Data terbaru dari Santiment menunjukkan bahwa Bitcoin mengakhiri periode 12 bulan terakhir dengan performa negatif yang signifikan. Alih-alih menciptakan momentum positif, aset kripto terbesar di dunia justru tercatat turun sebesar 20,22% dalam periode yang mencakup seluruh 2025 dan awal 2026. Tren ini mengecewakan harapan sebagian investor yang optimis memasuki tahun baru.
Penurunan Berkelanjutan Membuat Sentimen Pasar Lesu
Sepanjang 2025, Bitcoin mengalami tekanan dari berbagai faktor pasar yang kompleks. Meskipun awalnya ada tanda-tanda pemulihan di akhir tahun lalu, momentum tersebut tidak berkelanjutan. Volatilitas yang tinggi menjadi ciri utama pergerakan harga, menciptakan ketidakpastian di kalangan holder dan trader. Para investor terus memantau setiap pergerakan harga dengan cermat, mengharapkan sinyal bullish yang tidak kunjung tiba.
Neraca Tahun Mengecil: Dari Harapan Menjadi Realitas Negatif
Masuk ke 2026, narasi pasar yang tadinya positif bergeser menjadi konservatif. Pertanyaan “apakah Bitcoin akan berakhir positif atau negatif?” kini sudah memiliki jawaban yang jelas dari data. Dengan penurunan 20,22% dalam setahun terakhir, pasar cryptocurrency telah memberikan lereng yang tidak terduga bagi mereka yang membeli pada level tertinggi. Fenomena ini menunjukkan bahwa volatilitas aset digital masih menjadi tantangan utama bagi stabilitas pasar jangka panjang.
Momentum negatif ini menekankan pentingnya diversifikasi portofolio dan manajemen risiko yang matang bagi investor cryptocurrency. Sementara pasar terus bergejolak, perhatian investor tertuju pada apakah Bitcoin dapat mengatasi tekanan ini atau tren menurun akan terus berlanjut di kuartal-kuartal mendatang.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bitcoin Berakhir Tahun dengan Catat Negatif: Penurunan 20% Tekan Pasar
Data terbaru dari Santiment menunjukkan bahwa Bitcoin mengakhiri periode 12 bulan terakhir dengan performa negatif yang signifikan. Alih-alih menciptakan momentum positif, aset kripto terbesar di dunia justru tercatat turun sebesar 20,22% dalam periode yang mencakup seluruh 2025 dan awal 2026. Tren ini mengecewakan harapan sebagian investor yang optimis memasuki tahun baru.
Penurunan Berkelanjutan Membuat Sentimen Pasar Lesu
Sepanjang 2025, Bitcoin mengalami tekanan dari berbagai faktor pasar yang kompleks. Meskipun awalnya ada tanda-tanda pemulihan di akhir tahun lalu, momentum tersebut tidak berkelanjutan. Volatilitas yang tinggi menjadi ciri utama pergerakan harga, menciptakan ketidakpastian di kalangan holder dan trader. Para investor terus memantau setiap pergerakan harga dengan cermat, mengharapkan sinyal bullish yang tidak kunjung tiba.
Neraca Tahun Mengecil: Dari Harapan Menjadi Realitas Negatif
Masuk ke 2026, narasi pasar yang tadinya positif bergeser menjadi konservatif. Pertanyaan “apakah Bitcoin akan berakhir positif atau negatif?” kini sudah memiliki jawaban yang jelas dari data. Dengan penurunan 20,22% dalam setahun terakhir, pasar cryptocurrency telah memberikan lereng yang tidak terduga bagi mereka yang membeli pada level tertinggi. Fenomena ini menunjukkan bahwa volatilitas aset digital masih menjadi tantangan utama bagi stabilitas pasar jangka panjang.
Momentum negatif ini menekankan pentingnya diversifikasi portofolio dan manajemen risiko yang matang bagi investor cryptocurrency. Sementara pasar terus bergejolak, perhatian investor tertuju pada apakah Bitcoin dapat mengatasi tekanan ini atau tren menurun akan terus berlanjut di kuartal-kuartal mendatang.