Memasuki fase baru tahun 2024, pasar kripto menunjukkan dinamika yang kompleks dengan bitcoin mengalami tekanan harga di tengah sentimen risiko yang semakin defensive. Sementara aset tradisional seperti emas mencapai rekor tertinggi, sektor alternatif mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan kembali. Perkembangan ini mencerminkan shift strategis dalam alokasi modal global yang dipicu oleh ketidakpastian geopolitik.
Sentimen Pasar Berbelok ke Aset Defensif
Tekanan pada bitcoin dan ethereum mencerminkan perubahan substansial dalam sentimen pasar. Bitcoin melemah menuju $88.090 dengan penurunan 1,04% dalam 24 jam terakhir, sementara ethereum terkoreksi ke level $2.950 dengan kehilangan 1,40%. Pergerakan ini sejalan dengan kelemahan yang juga terlihat pada kontrak berjangka indeks Nasdaq 100 dan S&P 500, masing-masing turun 0,4% dan 0,25%.
Emas dan perak, di sisi lain, mencapai level tertinggi sepanjang sejarah minggu ini. Fenomena ini bukan kebetulan—para investor secara masif beralih ke lindung nilai tradisional ketika menghadapi skenario makroekonomi yang penuh ketidakpastian. Pembicaraan trilateral pertama antara Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat pada hari Jumat menciptakan tekanan psikologis yang signifikan, dengan sebagian besar analis menyatakan pesimisme mengenai prospek penyelesaian konflik.
Altcoin Menangkap Peluang di Tengah Konsolidasi
Sementara bitcoin dan ethereum mengalami tekanan, sektor alternatif mulai menunjukkan potensi breakout yang menarik. LayerZero (ZRO), protokol interoperabilitas lintas-chain yang sedang naik popularitasnya, mengalami koreksi sebesar 3,62% dalam 24 jam terakhir—meskipun demikian, token ini terus mendapat perhatian karena ekspektasi update utama yang dijadwalkan untuk awal Februari.
Pergerakan di sektor alternatif juga mencakup Tron (TRX) yang menguat 0,88% dan Dash (DASH) yang terkoreksi 8,06%. Dinamika ini mengindikasikan bahwa likuiditas mulai bergerak ke aset-aset dengan value proposition spesifik daripada sekadar mengikuti gerakan bitcoin dan ethereum.
Indeks musim altcoin menanjak menjadi 29 dari 100, naik dari 24 minggu sebelumnya, menandakan inisiatif trader untuk memanfaatkan relatif calm dalam volatilitas untuk hunting bargain. Namun, perlu diwaspadai bahwa kedalaman pasar (market depth) untuk aset tertentu masih terbatas. The Open Network (TON), misalnya, memiliki kedalaman pasar 2% senilai antara $580.000 hingga $700.000—dengan kata lain, hanya diperlukan pesanan dalam rentang tersebut untuk menggerakkan aset bernilai $3,7 miliar sebesar 2%.
Tekanan pada Derivatif Sinyal Kehati-hatian Pedagang
Aktivitas di pasar derivatif mengungkap tren yang mencemaskan bagi bull. Lebih dari $200 juta dalam taruhan futures kripto dilikuidasi dalam 24 jam terakhir, dengan posisi long (bullish) menyumbang mayoritas dari total tersebut. Peristiwa ini merupakan kontinuasi dari pola minggu lalu ketika penurunan harga mengejutkan para optimis.
Indeks volatilitas implisit 30 hari Bitcoin (BVIV) kembali turun ke level 40%, membalikkan lonjakan singkat pada hari Selasa yang sempat mencapai 44%. Pola ini menunjukkan minat yang persisten di antara investor untuk menjual volatilitas melalui strategi seperti covered call, sebuah taktik defensif yang menghasilkan yield sambil membatasi upside potential.
Ethereum menunjukkan dinamika unik dengan peningkatan sedikit dalam open interest (OI) kontrak berjangka, sementara token-token utama seperti Bitcoin, XRP, Solana mengalami arus keluar modal. Di platform Deribit, opsi put ethereum dengan tenor jangka pendek memiliki harga premium lebih tinggi dibanding Bitcoin—indikasi bahwa trader lebih pesimis terhadap prospek jangka dekat Ethereum.
Indikator delta volume kumulatif yang disesuaikan dengan open interest menunjukkan pola pembelian bersih di Tron, ZEC, dan Bitcoin Cash, sementara Bitcoin sendiri mengalami penjualan bersih. Block flow data menampilkan kecenderungan pada straddle Bitcoin (taruhan pada volatilitas tinggi) dan spread put Ethereum.
Sektor Token Beragam dengan Fokus pada Fundamental
Indeks CoinDesk 20 (CD20) yang didomidasi Bitcoin mengalami kehilangan 0,6% sejak tengah malam UTC. Namun, kategori lain seperti memecoin, DeFi, dan metaverse semuanya mencatatkan keuntungan. Sektor metaverse, khususnya, terus menunjukkan momentum dengan Indeks Metaverse CoinDesk (MTVS) mencatat kenaikan 50% sejak 1 Januari.
Axie Infinity (AXS) dan Sandbox (SAND) tetap menjadi driver utama dalam sektor gaming metaverse, meskipun AXS telah kehilangan 56,92% dalam setahun terakhir. Namun, kisah yang paling menarik adalah kebangkitan Pudgy Penguins sebagai salah satu brand NFT-native terkuat di siklus ini.
Strategi Pudgy Penguins menunjukkan evolusi dari spekulasi “barang mewah digital” menuju platform IP konsumen multi-vertikal yang kompleks. Pendekatan mereka adalah mengakuisisi pengguna melalui saluran mainstream terlebih dahulu—mainan, kemitraan retail, media viral—sebelum onboarding mereka ke Web3 melalui game, NFT, dan token PENGU. Ekosistem mereka kini mencakup produk phygital (penjualan ritel lebih dari $13 juta dan lebih dari 1 juta unit terjual), game dan pengalaman interaktif (Pudgy Party mencapai 500 ribu download dalam dua minggu), serta distribusi token yang luas (airdrop ke lebih dari 6 juta wallet).
Meskipun pasar saat ini menghargai Pudgy Penguins dengan premium relatif terhadap peers IP tradisional, kesuksesan berkelanjutan bergantung pada eksekusi di area ekspansi retail, adopsi gaming, dan peningkatan utilitas token.
Analisis Makro: Mengapa Bitcoin Tertinggal dari Perbaikan Dolar
Anomali yang menarik adalah bitcoin tidak menunjukkan kenaikan seiring dengan pelemahan dolar Amerika Serikat—perkembangan yang seharusnya menguntungkan aset alternatif. Para ahli strategi JPMorgan memberikan pencerahan penting: pelemahan dolar didorong oleh aliran jangka pendek dan sentimen semata, bukan perubahan fundamental dalam pertumbuhan ekonomi atau ekspektasi kebijakan moneter.
JPMorgan memproyeksikan bahwa mata uang AS akan stabil seiring memperkuat ekonomi domestik. Karena pasar tidak memandang penurunan dolar saat ini sebagai pergeseran makro yang bertahan lama, bitcoin diperdagangkan lebih seperti aset risiko yang sensitif terhadap likuiditas umum daripada berfungsi sebagai lindung nilai dolar yang dapat diandalkan.
Akibatnya, emas dan pasar negara berkembang menjadi penerima utama dari diversifikasi dolar, bukan bitcoin. Dinamika ini mengindikasikan bahwa untuk bitcoin mendapatkan momentum positif, diperlukan pemicu yang lebih fundamental—baik dari sisi fundamental blockchain ecosystem atau dari ekspektasi makroekonomi yang berubah secara struktural.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Tinjauan Pasar Kripto Terbaik 2024: Bitcoin Terkoreksi Saat Altcoin Ambil Momentum
Memasuki fase baru tahun 2024, pasar kripto menunjukkan dinamika yang kompleks dengan bitcoin mengalami tekanan harga di tengah sentimen risiko yang semakin defensive. Sementara aset tradisional seperti emas mencapai rekor tertinggi, sektor alternatif mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan kembali. Perkembangan ini mencerminkan shift strategis dalam alokasi modal global yang dipicu oleh ketidakpastian geopolitik.
Sentimen Pasar Berbelok ke Aset Defensif
Tekanan pada bitcoin dan ethereum mencerminkan perubahan substansial dalam sentimen pasar. Bitcoin melemah menuju $88.090 dengan penurunan 1,04% dalam 24 jam terakhir, sementara ethereum terkoreksi ke level $2.950 dengan kehilangan 1,40%. Pergerakan ini sejalan dengan kelemahan yang juga terlihat pada kontrak berjangka indeks Nasdaq 100 dan S&P 500, masing-masing turun 0,4% dan 0,25%.
Emas dan perak, di sisi lain, mencapai level tertinggi sepanjang sejarah minggu ini. Fenomena ini bukan kebetulan—para investor secara masif beralih ke lindung nilai tradisional ketika menghadapi skenario makroekonomi yang penuh ketidakpastian. Pembicaraan trilateral pertama antara Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat pada hari Jumat menciptakan tekanan psikologis yang signifikan, dengan sebagian besar analis menyatakan pesimisme mengenai prospek penyelesaian konflik.
Altcoin Menangkap Peluang di Tengah Konsolidasi
Sementara bitcoin dan ethereum mengalami tekanan, sektor alternatif mulai menunjukkan potensi breakout yang menarik. LayerZero (ZRO), protokol interoperabilitas lintas-chain yang sedang naik popularitasnya, mengalami koreksi sebesar 3,62% dalam 24 jam terakhir—meskipun demikian, token ini terus mendapat perhatian karena ekspektasi update utama yang dijadwalkan untuk awal Februari.
Pergerakan di sektor alternatif juga mencakup Tron (TRX) yang menguat 0,88% dan Dash (DASH) yang terkoreksi 8,06%. Dinamika ini mengindikasikan bahwa likuiditas mulai bergerak ke aset-aset dengan value proposition spesifik daripada sekadar mengikuti gerakan bitcoin dan ethereum.
Indeks musim altcoin menanjak menjadi 29 dari 100, naik dari 24 minggu sebelumnya, menandakan inisiatif trader untuk memanfaatkan relatif calm dalam volatilitas untuk hunting bargain. Namun, perlu diwaspadai bahwa kedalaman pasar (market depth) untuk aset tertentu masih terbatas. The Open Network (TON), misalnya, memiliki kedalaman pasar 2% senilai antara $580.000 hingga $700.000—dengan kata lain, hanya diperlukan pesanan dalam rentang tersebut untuk menggerakkan aset bernilai $3,7 miliar sebesar 2%.
Tekanan pada Derivatif Sinyal Kehati-hatian Pedagang
Aktivitas di pasar derivatif mengungkap tren yang mencemaskan bagi bull. Lebih dari $200 juta dalam taruhan futures kripto dilikuidasi dalam 24 jam terakhir, dengan posisi long (bullish) menyumbang mayoritas dari total tersebut. Peristiwa ini merupakan kontinuasi dari pola minggu lalu ketika penurunan harga mengejutkan para optimis.
Indeks volatilitas implisit 30 hari Bitcoin (BVIV) kembali turun ke level 40%, membalikkan lonjakan singkat pada hari Selasa yang sempat mencapai 44%. Pola ini menunjukkan minat yang persisten di antara investor untuk menjual volatilitas melalui strategi seperti covered call, sebuah taktik defensif yang menghasilkan yield sambil membatasi upside potential.
Ethereum menunjukkan dinamika unik dengan peningkatan sedikit dalam open interest (OI) kontrak berjangka, sementara token-token utama seperti Bitcoin, XRP, Solana mengalami arus keluar modal. Di platform Deribit, opsi put ethereum dengan tenor jangka pendek memiliki harga premium lebih tinggi dibanding Bitcoin—indikasi bahwa trader lebih pesimis terhadap prospek jangka dekat Ethereum.
Indikator delta volume kumulatif yang disesuaikan dengan open interest menunjukkan pola pembelian bersih di Tron, ZEC, dan Bitcoin Cash, sementara Bitcoin sendiri mengalami penjualan bersih. Block flow data menampilkan kecenderungan pada straddle Bitcoin (taruhan pada volatilitas tinggi) dan spread put Ethereum.
Sektor Token Beragam dengan Fokus pada Fundamental
Indeks CoinDesk 20 (CD20) yang didomidasi Bitcoin mengalami kehilangan 0,6% sejak tengah malam UTC. Namun, kategori lain seperti memecoin, DeFi, dan metaverse semuanya mencatatkan keuntungan. Sektor metaverse, khususnya, terus menunjukkan momentum dengan Indeks Metaverse CoinDesk (MTVS) mencatat kenaikan 50% sejak 1 Januari.
Axie Infinity (AXS) dan Sandbox (SAND) tetap menjadi driver utama dalam sektor gaming metaverse, meskipun AXS telah kehilangan 56,92% dalam setahun terakhir. Namun, kisah yang paling menarik adalah kebangkitan Pudgy Penguins sebagai salah satu brand NFT-native terkuat di siklus ini.
Strategi Pudgy Penguins menunjukkan evolusi dari spekulasi “barang mewah digital” menuju platform IP konsumen multi-vertikal yang kompleks. Pendekatan mereka adalah mengakuisisi pengguna melalui saluran mainstream terlebih dahulu—mainan, kemitraan retail, media viral—sebelum onboarding mereka ke Web3 melalui game, NFT, dan token PENGU. Ekosistem mereka kini mencakup produk phygital (penjualan ritel lebih dari $13 juta dan lebih dari 1 juta unit terjual), game dan pengalaman interaktif (Pudgy Party mencapai 500 ribu download dalam dua minggu), serta distribusi token yang luas (airdrop ke lebih dari 6 juta wallet).
Meskipun pasar saat ini menghargai Pudgy Penguins dengan premium relatif terhadap peers IP tradisional, kesuksesan berkelanjutan bergantung pada eksekusi di area ekspansi retail, adopsi gaming, dan peningkatan utilitas token.
Analisis Makro: Mengapa Bitcoin Tertinggal dari Perbaikan Dolar
Anomali yang menarik adalah bitcoin tidak menunjukkan kenaikan seiring dengan pelemahan dolar Amerika Serikat—perkembangan yang seharusnya menguntungkan aset alternatif. Para ahli strategi JPMorgan memberikan pencerahan penting: pelemahan dolar didorong oleh aliran jangka pendek dan sentimen semata, bukan perubahan fundamental dalam pertumbuhan ekonomi atau ekspektasi kebijakan moneter.
JPMorgan memproyeksikan bahwa mata uang AS akan stabil seiring memperkuat ekonomi domestik. Karena pasar tidak memandang penurunan dolar saat ini sebagai pergeseran makro yang bertahan lama, bitcoin diperdagangkan lebih seperti aset risiko yang sensitif terhadap likuiditas umum daripada berfungsi sebagai lindung nilai dolar yang dapat diandalkan.
Akibatnya, emas dan pasar negara berkembang menjadi penerima utama dari diversifikasi dolar, bukan bitcoin. Dinamika ini mengindikasikan bahwa untuk bitcoin mendapatkan momentum positif, diperlukan pemicu yang lebih fundamental—baik dari sisi fundamental blockchain ecosystem atau dari ekspektasi makroekonomi yang berubah secara struktural.