Dalam pasar kripto minggu ini, trader perlu memperhatikan bagaimana secara fleksibel menghadapi risiko di pasar derivatif. Bitcoin berfluktuasi di sekitar $88.010, sementara distribusi posisi dan kedalaman likuiditas di pasar derivatif menentukan apakah trading futures dapat menghasilkan keuntungan yang diinginkan. Lebih dari 2 miliar dolar AS posisi futures dilikuidasi minggu ini, memberi peringatan kepada investor yang mencoba berpartisipasi dalam trading futures.
Posisi Derivatif dan Manajemen Risiko Trading Futures
Sebelum memahami cara trading futures, harus dipahami karakteristik posisi di pasar derivatif saat ini. Sebagian besar likuidasi minggu ini berasal dari posisi long, menunjukkan bahwa para trader yang melakukan posisi beli tidak siap terhadap koreksi harga mendadak. Situasi ini sudah menyebar sejak awal minggu karena pelaku pasar terlalu optimistis terhadap kenaikan yang berkelanjutan.
Ethereum menunjukkan kehati-hatian yang luar biasa, dengan penurunan 3,27% dalam 24 jam terakhir ke $2.930. Dari sudut pandang pasar futures, open interest (OI) Ethereum tetap stabil, sementara mata uang utama lainnya seperti Bitcoin mengalami arus keluar dana. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap posisi long di futures telah sebagian hancur, sehingga trader perlu lebih berhati-hati dalam menetapkan stop loss.
Pasar opsi Deribit memberikan petunjuk lebih lanjut. Opsi put Ethereum (terutama kontrak jangka pendek dan mendekati jatuh tempo) relatif lebih mahal dibandingkan Bitcoin, mencerminkan bahwa trader lebih pesimis terhadap prospek Ethereum. Ini juga mengindikasikan bahwa jika Anda ingin berpartisipasi di pasar ini melalui trading futures, perlu menilai rasio risiko dan imbal hasil posisi Ethereum dengan lebih hati-hati.
Pengaruh Kedalaman Likuiditas terhadap Eksekusi Trading Futures
Dalam memutuskan cara trading futures, kedalaman likuiditas sering diabaikan oleh trader pemula. Data minggu ini menunjukkan bahwa banyak token dengan kapitalisasi pasar kecil memiliki likuiditas yang sangat minim, langsung mempengaruhi kualitas eksekusi trading futures.
Sebagai contoh, TON dengan kapitalisasi pasar $370 juta terlihat cukup besar, tetapi kedalaman 2% hanya sekitar 580.000 hingga 700.000 dolar AS. Ini berarti satu order besar bernilai lebih dari 600.000 dolar bisa mendorong pasar hingga 2%. Bagi trader futures, struktur likuiditas yang rapuh ini meningkatkan risiko slippage secara signifikan, bahkan posisi yang relatif konservatif pun bisa mengalami kerugian saat eksekusi.
Fenomena ini menyebar ke seluruh pasar altcoin. Meskipun beberapa token (seperti ZRO, TRX) menunjukkan tren kenaikan jangka pendek di awal minggu, sebagian besar kenaikan tersebut disebabkan oleh kekurangan likuiditas yang memperbesar pergerakan harga. ZRO, misalnya, naik 12% dalam waktu singkat lalu turun 6,55%, yang merupakan hasil dari kekurangan likuiditas dan penutupan posisi. Jika trader ingin sukses dalam trading futures, mereka harus memilih instrumen utama yang memiliki likuiditas yang cukup.
Indikator Volatilitas dan Strategi Trading Futures
Indikator volatilitas realized 30 hari Bitcoin (BVIV) saat ini berada di level 40%, sedikit menurun dari 44% pada hari Selasa. Meskipun angka ini tampak moderat, sinyal pasar yang penting tersembunyi di baliknya: trader sedang menjual volatilitas secara besar-besaran.
Strategi seperti covered call yang menguntungkan di pasar futures menunjukkan performa yang baik minggu ini. Ini menunjukkan bahwa pelaku pasar memperkirakan bahwa pergerakan harga dalam waktu dekat tidak akan terlalu ekstrem. Jika Anda berencana untuk berpartisipasi dalam trading futures, harus menyadari bahwa lingkungan volatilitas rendah ini menawarkan peluang (pergerakan harga yang lebih stabil memudahkan analisis teknikal), tetapi juga membawa risiko (kejadian mendadak bisa menyebabkan crash).
Indikator volume delta terkumpul menunjukkan bahwa TRX, ZEC, dan BCH mengalami net buy di pasar derivatif, sementara Bitcoin, Ethereum, dan mata uang utama lainnya menghadapi tekanan net sell. Pola ini menyarankan bahwa trader futures harus melakukan alokasi dana secara cermat berdasarkan skala dan risiko eksposur, bukan mengikuti tren secara buta.
Lingkungan Perdagangan di Tengah Ketidakpastian Geopolitik
Minggu ini, emas dan perak mencapai rekor tertinggi, kenaikan lebih dari catatan sejarah, karena negosiasi trilateral antara Ukraina, Rusia, dan AS gagal meredakan kekhawatiran akan konflik yang berkelanjutan. Lonjakan logam mulia ini menandakan bahwa investor beralih secara besar-besaran ke aset yang dianggap sebagai lindung nilai risiko.
Dalam konteks makro ini, strategi trading futures juga perlu disesuaikan. Meskipun Bitcoin dipasarkan sebagai “aset keras” (hard assets), dalam tren ini menunjukkan karakter risiko tinggi yang lebih mirip aset beta tinggi, bukan alat lindung nilai. Trader tidak boleh menganggap Bitcoin futures sebagai alat hedging risiko geopolitik, malah harus menyadari bahwa dalam lingkungan risiko tinggi, futures kripto mungkin menghadapi tekanan penurunan yang lebih besar. Emas telah menembus $5.500/ons, menarik karena stabilitasnya, sementara futures aset kripto lebih dipengaruhi oleh likuiditas, kebijakan, dan sentimen pasar.
Risiko Likuiditas di Pasar Token dan Eksekusi Trading Futures
Pasar altcoin menunjukkan kerentanannya minggu ini. Meskipun indikator “altcoin season” dari 24/100 naik menjadi 29/100, ini lebih mencerminkan perilaku trader yang mencari sensasi di pasar yang sepi, bukan tren kenaikan pasar yang nyata. Token terkait metaverse (CoinDesk Metaverse Select Index) naik 50% sejak awal tahun, tampak mengesankan, tetapi di baliknya juga ada peningkatan harga akibat kekurangan likuiditas.
Bagi investor yang ingin berpartisipasi dalam hot token melalui trading futures, harus sangat berhati-hati. Likuiditas yang rendah tidak hanya menyebabkan slippage tinggi, tetapi juga membuat keluar dari posisi menjadi sangat sulit saat tren berbalik. Ketika trader futures mencoba menutup posisi secara bersamaan, kekurangan likuiditas akan memperparah keruntuhan harga. Kedalaman pasar di bawah ambang 2% yang kurang dari satu juta dolar AS berarti bahwa order penutupan posisi skala sedang pun bisa memicu reaksi berantai.
Saran Praktis untuk Trader
Merangkum wawasan minggu ini tentang trading futures, ada beberapa poin penting yang perlu diingat:
Pertama, dasar utama trading futures adalah memilih instrumen dengan likuiditas yang cukup. Meskipun volatilitas Bitcoin dan Ethereum relatif lebih rendah, kedalaman likuiditasnya jauh lebih baik dibanding altcoin, sehingga risiko eksekusi lebih terkendali.
Kedua, skala posisi harus sesuai dengan kedalaman likuiditas. Likuidasi minggu ini yang mencapai 2 miliar dolar menunjukkan bahwa banyak trader kurang memahami ukuran posisi mereka sendiri. Di pasar dengan likuiditas minim, bahkan posisi sedang pun bisa memicu spiral likuidasi yang memperburuk keadaan.
Terakhir, dalam konteks ketidakpastian geopolitik dan risiko makro, trading futures harus bersifat defensif. Ini berarti memprioritaskan manajemen risiko daripada mencari keuntungan maksimal, menggunakan stop loss yang ketat, dan menghindari leverage berlebihan di pasar dengan likuiditas rendah. Meskipun volatilitas menurun, risiko penurunan tetap ada, terutama bagi trader futures yang mengejar keuntungan tinggi dengan leverage tinggi.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bagaimana cara berdagang di pasar berjangka selama periode ini: peluang dan jebakan derivatif di bawah risiko penghindaran Bitcoin
Dalam pasar kripto minggu ini, trader perlu memperhatikan bagaimana secara fleksibel menghadapi risiko di pasar derivatif. Bitcoin berfluktuasi di sekitar $88.010, sementara distribusi posisi dan kedalaman likuiditas di pasar derivatif menentukan apakah trading futures dapat menghasilkan keuntungan yang diinginkan. Lebih dari 2 miliar dolar AS posisi futures dilikuidasi minggu ini, memberi peringatan kepada investor yang mencoba berpartisipasi dalam trading futures.
Posisi Derivatif dan Manajemen Risiko Trading Futures
Sebelum memahami cara trading futures, harus dipahami karakteristik posisi di pasar derivatif saat ini. Sebagian besar likuidasi minggu ini berasal dari posisi long, menunjukkan bahwa para trader yang melakukan posisi beli tidak siap terhadap koreksi harga mendadak. Situasi ini sudah menyebar sejak awal minggu karena pelaku pasar terlalu optimistis terhadap kenaikan yang berkelanjutan.
Ethereum menunjukkan kehati-hatian yang luar biasa, dengan penurunan 3,27% dalam 24 jam terakhir ke $2.930. Dari sudut pandang pasar futures, open interest (OI) Ethereum tetap stabil, sementara mata uang utama lainnya seperti Bitcoin mengalami arus keluar dana. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap posisi long di futures telah sebagian hancur, sehingga trader perlu lebih berhati-hati dalam menetapkan stop loss.
Pasar opsi Deribit memberikan petunjuk lebih lanjut. Opsi put Ethereum (terutama kontrak jangka pendek dan mendekati jatuh tempo) relatif lebih mahal dibandingkan Bitcoin, mencerminkan bahwa trader lebih pesimis terhadap prospek Ethereum. Ini juga mengindikasikan bahwa jika Anda ingin berpartisipasi di pasar ini melalui trading futures, perlu menilai rasio risiko dan imbal hasil posisi Ethereum dengan lebih hati-hati.
Pengaruh Kedalaman Likuiditas terhadap Eksekusi Trading Futures
Dalam memutuskan cara trading futures, kedalaman likuiditas sering diabaikan oleh trader pemula. Data minggu ini menunjukkan bahwa banyak token dengan kapitalisasi pasar kecil memiliki likuiditas yang sangat minim, langsung mempengaruhi kualitas eksekusi trading futures.
Sebagai contoh, TON dengan kapitalisasi pasar $370 juta terlihat cukup besar, tetapi kedalaman 2% hanya sekitar 580.000 hingga 700.000 dolar AS. Ini berarti satu order besar bernilai lebih dari 600.000 dolar bisa mendorong pasar hingga 2%. Bagi trader futures, struktur likuiditas yang rapuh ini meningkatkan risiko slippage secara signifikan, bahkan posisi yang relatif konservatif pun bisa mengalami kerugian saat eksekusi.
Fenomena ini menyebar ke seluruh pasar altcoin. Meskipun beberapa token (seperti ZRO, TRX) menunjukkan tren kenaikan jangka pendek di awal minggu, sebagian besar kenaikan tersebut disebabkan oleh kekurangan likuiditas yang memperbesar pergerakan harga. ZRO, misalnya, naik 12% dalam waktu singkat lalu turun 6,55%, yang merupakan hasil dari kekurangan likuiditas dan penutupan posisi. Jika trader ingin sukses dalam trading futures, mereka harus memilih instrumen utama yang memiliki likuiditas yang cukup.
Indikator Volatilitas dan Strategi Trading Futures
Indikator volatilitas realized 30 hari Bitcoin (BVIV) saat ini berada di level 40%, sedikit menurun dari 44% pada hari Selasa. Meskipun angka ini tampak moderat, sinyal pasar yang penting tersembunyi di baliknya: trader sedang menjual volatilitas secara besar-besaran.
Strategi seperti covered call yang menguntungkan di pasar futures menunjukkan performa yang baik minggu ini. Ini menunjukkan bahwa pelaku pasar memperkirakan bahwa pergerakan harga dalam waktu dekat tidak akan terlalu ekstrem. Jika Anda berencana untuk berpartisipasi dalam trading futures, harus menyadari bahwa lingkungan volatilitas rendah ini menawarkan peluang (pergerakan harga yang lebih stabil memudahkan analisis teknikal), tetapi juga membawa risiko (kejadian mendadak bisa menyebabkan crash).
Indikator volume delta terkumpul menunjukkan bahwa TRX, ZEC, dan BCH mengalami net buy di pasar derivatif, sementara Bitcoin, Ethereum, dan mata uang utama lainnya menghadapi tekanan net sell. Pola ini menyarankan bahwa trader futures harus melakukan alokasi dana secara cermat berdasarkan skala dan risiko eksposur, bukan mengikuti tren secara buta.
Lingkungan Perdagangan di Tengah Ketidakpastian Geopolitik
Minggu ini, emas dan perak mencapai rekor tertinggi, kenaikan lebih dari catatan sejarah, karena negosiasi trilateral antara Ukraina, Rusia, dan AS gagal meredakan kekhawatiran akan konflik yang berkelanjutan. Lonjakan logam mulia ini menandakan bahwa investor beralih secara besar-besaran ke aset yang dianggap sebagai lindung nilai risiko.
Dalam konteks makro ini, strategi trading futures juga perlu disesuaikan. Meskipun Bitcoin dipasarkan sebagai “aset keras” (hard assets), dalam tren ini menunjukkan karakter risiko tinggi yang lebih mirip aset beta tinggi, bukan alat lindung nilai. Trader tidak boleh menganggap Bitcoin futures sebagai alat hedging risiko geopolitik, malah harus menyadari bahwa dalam lingkungan risiko tinggi, futures kripto mungkin menghadapi tekanan penurunan yang lebih besar. Emas telah menembus $5.500/ons, menarik karena stabilitasnya, sementara futures aset kripto lebih dipengaruhi oleh likuiditas, kebijakan, dan sentimen pasar.
Risiko Likuiditas di Pasar Token dan Eksekusi Trading Futures
Pasar altcoin menunjukkan kerentanannya minggu ini. Meskipun indikator “altcoin season” dari 24/100 naik menjadi 29/100, ini lebih mencerminkan perilaku trader yang mencari sensasi di pasar yang sepi, bukan tren kenaikan pasar yang nyata. Token terkait metaverse (CoinDesk Metaverse Select Index) naik 50% sejak awal tahun, tampak mengesankan, tetapi di baliknya juga ada peningkatan harga akibat kekurangan likuiditas.
Bagi investor yang ingin berpartisipasi dalam hot token melalui trading futures, harus sangat berhati-hati. Likuiditas yang rendah tidak hanya menyebabkan slippage tinggi, tetapi juga membuat keluar dari posisi menjadi sangat sulit saat tren berbalik. Ketika trader futures mencoba menutup posisi secara bersamaan, kekurangan likuiditas akan memperparah keruntuhan harga. Kedalaman pasar di bawah ambang 2% yang kurang dari satu juta dolar AS berarti bahwa order penutupan posisi skala sedang pun bisa memicu reaksi berantai.
Saran Praktis untuk Trader
Merangkum wawasan minggu ini tentang trading futures, ada beberapa poin penting yang perlu diingat:
Pertama, dasar utama trading futures adalah memilih instrumen dengan likuiditas yang cukup. Meskipun volatilitas Bitcoin dan Ethereum relatif lebih rendah, kedalaman likuiditasnya jauh lebih baik dibanding altcoin, sehingga risiko eksekusi lebih terkendali.
Kedua, skala posisi harus sesuai dengan kedalaman likuiditas. Likuidasi minggu ini yang mencapai 2 miliar dolar menunjukkan bahwa banyak trader kurang memahami ukuran posisi mereka sendiri. Di pasar dengan likuiditas minim, bahkan posisi sedang pun bisa memicu spiral likuidasi yang memperburuk keadaan.
Terakhir, dalam konteks ketidakpastian geopolitik dan risiko makro, trading futures harus bersifat defensif. Ini berarti memprioritaskan manajemen risiko daripada mencari keuntungan maksimal, menggunakan stop loss yang ketat, dan menghindari leverage berlebihan di pasar dengan likuiditas rendah. Meskipun volatilitas menurun, risiko penurunan tetap ada, terutama bagi trader futures yang mengejar keuntungan tinggi dengan leverage tinggi.