Paradoks penentuan realitas di pasar prediksi: analisis a16z Crypto

Pasar prediksi menghadapi masalah paradoksal. Seperti yang ditemukan oleh a16z Crypto dalam artikel mereka tanggal 25 Januari, bagian tersulit dari prediksi bukanlah menebak apa yang akan terjadi di masa depan, melainkan menentukan apa yang sebenarnya telah terjadi. Menurut analisis dari BlockBeats, kesulitan mendasar ini menjadi hambatan utama bagi perkembangan seluruh ekosistem prediksi. Ketika algoritma mesin menggantikan penilaian manusia, muncul pertanyaan mendesak: siapa yang memutuskan apakah realitas itu benar? Dan masalah ini menjadi sangat nyata terutama dalam mekanisme penyelesaian kontrak.

Ujian utama: penetapan fakta alih-alih meramalkan masa depan

Kesulitan utama pasar prediksi terletak pada penentuan peristiwa yang telah terjadi, bukan pada meramalkan masa depan yang tidak pasti. Sistem ini menuntut platform untuk membuat keputusan apakah kejadian nyata sesuai dengan kondisi kontrak prediksi. Mekanisme penyelesaian sengketa harus transparan, tetapi sering kali dalam praktik menjadi medan interpretasi subjektif. Pertanyaannya tetap terbuka: apakah kontrak harus mengikuti data resmi atau konsensus dari pengamat independen?

Kasus Polymarket: ketika hakim, juri, dan algojuez adalah satu platform

Contoh nyata dari masalah ini adalah situasi awal tahun terkait peristiwa di Venezuela. Di platform Polymarket, muncul sengketa seputar pasar yang berkaitan dengan Maduro dan tindakan militer. Platform menyatakan bahwa pasar tersebut didasarkan pada asumsi palsu tentang invasi ke Venezuela, dan membatalkan kontrak tersebut. Namun kemudian terungkap bahwa definisi istilah peristiwa sangat penting: yang dimaksud bukan invasi dalam pengertian klasik, melainkan operasi khusus untuk penangkapan dan evakuasi. Polymarket akhirnya mengklasifikasi ulang peristiwa tersebut, mendefinisikan ulang syarat-syarat kontrak prediksi. Situasi ini mengungkapkan kerentanan utama: satu-satunya platform berperan sekaligus sebagai hakim yang menetapkan fakta, juri yang memberikan verdict, dan algojuez yang mengeksekusi keputusan.

Dilema kepercayaan dalam sistem prediksi

Analisis a16z Crypto menyoroti konflik kepentingan mendasar yang tertanam dalam arsitektur pasar prediksi. Platform yang mengelola pasar ini memiliki kekuasaan diskresioner untuk menafsirkan peristiwa sesuai keinginan mereka. Ini berarti peserta sepenuhnya bergantung pada penilaian subjektif dari administrator platform. Proses penyelesaian sengketa dapat dimanipulasi tergantung pada preferensi politik, kepentingan finansial, atau sekadar ketidakjelasan dari hasil awal. Tanpa sistem penyelesaian sengketa yang jelas dan berdasarkan kriteria objektif, pasar prediksi tetap rentan terhadap penyalahgunaan dan merusak kepercayaan peserta.

Pada akhirnya, pengembangan prediksi sebagai alat yang efektif untuk peramalan membutuhkan pemikiran ulang secara radikal tentang mekanisme penentuan hasil peristiwa. Selama pertanyaan ini belum terselesaikan, pasar prediksi akan tetap menjadi sistem yang rapuh, di mana teknologi dan penilaian manusia terus-menerus berkonflik.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)