Dovish Adalah Impian Kripto, Tapi JPMorgan Prediksi Sebaliknya - Analisis Perpecahan Pasar Federal Reserve

Pasar kripto tengah mengalami polarisasi pandangan tentang arah kebijakan moneter Federal Reserve. Sementara sebagian besar pelaku industri kripto berharap langkah dovish adalah masa depan yang akan membawa suku bunga lebih rendah, raksasa perbankan JPMorgan malah menghadirkan prediksi yang berlawanan. Ketidakselarasan ekspektasi ini mencerminkan pertarungan ide di pasar global tentang kapan The Fed benar-benar akan mengubah kursus kebijakan moneternya.

Prediksi Federal Reserve: JPMorgan Yakin Kenaikan Tarif Bunga Akan Datang

Berbeda dengan sentimen bullish komunitas kripto yang mengharapkan penurunan suku bunga, JPMorgan memproyeksikan langkah suku bunga berikutnya dari Federal Reserve justru akan berupa kenaikan sebesar 25 basis poin, diperkirakan akan terjadi pada kuartal ketiga tahun 2027. Bank terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar menyatakan mereka mengharapkan The Fed mempertahankan suku bunga pada target 3,5%-3,75% sepanjang tahun ini sebelum akhirnya menaikkan tarif.

Prediksi JPMorgan ini berpijak pada asumsi bahwa pasar tenaga kerja akan terus mengencang pada kuartal kedua, sementara proses disinflasi berlangsung secara gradual dan terkontrol. Namun, analis bank tersebut mengakui adanya kondisi alternatif—jika pasar tenaga kerja tiba-tiba melemah atau inflasi menurun signifikan, Fed masih dapat mempertimbangkan kebijakan dovish pada akhir tahun ini sebagai respons darurat.

Bitcoin Sensitif Terhadap Suku Bunga: Mengapa Pasar Kripto Menunggu Perubahan Kebijakan Dovish

Bitcoin (BTC) saat ini diperdagangkan di level $88.05K dengan penurunan 2,59% dalam 24 jam terakhir. Aset digital terbesar ini secara historis sangat sensitif terhadap ekspektasi suku bunga, seringkali dianggap sebagai pure play pada likuiditas fiat yang beredar di pasar. Ketika suku bunga lebih rendah, investor cenderung mengalihkan modal ke aset yang lebih berisiko seperti Bitcoin, namun sebaliknya ketika tingkat bunga meningkat.

Lukman Otunuga, analis pasar senior di FXTM, mengatakan bahwa meskipun Bitcoin menghadapi tantangan di tahun 2025, aset ini berpotensi bangkit kembali pada 2026 dengan dukungan tingkat suku bunga lebih rendah dan pasokan aktif yang semakin terbatas. Pandangan ini mencerminkan harapan luas komunitas kripto bahwa dovish policy adalah kondisi yang diperlukan untuk pertumbuhan ekosistem digital.

Sebagian besar pelaku pasar kripto juga memiliki ekspektasi bahwa ketua Fed berikutnya—mengingat periode Jerome Powell berakhir pada awal Mei—akan menganut pendekatan lebih dovish dibandingkan pejabat saat ini, membuka pintu bagi pengurangan suku bunga yang lebih cepat dari yang diprediksi JPMorgan.

Ketidakselarasan Pasar: Ekspektasi Pemotongan Versus Prediksi Kenaikan JPMorgan

Kontras tajam muncul ketika melihat penetapan harga dalam kontrak berjangka suku bunga dana Fed di CME. Data dari bursa berjangka ini menunjukkan para trader aktif memposisikan diri untuk dua kali pengurangan suku bunga sebesar 25 basis poin pada tahun ini—prediksi yang jauh lebih dovish dibanding proyeksi JPMorgan.

Perbedaan pendapat ini memperkuat ketidakpastian pasar tentang jalur kebijakan moneter yang sebenarnya. Beberapa bank investasi terkemuka telah merevisi proyeksi mereka setelah data ketenagakerjaan menunjukkan tingkat pengangguran turun ke 4,4%. Goldman Sachs dan Barclays kini memproyeksikan pemotongan suku bunga pada bulan Juni, September, dan Desember—jadwal yang lebih agresif dibanding perkiraan sebelumnya.

Skenario Alternatif: Kapan Dovish Policy Bisa Kembali ke Meja Pengambilan Keputusan?

Meskipun JPMorgan mempertahankan prediksi kenaikan suku bunga, bank tersebut tidak sepenuhnya menutup kemungkinan perubahan arah kebijakan dovish. Jika sinyal ekonomi berubah—terutama jika pasar tenaga kerja tiba-tiba melemas dalam beberapa bulan mendatang atau inflasi menurun jauh lebih cepat dari yang diperkirakan—Fed masih dapat mengaktifkan kembali diskusi tentang pemotongan suku bunga pada akhir tahun.

Prediksi JPMorgan sejalan dengan analisis pola grafik bullish dalam imbal hasil Treasury 10-tahun yang menunjukkan potensi kenaikan mendekati 6% dalam satu tahun ke depan, dari level saat ini sekitar 4,18%. Dinamika ini menciptakan dilema bagi investor: apakah mereka harus menunggu sinyal dovish yang lebih jelas, atau adaptasi dengan skenario suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka pendek sebelum Federal Reserve akhirnya mengubah pendekatan mereka.

BTC-5,5%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)