Kapitulasi Penambang Bitcoin Berlanjut: Sinyal Kontrarian Menjelang Pemulihan Harga

Algoritma Bitcoin menghadapi tantangan signifikan seiring dengan terus berlanjutnya fase tekanan pada para penambang. Selama hampir 60 hari terakhir, jaringan mengalami gelombang investasi ulang dari penambang yang mencari peluang lain, menciptakan suatu dinamisika pasar yang penuh dengan tanda tanya. Saat ini, dengan harga Bitcoin berada di $88.37K dan menunjukkan penurunan 1.02% dalam 24 jam terakhir, fenomena ini menjadi perhatian serius bagi investor dan analis pasar.

Hashrate Turun Drastis: Ketika Penambang Menyerah

Kekuatan komputasi yang menjaga integritas blockchain Bitcoin telah mengalami penurunan sekitar 15% dari puncaknya di bulan Oktober. Dalam hitungan minggu, daya pemrosesan jaringan menurun dari sekitar 1,1 zettahash per detik menjadi 977 exahash per detik—sebuah penurunan yang mencerminkan keputusan ribuan penambang untuk mematikan peralatan mereka atau sepenuhnya berhenti operasional.

Penurunan ini bukanlah kebetulan. Penyempitan margin keuntungan telah memaksa penambang untuk melakukan kalkulasi ulang terhadap kelangsungan bisnis mereka. Dengan biaya listrik yang tinggi dan pendapatan yang terbatas, banyak yang memilih untuk menunggu kondisi pasar membaik atau beralih ke aktivitas yang lebih menguntungkan.

Investasi Ulang Penambang: Dari Bitcoin ke Komputasi Generasi Baru

Fenomena kapitulasi tidak hanya berarti penambang menyerah total. Sebagian besar perusahaan pertambangan terkemuka justru mengambil langkah strategis untuk mendiversifikasi portofolio mereka. Perusahaan seperti Riot Platforms menjual bitcoin untuk membiayai investasi besar-besaran di bidang artificial intelligence dan komputasi berkinerja tinggi (HPC).

Tren ini menunjukkan bahwa kapitulasi adalah adalah transformasi industri yang lebih dalam. Penambang tidak hanya mengalami tekanan, tetapi juga sedang melakukan reposisi untuk menghadapi realitas pasar yang berubah. Investasi dalam AI dan infrastruktur komputasi dianggap sebagai jalan menuju profitabilitas jangka panjang.

Hash Ribbon: Membaca Sinyal Pasar Melalui Indikator Teknis

Metric Hash Ribbon dari Glassnode telah menjadi alat penting untuk melacak fase-fase kapitulasi penambang. Indikator ini bekerja dengan membandingkan tren hashrate jangka pendek dan jangka panjang, menciptakan suatu sistem peringatan dini untuk investor.

Pada 29 November, Hash Ribbon menunjukkan pembalikan—suatu momen kritis yang biasanya diikuti oleh aktivitas penjualan bitcoin masif dari penambang guna membiayai operasional. Namun, ironisnya, VanEck dan banyak analis terkemuka lainnya memandang fase kapitulasi ini sebagai sinyal kontrarian yang positif. Secara historis, periode tekanan berkelanjutan terhadap penambang telah diikuti oleh momentum harga bitcoin yang baru setelah penambang yang tidak efisien keluar dari pasar dan tekanan jual akhirnya tereduksi.

Saat ini, Hash Ribbon menunjukkan indikasi bahwa fase puncak kapitulasi mungkin sudah mendekati akhir. Ketika rata-rata pergerakan hashrate 30 hari kembali melampaui rata-rata 60 hari, kondisi ini sering sejalan dengan perbaikan aksi harga—sebuah pola yang telah terbukti berulang kali dalam siklus pasar bitcoin.

Penyesuaian Kesulitan Negatif: Tujuh Kali dalam Delapan Periode

Dinamika ini diperkuat oleh penyesuaian kesulitan penambangan yang terus negatif. Kesulitan penambangan Bitcoin, yang disesuaikan secara otomatis untuk menjaga waktu blok tetap di sekitar 10 menit, dijadwalkan turun sebesar 4% pada 22 Januari menjadi sekitar 139 triliun. Ini menandai penyesuaian negatif yang ketujuh dalam delapan periode terakhir—suatu frekuensi yang jarang terjadi.

Penyesuaian berulang kali ini menciptakan suatu lingkaran: hashrate turun, kesulitan disesuaikan lebih rendah, tetapi penambang masih terdorong untuk keluar. Namun, pola ini juga mengisyaratkan bahwa titik terendah mungkin sudah terlihat di depan mata.

Anomali Pasar: XRP Menunjukkan Tanda-Tanda Kehidupan

Sementara Bitcoin mengalami gelombang kapitulasi penambang, pasar mata uang kripto menunjukkan diferensiasi yang menarik. XRP telah turun sekitar 4% pada bulan lalu, dengan penurunan 1.82% dalam 24 jam terakhir—jauh lebih moderat dibandingkan dengan Bitcoin. Yang lebih menarik adalah bahwa ETF spot XRP yang terdaftar di AS telah menarik aliran bersih sebesar $91,72 juta dalam bulan ini.

Fenomena ini menunjukkan bahwa beberapa segmen pasar justru menunjukkan minat investor yang memperkuat, bertentangan dengan tren penjualan umum. Hal ini bisa mengindikasikan rotasi modal atau kepercayaan investor terhadap proyek-proyek alternatif.

Kesimpulan: Kapitulasi Sebagai Pintu Gerbang Pemulihan

Kapitulasi adalah adalah bagian dari siklus pasar yang alami namun sering disalahinterpretasi. Fase ketika penambang menyerah dan diversifikasi investasi mereka sering kali menjadi fondasi bagi momentum pemulihan yang baru. Dengan Hash Ribbon menunjukkan tanda-tanda pembalikan, penyesuaian kesulitan negatif yang beruntun, dan indikasi bahwa fase terburuk mungkin sudah lewat, pasar mungkin sedang bersiap untuk bab berikutnya.

Bagi investor, periode ini menawarkan kesempatan untuk memahami dinamika pasar yang lebih dalam dan mengidentifikasi peluang di tengah tekanan. Sinyal kontrarian dari fase kapitulasi penambang mungkin menjadi indikator yang paling penting untuk diperhatikan dalam tiga bulan mendatang.

BTC-5,52%
XRP-5,51%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)