereaksi, lambat untuk merenung.\n\nSekarang pertanyaan yang tidak ingin dibaca siapa pun:\n\nApakah kamu bangun… atau hanya terhibur?

Lihat Asli
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)