Virus Nipah (Nipah virus, NiV) adalah virus RNA zoonosis yang menular dari hewan ke manusia, termasuk dalam keluarga Paramyxoviridae, dengan tingkat kematian tinggi dan potensi risiko pandemi. Berikut adalah rangkuman sistematis dari informasi kunci:



---

1. Penemuan dan Distribusi

· Wabah pertama: tahun 1998 di Seri Menanti, Negeri Sembilan, Malaysia (pertama kali ditemukan di peternakan babi, banyak infeksi terkait kontak dekat dengan babi).
· Asal penamaan: berasal dari "Kampung Nipah" di Malaysia.
· Wilayah utama yang terdampak: Asia Tenggara (Malaysia, Singapura, Bangladesh, India), dalam beberapa tahun terakhir juga dilaporkan kasus di Filipina.

---

2. Inang alami dan Jalur Penularan

· Inang alami: kelelawar buah (Keluarga Pteropodidae), khususnya kelelawar besar penghisap buah, tanpa gejala tetapi membawa virus dalam jangka panjang.
· Jalur penularan:
· Penularan dari hewan: kontak dengan cairan tubuh/ekskresi hewan yang terinfeksi (seperti babi, kuda), atau konsumsi makanan yang terkontaminasi kelelawar (seperti jus aren, buah-buahan).
· Penularan antar manusia: melalui kontak dekat dengan cairan pernapasan, saliva, atau cairan tubuh dari penderita yang terinfeksi (sering terjadi di Bangladesh dan India).
· Penularan lingkungan: kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi urine atau saliva kelelawar.

---

3. Manifestasi Klinis

· Masa inkubasi: biasanya 4-14 hari, dapat hingga 45 hari.
· Rentang gejala: dari infeksi tanpa gejala hingga ensefalitis yang mematikan.
· Tahap awal: demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, sakit tenggorokan.
· Kasus berat: ensefalitis (mengantuk, kebingungan, kejang, koma), sebagian pasien mengalami sindrom gangguan pernapasan akut.
· Efek sisa: sekitar 20% penyintas mengalami gangguan neurologis (perubahan kepribadian, kejang berkelanjutan, dll).

---

4. Diagnosa dan Pengobatan

· Diagnosa:
· Deteksi RNA virus secara real-time RT-PCR (darah, cairan serebrospinal, cairan pernapasan).
· Tes serologi (metode ELISA untuk IgG/IgM).
· Isolasi virus (harus dilakukan di laboratorium biosafety level 4).
· Pengobatan:
· Belum ada obat atau vaksin spesifik (hingga 2024, kandidat vaksin masih dalam tahap uji klinis).
· Pendukung utama: pengelolaan simptom (dukungan pernapasan, rehidrasi, penanganan komplikasi).
· Antibodi monoklonal (m102.4) pernah digunakan dalam keadaan darurat untuk pengobatan simtomatik, efektivitasnya masih dalam penelitian.

---

5. Pencegahan dan Pengendalian

· Hindari kontak dengan sumber infeksi:
· Jangan konsumsi buah mentah atau sayuran yang terkontaminasi kelelawar, atau jus aren yang tidak direbus.
· Monitoring dan isolasi hewan (babi, kuda) di daerah yang sedang wabah.
· Pengendalian infeksi:
· Isolasi pasien, petugas kesehatan harus mengikuti prosedur perlindungan ketat (masker, sarung tangan, pelindung mata).
· Penanganan jenazah secara aman (kontak langsung dengan jenazah dapat menyebabkan infeksi).
· Langkah-langkah kesehatan masyarakat:
· Tingkatkan pengawasan dan peringatan dini (terutama di daerah berisiko tinggi).
· Tingkatkan kesadaran masyarakat tentang jalur penularan.

---

6. Risiko dan Tantangan Potensial

· Tingkat kematian tinggi: angka kematian sekitar 40%-75% (tergantung strain virus dan kondisi medis).
· Kemampuan penularan antar manusia: meskipun memerlukan kontak dekat, di daerah dengan fasilitas kesehatan yang buruk dapat menyebabkan infeksi klaster.
· Risiko mutasi virus: virus RNA berpotensi mengalami mutasi yang meningkatkan daya penular atau virulensi.
· Tingkat biosafety: diklasifikasikan sebagai patogen biosafety level 4 (BSL-4), penelitian memerlukan perlindungan tingkat tertinggi.

---

Perhatian dan Respon Global

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjadikan virus Nipah sebagai agen prioritas untuk penelitian (bersama Ebola dan Zika), bertujuan mempercepat pengembangan vaksin dan obat. Kerja sama internasional (seperti pendanaan CEPI untuk pengembangan vaksin) sedang berlangsung untuk kesiapsiagaan pengendalian.

---

Ringkasan

Virus Nipah adalah virus yang berasal dari kelelawar, dengan tingkat kematian tinggi dan potensi epidemi, saat ini belum memiliki pengobatan spesifik. Pencegahan bergantung pada deteksi dini, pemutusan rantai penularan dari hewan ke manusia dan antar manusia, serta edukasi kesehatan masyarakat. Penelitian berkelanjutan terhadap vaksin dan antivirus adalah kunci untuk menghadapi potensi wabah di masa depan.

Jika membutuhkan detail lebih spesifik (seperti kasus wabah sejarah, perkembangan penelitian terbaru, dll), dapat ditambahkan informasi lebih lanjut.
Lihat Asli
post-image
post-image
尼帕病毒
尼帕病毒NipahVirusDisease
MC:$3.33KHolder:1
0.00%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)