Pasar Opsi Memproyeksikan Bitcoin Berpotensi Menembus $80.000 pada Juni Mendatang

Tenggelamnya Bitcoin di bawah level $91.000 dari puncaknya di $95.000 pada awal tahun 2026 ini mencerminkan sentimen pasar yang semakin hati-hati. Instrumen opsi, yang berfungsi sebagai barometer ekspektasi pedagang profesional, kini menampilkan sinyal bearish yang signifikan. Data dari platform perdagangan terdesentralisasi menunjukkan bahwa para pelaku pasar memandang kemungkinan Bitcoin jatuh menembus $80.000 pada akhir Juni sebesar 30 persen, sebuah skenario yang akan membawa harga kembali ke level terendah sejak April 2025.

Ancaman Tarif Trump dan Krisis Greenland Tingkatkan Volatilitas Pasar

Tekanan pada Bitcoin tidak muncul dari kekosongan. Presiden Donald Trump telah mengumumkan rencana untuk menguasai Greenland dan mengancam mengenakan tarif 10% terhadap impor dari 10 negara Eropa yang menentang inisiatif tersebut. Ketegangan geopolitik ini menjadi katalis utama yang mendorong pasar kripto ke dalam zona ketidakpastian.

Dinamika serupa telah terjadi sebelumnya—dalam April 2025, Bitcoin sempat jatuh ke $75.000 ketika Trump memberlakukan tarif luas terhadap impor global. Analisis dari para ahli menunjukkan bahwa ketegangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Eropa membuka risiko pergeseran rezim menuju volatilitas yang lebih tinggi. Risiko ini, menurut para observer pasar, belum sepenuhnya tercermin dalam harga spot Bitcoin saat ini.

Data Dari Platform Terdesentralisasi: Sinyal Penurunan Yang Jelas

Derive.xyz, protokol terdesentralisasi yang menyediakan layanan opsi on-chain dan perpetual, menunjukkan konsentrasi minat terbuka yang besar pada kontrak opsi put di antara level strike $75.000 hingga $80.000. Pola serupa juga terlihat di Deribit, platform opsi terpusat terbesar di industri. Fenomena ini mengindikasikan ekspektasi dari komunitas trader profesional bahwa harga akan mengalami penurunan lebih dalam menuju kisaran pertengahan $70.000.

Sean Dawson, kepala divisi riset dari Derive.xyz, mengungkapkan bahwa skew pasar opsi—metrik yang mengukur perbedaan harga antara opsi call dan put—tetap berada di zona negatif. “Skew yang negatif mengindikasikan kekhawatiran penurunan dalam jangka pendek,” kata Dawson kepada CoinDesk. Sementara itu, probabilitas Bitcoin naik di atas $120.000 dalam rentang waktu yang sama hanya mencapai 19 persen, jauh lebih rendah dibandingkan dengan skenario penurunan.

Memahami Mekanisme Opsi Call dan Put dalam Prediksi Harga

Untuk memahami mengapa data opsi begitu penting dalam menganalisis sentimen pasar, perlu dipahami bagaimana instrumen ini bekerja. Opsi adalah kontrak derivatif yang memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pembeli untuk membeli atau menjual aset pada harga tertentu di masa depan.

Opsi call memungkinkan trader untuk bertaruh bahwa harga Bitcoin akan naik. Pembeli membayar premi kecil untuk mengunci harga pembelian di level yang telah ditentukan sebelumnya. Jika Bitcoin melonjak di atas level tersebut, pembeli akan mendapatkan keuntungan dengan membeli murah dan menjual mahal.

Sebaliknya, opsi put memberikan kesempatan untuk bertaruh pada penurunan harga. Dengan membayar premi, trader mengamankan hak untuk menjual Bitcoin pada harga tertentu. Jika harga jatuh di bawah level yang ditetapkan, pemegang put akan untung menjual pada harga tinggi. Dalam kedua kasus, risiko terbatas pada biaya premi yang dibayarkan jika pasar tidak bergerak sesuai harapan.

Pada saat penulisan ini, Bitcoin diperdagangkan di level $83.97K dengan penurunan 6,23 persen dalam 24 jam terakhir. Konsentrasi open interest yang besar pada opsi put mencerminkan bahwa profesional pasar secara masif melindungi diri dari downside risk yang dapat terjadi.

Dolar yang Melemah Tidak Mengangkat Bitcoin, Apa Alasannya?

Fenomena menarik muncul ketika mengamati dinamika dolar Amerika Serikat. Secara tidak biasa, Bitcoin tidak mengalami peningkatan harga meskipun nilai dolar melemah terhadap mata uang lain. Normalnya, pemisahan mata uang fiat yang lemah seharusnya mendorong permintaan pada aset alternatif seperti Bitcoin.

Para strategis JPMorgan menjelaskan bahwa pelemahan dolar saat ini didorong oleh faktor-faktor jangka pendek seperti aliran likuiditas dan sentimen pasar, bukan perubahan fundamental dalam pertumbuhan ekonomi atau ekspektasi kebijakan moneter. Mereka memperkirakan bahwa dolar akan stabil seiring dengan penguatan data ekonomi Amerika Serikat di kuartal-kuartal mendatang.

Karena pasar tidak memandang pelemahan dolar sebagai pergeseran makro yang bersifat permanen, Bitcoin cenderung diperdagangkan lebih seperti aset risiko yang sensitif terhadap likuiditas pasar daripada berfungsi sebagai lindung nilai dolar yang dapat diandalkan. Akibatnya, emas dan pasar negara berkembang menjadi penerima manfaat utama dari diversifikasi yang menjauh dari dolar.

Sentiment yang tercermin dalam pasar opsi memberikan gambaran komprehensif: investor profesional sedang meposisikan diri mereka untuk menghadapi volatilitas yang lebih tinggi, dengan kemungkinan penurunan yang lebih besar daripada kenaikan dalam beberapa bulan mendatang.

BTC-6,08%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)