Bitcoin tetap berjuang mempertahankan momentum di atas level psikologis $90.000 pada jam perdagangan saham hari ini, seiring dengan penjualan masif yang dipicu likuidasi di awal minggu masih berdampak pada sentimen pasar kripto. Pergerakan harga BTC mencerminkan dinamika pasar yang kompleks, di mana cryptocurrency utama tertinggal dari rally yang terlihat di pasar ekuitas tradisional dan aset defensif lainnya.
Menurut data terbaru per 29 Januari 2026, Bitcoin diperdagangkan pada level $88.02K dengan penurunan 1.47% dalam 24 jam terakhir. Ethereum merosot lebih dalam dengan harga turun ke $2.94K (-2.55%), sementara altcoin besar seperti Solana mencapai $123.05 (-3.26%), Cardano $0.35 (-3.46%), dan XRP $1.87 (-2.70%). Penurunan serentak tersebut mengindikasikan bahwa kripto masih dipandang sebagai aset yang mengikuti selera risiko global, bukan sebagai instrumen penyeimbang dalam portfolio.
Momentum Bitcoin Terhenti Meski Dolar dan Pasar Saham Asia Kuat
Pada jam perdagangan saham hari ini, para investor dihadapkan pada fenomena kontraditif: sementara indeks saham Asia mencapai rekor tertinggi sepanjang masa dengan MSCI Asia Pasifik melanjutkan momentum naik, dan dolar AS terus melemah setelah penurunan tajam di awal minggu, cryptocurrency utama justru gagal memanfaatkan kondisi ini untuk rebound signifikan.
Bitcoin sempat terkoreksi dalam ke bawah $80.000 pada awal minggu ini ketika likuidasi berlebih mencapai lebih dari $1 miliar. Sejak saat itu, harga BTC lebih didominasi konsolidasi lateral daripada uptrend yang tegas menyusul momentum yang gagal diperpanjang. Situasi ini mencerminkan ketidakpercayaan pasar terhadap keberlanjutan kenaikan harga, meskipun kondisi makroekonomi global menunjukkan perbaikan yang moderat dengan pelemahan dolar yang seharusnya menguntungkan aset cryptocurrency.
Altcoin Tertinggal Dari Rally Pasar Tradisional
Ethereum, Solana, Cardano, dan XRP mengalami tekanan penjualan yang lebih berat dibandingkan Bitcoin, dengan mayoritas token berkapitalisasi besar turun antara 7% hingga 12% selama minggu lalu. Pola ini menunjukkan semakin rapuhnya sentimen di sektor kripto, bahkan ketika lingkungan makro memberikan sinyal positif dari stabilisasi dolar dan kenaikan pasar saham negara berkembang.
Para trader memperhatikan bahwa aktivitas jam perdagangan saham hari ini tidak sepenuhnya diterjemahkan ke dalam aksi beli di pasar kripto, yang menunjukkan masih ada disconnection antara dua ekosistem pasar. Risiko aversion masih dominan terhadap capital flows menuju aset kripto meskipun kondisi likuiditas global membaik.
Kripto Masih Diperlakukan sebagai Instrumen Volatilitas Tinggi, Bukan Aset Defensif
Menurut Wenny Cai, Chief Operating Officer di Synfutures, dinamika pasar mencerminkan persepsi yang belum berubah: “Kripto masih diperdagangkan sebagai penguat volatilitas daripada aset defensif. Likuidasi besar-besaran telah membersihkan leverage berlebih, namun ketidakpastian terkait kebijakan, biaya pendanaan, dan regulasi membuat investor lebih selektif daripada agresif.”
Pengamatan tersebut konsisten dengan perilaku pasar yang menunjukkan kripto bereaksi lebih sensitif terhadap perubahan dolar, obligasi, dan pasar ekuitas daripada terhadap perkembangan spesifik dalam ekosistem blockchain sendiri. Relasi antara dolar lemah dan kenaikan Bitcoin secara historis memiliki korelasi positif, namun hubungan tersebut tidak konsisten ketika investor lebih memilih aset dengan arus kas atau imbal hasil yang lebih jelas.
Indikator Onchain Menunjukkan Pressure Signifikan di Level Kritis
Data onchain mengungkapkan beberapa fakta penting tentang struktur pasar saat ini. Sekitar 63% dari kekayaan Bitcoin yang diinvestasikan memiliki basis biaya di atas $88.000, menciptakan zona resistance psychological yang kuat. Selain itu, analisis menunjukkan konsentrasi pasokan yang tinggi antara $85.000 dan $90.000, dikombinasikan dengan dukungan yang tipis di bawah $80.000—setup yang menunjukkan volatilitas berpotensi tinggi jika Bitcoin gagal mempertahankan level support.
Pola ini menjelaskan mengapa Bitcoin kesulitan membangun momentum positif. Ketika sebagian besar holders memiliki average cost lebih tinggi dari harga current, natural pressure untuk take-profit muncul, terutama ketika any negative catalyst tiba—seperti yang terjadi dengan likuidasi masif minggu lalu.
Outlook: Menunggu Sinyal yang Lebih Jelas dari Pasar Saham dan Kebijakan
Untuk periode mendatang, kripto tampaknya tetap terjebak dalam pola penantian. Trader akan mengamati dengan cermat apakah kekuatan berkelanjutan di pasar saham dan dolar yang lebih lemah akan akhirnya mendorong Bitcoin melampaui $90.000, atau apakah cryptocurrency akan tetap terkunci di bawah level tersebut sementara kepercayaan investor secara bertahap terbangun kembali pasca volatilitas awal 2026.
Sinyal penting akan datang dari jam perdagangan saham hari ini dan sesi-sesi berikutnya di bursa Amerika Serikat, di mana investor institusional membuat keputusan alokasi aset yang lebih besar. Hingga saat itu, status quo—Bitcoin di bawah $90.000, altcoin merosot, dan sentimen yang fragile—kemungkinan akan bertahan seiring dengan ketidakpastian berkelanjutan di sekitar regulasi, biaya pendanaan, dan trajectory makroekonomi global.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Jam Perdagangan Saham Hari Ini Tekan Momentum Bitcoin di Bawah $90.000, ETH dan SOL Turut Terpuruk
Bitcoin tetap berjuang mempertahankan momentum di atas level psikologis $90.000 pada jam perdagangan saham hari ini, seiring dengan penjualan masif yang dipicu likuidasi di awal minggu masih berdampak pada sentimen pasar kripto. Pergerakan harga BTC mencerminkan dinamika pasar yang kompleks, di mana cryptocurrency utama tertinggal dari rally yang terlihat di pasar ekuitas tradisional dan aset defensif lainnya.
Menurut data terbaru per 29 Januari 2026, Bitcoin diperdagangkan pada level $88.02K dengan penurunan 1.47% dalam 24 jam terakhir. Ethereum merosot lebih dalam dengan harga turun ke $2.94K (-2.55%), sementara altcoin besar seperti Solana mencapai $123.05 (-3.26%), Cardano $0.35 (-3.46%), dan XRP $1.87 (-2.70%). Penurunan serentak tersebut mengindikasikan bahwa kripto masih dipandang sebagai aset yang mengikuti selera risiko global, bukan sebagai instrumen penyeimbang dalam portfolio.
Momentum Bitcoin Terhenti Meski Dolar dan Pasar Saham Asia Kuat
Pada jam perdagangan saham hari ini, para investor dihadapkan pada fenomena kontraditif: sementara indeks saham Asia mencapai rekor tertinggi sepanjang masa dengan MSCI Asia Pasifik melanjutkan momentum naik, dan dolar AS terus melemah setelah penurunan tajam di awal minggu, cryptocurrency utama justru gagal memanfaatkan kondisi ini untuk rebound signifikan.
Bitcoin sempat terkoreksi dalam ke bawah $80.000 pada awal minggu ini ketika likuidasi berlebih mencapai lebih dari $1 miliar. Sejak saat itu, harga BTC lebih didominasi konsolidasi lateral daripada uptrend yang tegas menyusul momentum yang gagal diperpanjang. Situasi ini mencerminkan ketidakpercayaan pasar terhadap keberlanjutan kenaikan harga, meskipun kondisi makroekonomi global menunjukkan perbaikan yang moderat dengan pelemahan dolar yang seharusnya menguntungkan aset cryptocurrency.
Altcoin Tertinggal Dari Rally Pasar Tradisional
Ethereum, Solana, Cardano, dan XRP mengalami tekanan penjualan yang lebih berat dibandingkan Bitcoin, dengan mayoritas token berkapitalisasi besar turun antara 7% hingga 12% selama minggu lalu. Pola ini menunjukkan semakin rapuhnya sentimen di sektor kripto, bahkan ketika lingkungan makro memberikan sinyal positif dari stabilisasi dolar dan kenaikan pasar saham negara berkembang.
Para trader memperhatikan bahwa aktivitas jam perdagangan saham hari ini tidak sepenuhnya diterjemahkan ke dalam aksi beli di pasar kripto, yang menunjukkan masih ada disconnection antara dua ekosistem pasar. Risiko aversion masih dominan terhadap capital flows menuju aset kripto meskipun kondisi likuiditas global membaik.
Kripto Masih Diperlakukan sebagai Instrumen Volatilitas Tinggi, Bukan Aset Defensif
Menurut Wenny Cai, Chief Operating Officer di Synfutures, dinamika pasar mencerminkan persepsi yang belum berubah: “Kripto masih diperdagangkan sebagai penguat volatilitas daripada aset defensif. Likuidasi besar-besaran telah membersihkan leverage berlebih, namun ketidakpastian terkait kebijakan, biaya pendanaan, dan regulasi membuat investor lebih selektif daripada agresif.”
Pengamatan tersebut konsisten dengan perilaku pasar yang menunjukkan kripto bereaksi lebih sensitif terhadap perubahan dolar, obligasi, dan pasar ekuitas daripada terhadap perkembangan spesifik dalam ekosistem blockchain sendiri. Relasi antara dolar lemah dan kenaikan Bitcoin secara historis memiliki korelasi positif, namun hubungan tersebut tidak konsisten ketika investor lebih memilih aset dengan arus kas atau imbal hasil yang lebih jelas.
Indikator Onchain Menunjukkan Pressure Signifikan di Level Kritis
Data onchain mengungkapkan beberapa fakta penting tentang struktur pasar saat ini. Sekitar 63% dari kekayaan Bitcoin yang diinvestasikan memiliki basis biaya di atas $88.000, menciptakan zona resistance psychological yang kuat. Selain itu, analisis menunjukkan konsentrasi pasokan yang tinggi antara $85.000 dan $90.000, dikombinasikan dengan dukungan yang tipis di bawah $80.000—setup yang menunjukkan volatilitas berpotensi tinggi jika Bitcoin gagal mempertahankan level support.
Pola ini menjelaskan mengapa Bitcoin kesulitan membangun momentum positif. Ketika sebagian besar holders memiliki average cost lebih tinggi dari harga current, natural pressure untuk take-profit muncul, terutama ketika any negative catalyst tiba—seperti yang terjadi dengan likuidasi masif minggu lalu.
Outlook: Menunggu Sinyal yang Lebih Jelas dari Pasar Saham dan Kebijakan
Untuk periode mendatang, kripto tampaknya tetap terjebak dalam pola penantian. Trader akan mengamati dengan cermat apakah kekuatan berkelanjutan di pasar saham dan dolar yang lebih lemah akan akhirnya mendorong Bitcoin melampaui $90.000, atau apakah cryptocurrency akan tetap terkunci di bawah level tersebut sementara kepercayaan investor secara bertahap terbangun kembali pasca volatilitas awal 2026.
Sinyal penting akan datang dari jam perdagangan saham hari ini dan sesi-sesi berikutnya di bursa Amerika Serikat, di mana investor institusional membuat keputusan alokasi aset yang lebih besar. Hingga saat itu, status quo—Bitcoin di bawah $90.000, altcoin merosot, dan sentimen yang fragile—kemungkinan akan bertahan seiring dengan ketidakpastian berkelanjutan di sekitar regulasi, biaya pendanaan, dan trajectory makroekonomi global.