Runtuhnya Regulasi RUU Kripto: Harapan Baru bagi Ekosistem Coin dan DeFi

Industri coin mengalami momen bersejarah minggu ini ketika Coinbase secara dramatis menarik dukungannya terhadap RUU struktur pasar kripto AS, diikuti pembatalan sidang komite. Kejadian ini telah mengubah persepsi di seluruh sektor—bukan sebagai kekalahan, melainkan sebagai kesempatan emas bagi komunitas DeFi dan pemangku kepentingan crypto untuk merancang ulang kerangka regulasi yang lebih seimbang.

Pasar merespons dengan volatilitas moderat. Bitcoin bergerak di level $88,25K dengan penurunan 1,11% dalam 24 jam terakhir, sementara Ethereum turun 1,90% ke posisi $2,95K. Solana mengalami tekanan lebih besar dengan penurunan 3,00% ke $123,41, sedangkan BNB relatif stabil di $900,20 (turun 0,16%) dan Dogecoin melemah 2,83% ke $0,12. Fluktuasi ini mencerminkan ketidakpastian pasar menghadapi perpanjangan negosiasi regulasi, namun analis melihat ini sebagai fase konsolidasi dalam ekosistem coin yang lebih besar.

Dinamika Pasar Coin di Tengah Kampanye Regulasi

Analisis pasar menunjukkan bahwa Bitcoin diperdagangkan seperti aset berisiko tinggi daripada lindung nilai makro, terjebak dalam konsolidasi bearish sekitar 30 persen di bawah puncak Oktober. Pemulihan tajam pada dolar AS dan kekuatan berkelanjutan pada komoditas—terutama emas yang mencapai rekor tertinggi serta perak dan tembaga yang tetap tinggi—telah menutupi performa sektor cryptocurrency. Meskipun demikian, struktur fundamental coin market tetap solid dengan volume perdagangan yang konsisten di bursa utama.

Ketika Federal Reserve mempertahankan suku bunga, perdagangan crypto mengalami konsolidasi meskipun terdapat kenaikan moderat pada beberapa altcoin. Dinamika ini menunjukkan bahwa investor institutional tetap memantau arah regulasi sebagai faktor kunci dalam keputusan alokasi modal mereka.

Langkah Mundur RUU: Peluang Transformasi bagi DeFi

Para pemimpin DeFi tidak melihat penundaan ini sebagai kesetaraan, tetapi sebagai kesempatan strategis. Mike Silagadze, pendiri Ether.fi, menyatakan posisi yang jelas kepada CoinDesk: “Saya tidak terlalu khawatir tentang hal itu—saya sebenarnya menganggapnya positif, karena RUU tersebut dalam bentuknya yang ada sangat merugikan untuk crypto dan DeFi.”

Silagadze menjelaskan bahwa proposal awal akan membatasi hasil dari kepemilikan stablecoin dan memberlakukan batasan signifikan pada protokol DeFi yang sedang berkembang. Namun, ia mengungkapkan optimisme bahwa “versi yang lebih baik akhirnya akan kembali ke meja perundingan dengan pertimbangan yang lebih mendalam terhadap ekosistem DeFi.”

Bill Hughes, penasihat senior dan direktur urusan regulasi global di Consensys, memperkuat pandangan tersebut dengan perspektif yang lebih strategis. Hughes mengatakan bahwa jeda tersebut menunjukkan bahwa pembuat undang-undang dan pendukung industri bersedia mundur daripada menerima ketentuan yang akan mengatur secara berlebihan teknologi terdesentralisasi. “Para pihak yang mendorong pengawasan dan kontrol pemerintah yang lebih ketat membutuhkan RUU ini lebih daripada komunitas DeFi, setidaknya dalam jangka pendek,” ujar Hughes, menambahkan bahwa kemunduran ini menjadi pengingat tentang “apa yang akan mereka kehilangan jika tidak ada langkah yang diambil.”

Keputusan Coinbase untuk mencabut dukungan menunjukkan bahwa bahkan bursa terbesar di AS pun bersedia meninggalkan RUU yang dianggapnya berpotensi menghentikan inovasi dalam ekosistem coin global. Armstrong terlihat di DPR pada hari Kamis, menunjukkan bahwa langkah Coinbase bersifat sementara hingga rancangan undang-undang yang direvisi tersedia.

Negosiasi Berlanjut: Sinyal Positif dari Senator Tim Scott

Ketua komite, Senator Tim Scott, seorang Republikan dari Carolina Selatan, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia telah “berbicara dengan para pemimpin di seluruh industri kripto dan sektor keuangan, serta rekan-rekan Demokrat dan Republik, dan semua pihak tetap berada di meja perundingan bekerja dengan itikad baik.”

Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa momentum negosiasi tidak sepenuhnya hilang. Justru sebaliknya, penundaan ini membuka ruang bagi pihak-pihak untuk menyesuaikan posisi mereka. Hughes dari Consensys percaya bahwa meskipun rancangan undang-undang belum sempurna, perusahaan crypto masih memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk hasilnya.

“Para sponsor dan industri akan meninggalkan legislasi struktur pasar daripada menerima regulasi berlebihan terhadap teknologi terdesentralisasi,” ujar Hughes. Penundaan ini mengirimkan pesan jelas kepada para senator yang mendorong garis keras bahwa “mereka membutuhkan undang-undang ini lebih daripada industri coin dan DeFi.” Dinamika ini, menurutnya, dapat mengarah pada revisi proposal yang lebih balance dan membawa pendukung utama seperti Coinbase kembali ke dalam lingkaran negosiasi.

Perspektif Jangka Panjang: Pudgy Penguins dan Evolusi Ekosistem Coin

Sementara negosiasi berlangsung, ekosistem cryptocurrency menunjukkan dinamika inovasi yang tetap kuat. Pudgy Penguins muncul sebagai salah satu brand NFT-native terkuat dalam siklus ini, mengalihkan fokus dari “barang mewah digital” spekulatif menjadi platform IP konsumen multi-vertikal yang terintegrasi.

Strategi Pudgy Penguins mencakup akuisisi pengguna melalui saluran mainstream terlebih dahulu—mainan, kemitraan retail, dan media viral—kemudian onboarding mereka ke Web3 melalui game, NFT, dan token PENGU. Ekosistem ini kini mencakup produk phygital (penjualan retail > $13M dan > 1M unit terjual), game dan pengalaman (Pudgy Party melampaui 500k download dalam dua minggu), dan token yang terdistribusi luas (airdrop ke 6M+ wallet).

Kesuksesan Pudgy Penguins menunjukkan bahwa sektor coin dan DeFi terus berinovasi meski tengah menghadapi tantangan regulasi. Pasar saat ini menilai Pudgy dengan premium relatif terhadap peer tradisional, namun kesuksesan berkelanjutan tergantung pada eksekusi di ekspansi retail, adopsi gaming, dan utilitas token yang lebih dalam.

Signifikansi Bagi Masa Depan Regulasi Coin dan DeFi

Pada permukaannya, penundaan terhadap RUU yang seharusnya mempermudah institusi untuk berpartisipasi dalam DeFi merupakan setback sementara, namun sebenarnya sektor ini berhasil menghindari kerangka yang terlalu membatasi dalam jangka pendek. Dengan kemungkinan kerangka yang lebih hangat saat RUU yang direvisi diajukan, komunitas DeFi memandang ini sebagai kemenangan strategis. CEO Ripple Brad Garlinghouse turut melihat situasi ini sebagai peluang untuk dialog yang lebih konstruktif.

Penundaan RUU struktur pasar kripto pada dasarnya mencerminkan pergeseran kekuatan dalam negosiasi. Legislator menyadari bahwa industri coin, terutama sektor DeFi, tidak akan menerima regulasi yang melampaui batas. Ini membuka jalan bagi diskusi yang lebih nuansial tentang bagaimana melindungi konsumen tanpa membunuh inovasi dalam ekosistem terdesentralisasi.

Ke depannya, ekspektasinya adalah RUU yang direvisi akan mempertimbangkan lebih seksama kebutuhan protokol DeFi, sementara tetap menjaga standar perlindungan yang diperlukan untuk pasar cryptocurrency yang lebih matang. Bagi investor dan partisipan coin market, momen ini menandai perubahan penting dalam dinamika regulasi—dari pendekatan one-size-fits-all menjadi framework yang lebih sophisticated dan adaptive terhadap realitas teknologi blockchain dan DeFi.

DEFI-2,94%
BTC-5,91%
ETH-6,87%
SOL-6,36%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)