Pembatalan tarif 1 Februari terbaru terhadap negara-negara Eropa—yang awalnya terkait dengan sengketa atas Greenland—tentu saja telah memberikan " reli kelegaan" jangka pendek, tetapi pasar tetap dalam keadaan tegang.
Meskipun judul menunjukkan meredanya ketegangan, sentimen dasar menunjukkan ini lebih sebagai jeda taktis daripada perubahan total dalam kebijakan perdagangan. Berikut adalah bagaimana sinyal ini mempengaruhi tren pasar:
1. "De-escalation Premium" di Safe Havens
Dampak langsungnya adalah sedikit pendinginan dalam reli bahan logam mulia yang sangat cepat.
Emas & Perak: Emas spot, yang baru-baru ini mendekati angka $4.900, mengalami penarikan kecil ke arah $4.790 saat "kejutan tarif" langsung mereda. Perak juga mundur dari puncaknya di $97/ons.
Sentimen Pasar: Investor beralih dari mode "panic-buy" ke pendekatan "tunggu dan lihat". Namun, selama kerangka "Greenland" tetap samar, permintaan safe-haven tetap kuat, menjaga logam dekat level tertinggi sejarah.
2. Relieve Khusus Sektor
Penghapusan ancaman tarif blanket 10% (yang akan naik menjadi 25% pada Juni) adalah kemenangan besar untuk industri tertentu:
Otomotif: Produsen mobil Eropa (terutama di Jerman dan Inggris) melihat lonjakan harga saham karena ancaman langsung terhadap margin ekspor mereka ke AS menghilang.
Barang Industri: Logam non-ferrous seperti Tembaga dan Aluminium telah stabil, karena pedagang tidak lagi harus memperhitungkan gangguan besar terhadap rantai pasokan transatlantik untuk Februari.
3. Skeptisisme yang Tersisa & Otonomi Strategis
Meskipun "meredanya," pasar tidak sepenuhnya yakin akan stabilitas jangka panjang:
Variabel "Greenland": Pembalikan Trump didasarkan pada "kerangka awal" dengan NATO, namun otoritas Denmark dan Greenland mempertahankan bahwa wilayah tersebut tidak untuk dijual. Pasar melihat ini sebagai gencatan senjata yang berpotensi rapuh.
Respon UE: Parlemen Eropa telah mempertahankan penangguhan kesepakatan perdagangan AS-UE yang lebih luas, menandakan bahwa mereka belum siap kembali ke "bisnis seperti biasa."
📝 Ringkasan untuk Investor
"Relief" ini bermakna karena mencegah kejutan stagflasi pada 1 Februari, tetapi belum mengubah prospek bullish jangka panjang untuk komoditas. Analis (termasuk Goldman Sachs dan J.P. Morgan) sebenarnya telah menaikkan target akhir tahun mereka untuk emas ke kisaran $5.000–$5.400, menunjukkan bahwa volatilitas perdagangan kini menjadi fitur permanen dari lanskap pasar 2026.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#TrumpWithdrawsEUTariffThreats
Pembatalan tarif 1 Februari terbaru terhadap negara-negara Eropa—yang awalnya terkait dengan sengketa atas Greenland—tentu saja telah memberikan " reli kelegaan" jangka pendek, tetapi pasar tetap dalam keadaan tegang.
Meskipun judul menunjukkan meredanya ketegangan, sentimen dasar menunjukkan ini lebih sebagai jeda taktis daripada perubahan total dalam kebijakan perdagangan. Berikut adalah bagaimana sinyal ini mempengaruhi tren pasar:
1. "De-escalation Premium" di Safe Havens
Dampak langsungnya adalah sedikit pendinginan dalam reli bahan logam mulia yang sangat cepat.
Emas & Perak: Emas spot, yang baru-baru ini mendekati angka $4.900, mengalami penarikan kecil ke arah $4.790 saat "kejutan tarif" langsung mereda. Perak juga mundur dari puncaknya di $97/ons.
Sentimen Pasar: Investor beralih dari mode "panic-buy" ke pendekatan "tunggu dan lihat". Namun, selama kerangka "Greenland" tetap samar, permintaan safe-haven tetap kuat, menjaga logam dekat level tertinggi sejarah.
2. Relieve Khusus Sektor
Penghapusan ancaman tarif blanket 10% (yang akan naik menjadi 25% pada Juni) adalah kemenangan besar untuk industri tertentu:
Otomotif: Produsen mobil Eropa (terutama di Jerman dan Inggris) melihat lonjakan harga saham karena ancaman langsung terhadap margin ekspor mereka ke AS menghilang.
Barang Industri: Logam non-ferrous seperti Tembaga dan Aluminium telah stabil, karena pedagang tidak lagi harus memperhitungkan gangguan besar terhadap rantai pasokan transatlantik untuk Februari.
3. Skeptisisme yang Tersisa & Otonomi Strategis
Meskipun "meredanya," pasar tidak sepenuhnya yakin akan stabilitas jangka panjang:
Variabel "Greenland": Pembalikan Trump didasarkan pada "kerangka awal" dengan NATO, namun otoritas Denmark dan Greenland mempertahankan bahwa wilayah tersebut tidak untuk dijual. Pasar melihat ini sebagai gencatan senjata yang berpotensi rapuh.
Respon UE: Parlemen Eropa telah mempertahankan penangguhan kesepakatan perdagangan AS-UE yang lebih luas, menandakan bahwa mereka belum siap kembali ke "bisnis seperti biasa."
📝 Ringkasan untuk Investor
"Relief" ini bermakna karena mencegah kejutan stagflasi pada 1 Februari, tetapi belum mengubah prospek bullish jangka panjang untuk komoditas. Analis (termasuk Goldman Sachs dan J.P. Morgan) sebenarnya telah menaikkan target akhir tahun mereka untuk emas ke kisaran $5.000–$5.400, menunjukkan bahwa volatilitas perdagangan kini menjadi fitur permanen dari lanskap pasar 2026.