Potret Donald Trump Muda versus Jalan Panjang Joe Biden menuju Puncak Kekuasaan

Dua tokoh yang akan mengubah sejarah Amerika memulai perjalanan mereka dari titik yang sangat berbeda. Sementara Donald Trump muda sibuk mengembangkan kerajaan bisnis real estate di New York dengan dukungan keluarga, Joe Biden justru memilih jalur yang lebih penuh tantangan di dunia politik. Saat ini, kedua pria berusia tujuh puluhan tahun ini saling berhadapan dengan pengalaman hidup lebih dari 70 tahun masing-masing. Donald Trump (74 tahun) dan Joe Biden (77 tahun) membawa latar belakang yang sangat kontras—satu dari dunia bisnis, satu dari kehidupan publik—namun keduanya memiliki tujuan akhir yang sama: memimpin Gedung Putih.

Donald Trump Muda: Dari Akademi Militer hingga Membangun Dinasti Bisnis

Donald John Trump, lahir pada bulan Juni 1946, adalah anak keempat dari Fred Trump, seorang taipan real estate terkemuka di New York, dan Mary Anne MacLeod Trump. Sejak kecil, Donald Trump muda sudah terbiasa dengan dunia bisnis melalui pengalaman di perusahaan ayahnya. Pada usia 13 tahun, dia dikirim ke Akademi Militer New York untuk mendapatkan pendidikan yang disiplin. Masa-masa di akademi militer ini membentuk karakter Donald Trump muda, mengajarnya tentang kepemimpinan dan ketegasan.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya, Donald Trump melanjutkan ke Universitas Pennsylvania, mempersiapkan diri untuk mengambil alih warisan bisnis ayahnya. Sementara saudaranya, Frederick Crist Trump Jr., memilih untuk menjadi pilot, Donald Trump muda berinisiatif untuk mendalami dan mengembangkan kerajaan real estate keluarga. Dialah yang akhirnya meneruskan perjalanan bisnis Fred Trump dan mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih besar dari sebelumnya.

Joe Biden: Mengatasi Kesulitan dan Memilih Jalan Politik

Berbanding terbalik dengan trajectory Donald Trump muda, Joseph Robinette Biden Jr. lahir pada tahun 1942 di Scranton, Pennsylvania, sebagai anak tertua dari empat bersaudara dalam keluarga Katolik Irlandia-Amerika. Kehidupan awal Joe Biden ditandai dengan tantangan personal yang berat. Dia menderita gagap yang cukup parah di masa sekolah menengah, kondisi yang pada saat itu dianggap sebagai hambatan serius. Namun melalui dedikasi dan teknik latihan berbicara di depan cermin selama berbulan-bulan, Biden berhasil mengatasi kesulitan ini.

Biden belajar di Universitas Delaware dan melanjutkan pendidikan hukum di Universitas Syracuse. Berbeda dengan Trump yang langsung memasuki bisnis keluarga, Biden memilih untuk membangun karir politiknya sendiri di Wilmington, Delaware, setelah menikahi istri pertamanya, Neilia.

Dekade 1970-an: Trump Organization Berkembang, Biden Masuki Senat

Periode 1970-an menjadi titik balik untuk keduanya, meski dengan arah yang berbeda. Donald Trump muda memulai kariernya dengan pinjaman dari ayahnya—yang dia sebut sebagai “pinjaman kecil” sebesar satu juta dolar. Dengan modal ini, dia bergabung dengan perusahaan Fred Trump dan membantu mengelola portofolio properti di New York City. Pada tahun 1971, Trump secara resmi mengubah nama perusahaan menjadi Trump Organization, menandai era baru dari imperiumnya. Enam tahun kemudian, pada 1977, Donald Trump muda menikahi Ivana Zelnickova, seorang model dan atlet dari Ceko. Dari pernikahan ini lahir tiga anak—Donald Jr., Ivanka, dan Eric—yang kelak akan membantu ayah mereka menjalankan Trump Organization.

Sementara itu, Joe Biden mengalami momen yang jauh lebih dramatis. Setelah terpilih sebagai senator pada tahun 1972, tragedi menimpa keluarganya. Istri dan putrinya Naomi tewas dalam kecelakaan mobil yang mengerikan, sementara anak-anaknya Beau dan Hunter mengalami luka-luka serius. Biden dilantik sebagai senator Partai Demokrat untuk masa jabatan pertamanya langsung dari kamar rumah sakit tempat anak-anaknya dirawat. Momen ini menandai babak baru dalam kehidupan Biden yang penuh dengan perjuangan personal.

Tahun 1980-an: Trump Tower Mengubah Skyline Manhattan

Masuki dekade 1980-an, Donald Trump muda melakukan ekspansi bisnis yang berani. Dia mengalihkan fokus dari Brooklyn dan Queens ke jantung New York—Manhattan. Proyek terbesarnya adalah Trump Tower, gedung pencakar langit mewah yang dibangun di Fifth Avenue. Landmark ini selesai pada 1983 dan segera menjadi simbol kesuksesan dan kemewahan. Setelah itu, properti-properti berlabel Trump terus bermunculan: Trump Place, Trump World Tower, dan Trump International Hotel & Tower, semuanya menarik perhatian media massa dan publik.

Dalam periode yang sama, Joe Biden menjalani 14 tahun pertamanya di Washington D.C. dengan fokus membangun kembali kehidupan pribadinya. Dia berkomitmen untuk memberikan kehidupan normal kepada anak-anaknya dan bahkan bepergian setiap hari dari rumahnya di Delaware ke Washington. Pada 1983, Biden memutuskan untuk menikah lagi dengan Jill Jacobs, seorang guru, dan bersama-sama mereka mempunyai seorang putri bernama Ashley. Namun ambisi politiknya tidak berhenti. Pada tahun 1987, Biden mencalonkan diri sebagai presiden untuk pertama kalinya, sebuah keputusan yang berani. Sayangnya, usahanya berakhir ketika dia mengumumkan pengunduran diri setelah dituduh menjiplak pidato Neil Kinnock, pemimpin Partai Buruh Inggris saat itu.

Dekade 1990-an: Trump Merambah Industri Hiburan

Memasuki tahun 1990-an, portofolio Donald Trump muda semakin beragam. Dia tidak hanya fokus pada real estate lagi, melainkan merambah ke industri hiburan. Pada tahun 1996, Trump mulai menyelenggarakan berbagai kontes kecantikan internasional seperti Miss Universe, Miss USA, dan Miss Teen USA. Ini menunjukkan bahwa ambisi Trump melampaui sekedar properti—dia ingin menjadi tokoh yang dikenal secara luas.

Tahun 1993 menjadi tahun pernikahan keduanya, kali ini dengan aktris Marla Maples. Dari hubungan ini lahir seorang putri bernama Tiffany. Pernikahan mereka bertahan hingga 1999 sebelum berakhir dengan perceraian. Tahun 1999 juga menandai meninggalnya Fred Trump, ayah dari Donald Trump. Meninggalnya pendiri dinasti ini meninggalkan dampak mendalam—Trump pernah mengatakan bahwa “ayahnya adalah inspirasi terbesar” dalam hidupnya.

Sementara itu, Joe Biden terus membangun karir politiknya pasca-kegagalan presiden. Dia tetap aktif di Senat dan mempersiapkan diri untuk kesempatan berikutnya di dunia politik nasional. Kontras dengan ledakan bisnis dan celebrity Trump, Biden memilih untuk tetap fokus pada tugas-tugas ketatanegaraan dan melayani masyarakat melalui institusi demokratis yang ada.

Dua pria dari generasi yang sama, dengan pengalaman yang sangat berbeda—Donald Trump muda berhasil membangun empire bisnis dari nol, sementara Joe Biden melalui perjalanan panjang yang penuh dengan tantangan pribadi namun dedikasi terhadap layanan publik. Sekarang di usia senja mereka, keduanya berdiri sebagai tokoh paling berpengaruh dalam permainan kekuasaan Amerika tertinggi.

Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)