Opsi adalah cara pedagang mengukur risiko Bitcoin: 30% peluang jatuh di bawah $80.000

Saat Bitcoin berada pada level kritis di sekitar $88.000, data dari pasar derivatif menunjukkan sinyal peringatan yang jelas. Opsi adalah instrumen finansial yang memungkinkan pedagang menempatkan “taruhan samping” pada arah pergerakan harga, dan tren terkini mengingatkan betapa pentingnya strategi defensif dalam kondisi pasar yang tidak pasti.

Berdasarkan analisis dari platform terdesentralisasi Derive.xyz dan bursa opsi terpusat Deribit, pedagang saat ini memproyeksikan peluang sebesar 30% bahwa Bitcoin akan jatuh menembus level $80.000 pada akhir Juni 2026 mendatang. Angka ini mencerminkan skew negatif yang tajam—perbedaan harga antara opsi beli dan opsi jual—yang mengindikasikan ekspektasi penurunan dalam 5 bulan ke depan.

Bitcoin tertekan di antara harapan bullish dan risiko penurunan

Tahun 2026 dimulai dengan Bitcoin sempat menyentuh level $95.000, menciptakan optimisme di kalangan investor. Namun momentum tersebut tidak bertahan lama. Saat ini, BTC telah turun menjadi $88.04K dengan tekanan penjualan terus berlanjut. Penurunan ini sejalan dengan eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Eropa, khususnya terkait rencana kontroversial Presiden Donald Trump tentang Greenland.

Data dari kedua platform perdagangan derivatif menunjukkan konsentrasi besar pada opsi put—instrumen yang memberikan keuntungan ketika harga jatuh—dengan strike price berkisar $75.000 hingga $80.000. Hal ini mengindikasikan ekspektasi pasar untuk penurunan yang lebih dalam, mengarah ke tengah-tengah kisaran $70.000-an.

Opsi put menjadi barometer sentimen pasar terhadap Bitcoin

Untuk memahami mengapa opsi adalah alat analisis yang begitu penting, perlu dipahami mekanisme dasarnya. Opsi adalah kontrak derivatif yang memberikan hak kepada pembeli untuk membeli (call) atau menjual (put) aset pada harga yang telah ditentukan. Pedagang membayar premi kecil untuk hak ini, sehingga eksposur risiko mereka terbatas. Jika pasar bergerak sesuai ekspektasi, mereka meraih keuntungan berlipat ganda. Jika tidak, kerugian hanya sebatas premi yang dibayarkan.

Skew negatif yang saat ini muncul di pasar opsi Bitcoin menunjukkan pedagang lebih banyak membeli put daripada call. Sean Dawson, kepala riset di Derive.xyz, menjelaskan kepada CoinDesk: “Pasar opsi menunjukkan kecenderungan penurunan yang jelas, dengan peluang 30% BTC turun di bawah $80K pada 26 Juni, dibandingkan dengan peluang 19% naik di atas $120K dalam periode yang sama.”

Disparitas ini mencerminkan ketakutan asimetris—pedagang lebih takut kehilangan uang daripada berharap untung besar. Konsentrasi open interest pada opsi put menunjukkan bahwa pasar sedang memposisikan diri untuk penurunan yang signifikan.

Tarif Trump menjadi katalis ketidakpastian pasar

Ketegangan yang meningkat antara AS dan Eropa, terutama seputar rencana Trump mengenai Greenland dan ancaman tarif 10% terhadap impor dari 10 negara Eropa, menciptakan lingkungan makroekonomi yang tidak stabil. Preseden sudah ada: pada April 2025, saat Trump memberlakukan tarif luas terhadap impor global, Bitcoin jatuh hingga $75.000—level yang kini menjadi area fokus bagi pedagang opsi.

Menurut Dawson, “Ketegangan geopolitik yang meningkat dapat menyebabkan kerugian yang lebih dalam. Risiko pergeseran rezim kembali ke lingkungan volatilitas yang lebih tinggi, suatu dinamika yang saat ini belum tercermin dalam harga spot Bitcoin.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa pasar derivatif saat ini menganticipasi ketakutan yang belum sepenuhnya tercermin dalam harga pasar langsung.

Mengapa dolar tetap dominan meski melemah terhadap valuta lain

Fenomena menarik terjadi di sektor makroekonomi: Bitcoin tidak mengalami kenaikan seiring dengan pelemahan dolar AS, padahal secara historis kedua aset tersebut seharusnya bergerak berlawanan. Para strategi JPMorgan menyatakan bahwa kelemahan dolar saat ini hanya mendorong aliran jangka pendek dan perubahan sentimen, bukan refleksi dari perubahan fundamental dalam pertumbuhan ekonomi atau ekspektasi kebijakan moneter.

JPMorgan memperkirakan bahwa dolar akan stabil seiring penguatan ekonomi AS. Karena pasar tidak memandang pelemahan dolar sebagai pergeseran makro yang berkelanjutan, Bitcoin diperdagangkan lebih seperti aset berisiko tinggi yang sensitif terhadap likuiditas global, bukan sebagai lindung nilai dolar yang andal. Dengan demikian, emas dan pasar negara berkembang menjadi penerima manfaat utama dari rotasi dolar, sementara Bitcoin tertinggal.

Implikasi untuk pedagang dan investor

Analisis pasar opsi memberikan gambaran yang konsisten: probabilitas penurunan Bitcoin ke bawah $80.000 adalah signifikan dan tidak bisa diabaikan. Meskipun peluang kenaikan di atas $120.000 masih ada di 19%, asimetri sentimen menunjukkan bahwa risiko penurunan dinilai lebih tinggi oleh komunitas pedagang profesional. Hingga ketegangan geopolitik mereda dan dolar AS menunjukkan arah yang jelas, Bitcoin kemungkinan akan tetap berada dalam rentang volatilitas tinggi, dengan level $80.000 menjadi target defensif potensial dalam horizon 5 bulan ke depan.

BTC-5,99%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)