比特币 dari 94% hingga 23%, evolusi pasar di balik retracement bull dan bear
Bagi pemegang Bitcoin, setiap fluktuasi tajam seperti grafik elektrokardiogram, mengguncang saraf banyak orang. Aset digital yang lahir dari reruntuhan keuangan ini, berulang kali mengalami kenaikan dan penurunan epik, menandai dirinya dengan label "volatilitas tinggi". Dan indikator terbaik untuk mengukur kekuatan detak jantung ini adalah persentase retracement saat pasar jatuh dari puncak euforia pasar bullish ke kedalaman jurang pasar bearish. Ini bukan sekadar angka dingin, melainkan sejarah pertumbuhan yang menggabungkan suasana pasar, narasi modal, dan ketahanan diri.
Menyelami data historis, satu pola inti muncul dengan jelas: dalam upacara kedewasaan Bitcoin, sebuah proses pembaptisan pasar bearish yang khas, tingkat retracement sering terkunci di kisaran brutal -75% hingga -85%. Lebih dari -80%, bisa disebut sebagai "bear dalam-dalam"; jika di bawah -65%, biasanya dianggap sebagai penyesuaian mendalam di tengah pasar bullish. "Garis dasar penderitaan" ini adalah kunci pertama untuk memahami siklus Bitcoin.
### 1. Zaman Primitif: Dari Tidak Dihargai Hingga Kekecewaan Pertama
Kisah Bitcoin dimulai dari sebuah legenda hampir mendekati nol.
- **Bull run 2011 → Bear market (-94%)**: Dari kurang dari 1 dolar di awal tahun hingga 32 dolar pada Juni, Bitcoin menyelesaikan kenaikan seribu kali lipat pertama, menarik perhatian para geek dan petualang global. Yang mengikuti adalah kejatuhan paling curam dalam sejarah—dalam lima bulan berikutnya, harga jatuh ke 2 dolar, dengan retracement mencapai 94%. Keruntuhan ini adalah rasa sakit yang tak terelakkan dari sesuatu yang baru lahir tanpa likuiditas, dasar pengetahuan, dan infrastruktur, tetapi juga membuktikan daya tahan hidupnya yang kuat.
### 2. Bentuk Awal Siklus: Struktur Double Top dan Pola Pasar Bear Mendalam
Seiring Bitcoin memasuki cakrawala yang lebih luas, siklusnya mulai menunjukkan pola klasik.
- **Bull run 2013 (puncak pertama) → Penyesuaian (-75%)**: Didorong oleh narasi krisis bank Siprus dan lain-lain, Bitcoin melonjak ke 266 dolar pada April 2013, kemudian anjlok ke 65 dolar karena masalah Mt.Gox, menyelesaikan retracement -75%. Tapi ini hanyalah pertengahan waktu. - **Bull run 2013 (puncak kedua) → Bear market 2015 (-86%)**: Pada akhir tahun yang sama, pasar China mendorong harga ke angka mengejutkan 1.240 dolar, membentuk "double top" yang ikonik. Setelah itu, pasar bearish selama 15 bulan dimulai, dengan harga akhirnya menyentuh dasar di 175 dolar, dengan retracement 86%. Siklus ini pertama kali secara lengkap menggambarkan skenario "kenaikan cepat - koreksi - kenaikan lagi - bear dalam", dengan retracement sekitar -80% menjadi memori pasar.
### 3. Awal Mula Mainstream: Gelombang ICO dan Musim Dingin Kripto yang Panjang
Sebelum Bitcoin masuk ke klub kapitalisasi pasar triliunan dolar, mengalami kali terakhir pasar bearish mendalam secara tradisional.
- **Bull run 2017 → Bear market 2018 (-84%)**: Dalam ledakan likuiditas akibat euforia ICO (Initial Coin Offering), Bitcoin melonjak ke puncak sejarah 20.000 dolar, resmi menjadi topik keuangan global. Setelah gelembung pecah, muncul musim dingin kripto selama tiga tahun, dengan harga turun ke 3.200 dolar pada akhir 2018, dengan retracement 84%, membuktikan kembali efektivitas garis dasar -80%.
### 4. Peralihan Paradigma: Masuknya Institusi dan Pengurangan Struktural dalam Retracement
Memasuki dekade 2020-an, perubahan besar dalam lingkungan makro dan struktur pasar mulai secara diam-diam menulis ulang pola sejarah.
- **Bull run 2021 (puncak pertama) → Penyesuaian (-56%)**: Didukung oleh dana institusi dan kebijakan moneter longgar, Bitcoin mencapai 69.000 dolar pada April 2021. Kemudian, pelarangan penambangan secara menyeluruh di China memicu "krisis tambang", harga sempat turun ke 30.000 dolar, dengan retracement 56%. Penyesuaian ini cukup dalam, tetapi tidak menembus garis tren utama, terbukti sebagai pengujian tekanan dalam pasar bullish. - **Bull run 2021 (puncak kedua) → Bear market 2022 (-77%)**: Pada November tahun yang sama, Bitcoin kembali menembus 69.000 dolar tanpa mencetak rekor tertinggi baru, namun dihadapkan oleh kenaikan suku bunga agresif Federal Reserve, keruntuhan stablecoin LUNA/UST, dan ledakan FTX, harga jatuh ke 15.500 dolar pada November 2022. Retracement 77% tampaknya sesuai pola sejarah, tetapi menyembunyikan dua perubahan kunci: pertama, dasar pasar bearish jauh lebih tinggi dari puncak pasar bullish sebelumnya (2017), menunjukkan fondasi pasar yang meningkat secara bertahap; kedua, meskipun retracement cukup dalam, tidak mencapai nilai ekstrem -80%, menunjukkan adanya dukungan pembeli yang lebih kuat.
### 5. Narasi Baru: Era ETF dan Volatilitas yang "Lembut"
Siklus baru yang sedang berkembang menunjukkan karakteristik yang belum pernah terjadi sebelumnya.
- **Penyesuaian bull run 2023 hingga saat ini (maksimal sekitar -23%)**: Dengan disetujuinya ETF Bitcoin spot di AS, Bitcoin mencapai rekor tertinggi 73.800 dolar pada Maret 2024. Setelah itu, koreksi terbesar hanya sekitar -23% (hingga 56.500 dolar). Dengan ETF yang membawa dana tambahan yang stabil, tanda-tanda penurunan volatilitas struktural mulai muncul. Frekuensi dan kedalaman retracement yang dalam mungkin berkurang, tetapi denyut siklus tetap ada.
### Kesimpulan: Sebuah buku pelajaran manajemen risiko yang terus berkembang
Melihat kembali sejarah retracement pasar bullish dan bearish Bitcoin, kita melihat jalur evolusi yang jelas: dari fluktuasi liar yang hampir mendekati nol di awal, melalui verifikasi berulang garis dasar -80%, hingga saat ini di mana volatilitas menjadi lebih terstruktur karena institusionalisasi dan finansialisasi.
Bagi investor, sejarah ini adalah buku pelajaran manajemen risiko yang hidup:
1. **Hormati siklus**: Penurunan yang dalam (-75% hingga -85%) adalah mekanisme "pembersihan tekanan" dalam ekosistem Bitcoin, bagian yang tak terelakkan. 2. **Kenali fase**: Retracement -30% hingga -50% lebih mungkin terjadi selama pasar bullish, sebagai peluang, bukan akhir dari segalanya; tetapi jika turun di bawah -65%, perlu waspada terhadap kemungkinan perubahan siklus. 3. **Pahami perubahan**: Pasar sedang matang. Produk keuangan seperti ETF menyerap volatilitas seperti peredam kejut, tetapi keserakahan dan ketakutan manusia tetap menjadi bahan bakar utama siklus.
Jantung Bitcoin masih berdetak kencang, hanya saja iramanya beralih dari rock berat ke sebuah simfoni yang tetap penuh semangat tetapi semakin kompleks. Memahami kekuatan retracementnya adalah mendengar nada paling penting dari lagu ini. $BTC $ETH
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
比特币 dari 94% hingga 23%, evolusi pasar di balik retracement bull dan bear
Bagi pemegang Bitcoin, setiap fluktuasi tajam seperti grafik elektrokardiogram, mengguncang saraf banyak orang. Aset digital yang lahir dari reruntuhan keuangan ini, berulang kali mengalami kenaikan dan penurunan epik, menandai dirinya dengan label "volatilitas tinggi". Dan indikator terbaik untuk mengukur kekuatan detak jantung ini adalah persentase retracement saat pasar jatuh dari puncak euforia pasar bullish ke kedalaman jurang pasar bearish. Ini bukan sekadar angka dingin, melainkan sejarah pertumbuhan yang menggabungkan suasana pasar, narasi modal, dan ketahanan diri.
Menyelami data historis, satu pola inti muncul dengan jelas: dalam upacara kedewasaan Bitcoin, sebuah proses pembaptisan pasar bearish yang khas, tingkat retracement sering terkunci di kisaran brutal -75% hingga -85%. Lebih dari -80%, bisa disebut sebagai "bear dalam-dalam"; jika di bawah -65%, biasanya dianggap sebagai penyesuaian mendalam di tengah pasar bullish. "Garis dasar penderitaan" ini adalah kunci pertama untuk memahami siklus Bitcoin.
### 1. Zaman Primitif: Dari Tidak Dihargai Hingga Kekecewaan Pertama
Kisah Bitcoin dimulai dari sebuah legenda hampir mendekati nol.
- **Bull run 2011 → Bear market (-94%)**: Dari kurang dari 1 dolar di awal tahun hingga 32 dolar pada Juni, Bitcoin menyelesaikan kenaikan seribu kali lipat pertama, menarik perhatian para geek dan petualang global. Yang mengikuti adalah kejatuhan paling curam dalam sejarah—dalam lima bulan berikutnya, harga jatuh ke 2 dolar, dengan retracement mencapai 94%. Keruntuhan ini adalah rasa sakit yang tak terelakkan dari sesuatu yang baru lahir tanpa likuiditas, dasar pengetahuan, dan infrastruktur, tetapi juga membuktikan daya tahan hidupnya yang kuat.
### 2. Bentuk Awal Siklus: Struktur Double Top dan Pola Pasar Bear Mendalam
Seiring Bitcoin memasuki cakrawala yang lebih luas, siklusnya mulai menunjukkan pola klasik.
- **Bull run 2013 (puncak pertama) → Penyesuaian (-75%)**: Didorong oleh narasi krisis bank Siprus dan lain-lain, Bitcoin melonjak ke 266 dolar pada April 2013, kemudian anjlok ke 65 dolar karena masalah Mt.Gox, menyelesaikan retracement -75%. Tapi ini hanyalah pertengahan waktu.
- **Bull run 2013 (puncak kedua) → Bear market 2015 (-86%)**: Pada akhir tahun yang sama, pasar China mendorong harga ke angka mengejutkan 1.240 dolar, membentuk "double top" yang ikonik. Setelah itu, pasar bearish selama 15 bulan dimulai, dengan harga akhirnya menyentuh dasar di 175 dolar, dengan retracement 86%. Siklus ini pertama kali secara lengkap menggambarkan skenario "kenaikan cepat - koreksi - kenaikan lagi - bear dalam", dengan retracement sekitar -80% menjadi memori pasar.
### 3. Awal Mula Mainstream: Gelombang ICO dan Musim Dingin Kripto yang Panjang
Sebelum Bitcoin masuk ke klub kapitalisasi pasar triliunan dolar, mengalami kali terakhir pasar bearish mendalam secara tradisional.
- **Bull run 2017 → Bear market 2018 (-84%)**: Dalam ledakan likuiditas akibat euforia ICO (Initial Coin Offering), Bitcoin melonjak ke puncak sejarah 20.000 dolar, resmi menjadi topik keuangan global. Setelah gelembung pecah, muncul musim dingin kripto selama tiga tahun, dengan harga turun ke 3.200 dolar pada akhir 2018, dengan retracement 84%, membuktikan kembali efektivitas garis dasar -80%.
### 4. Peralihan Paradigma: Masuknya Institusi dan Pengurangan Struktural dalam Retracement
Memasuki dekade 2020-an, perubahan besar dalam lingkungan makro dan struktur pasar mulai secara diam-diam menulis ulang pola sejarah.
- **Bull run 2021 (puncak pertama) → Penyesuaian (-56%)**: Didukung oleh dana institusi dan kebijakan moneter longgar, Bitcoin mencapai 69.000 dolar pada April 2021. Kemudian, pelarangan penambangan secara menyeluruh di China memicu "krisis tambang", harga sempat turun ke 30.000 dolar, dengan retracement 56%. Penyesuaian ini cukup dalam, tetapi tidak menembus garis tren utama, terbukti sebagai pengujian tekanan dalam pasar bullish.
- **Bull run 2021 (puncak kedua) → Bear market 2022 (-77%)**: Pada November tahun yang sama, Bitcoin kembali menembus 69.000 dolar tanpa mencetak rekor tertinggi baru, namun dihadapkan oleh kenaikan suku bunga agresif Federal Reserve, keruntuhan stablecoin LUNA/UST, dan ledakan FTX, harga jatuh ke 15.500 dolar pada November 2022. Retracement 77% tampaknya sesuai pola sejarah, tetapi menyembunyikan dua perubahan kunci: pertama, dasar pasar bearish jauh lebih tinggi dari puncak pasar bullish sebelumnya (2017), menunjukkan fondasi pasar yang meningkat secara bertahap; kedua, meskipun retracement cukup dalam, tidak mencapai nilai ekstrem -80%, menunjukkan adanya dukungan pembeli yang lebih kuat.
### 5. Narasi Baru: Era ETF dan Volatilitas yang "Lembut"
Siklus baru yang sedang berkembang menunjukkan karakteristik yang belum pernah terjadi sebelumnya.
- **Penyesuaian bull run 2023 hingga saat ini (maksimal sekitar -23%)**: Dengan disetujuinya ETF Bitcoin spot di AS, Bitcoin mencapai rekor tertinggi 73.800 dolar pada Maret 2024. Setelah itu, koreksi terbesar hanya sekitar -23% (hingga 56.500 dolar). Dengan ETF yang membawa dana tambahan yang stabil, tanda-tanda penurunan volatilitas struktural mulai muncul. Frekuensi dan kedalaman retracement yang dalam mungkin berkurang, tetapi denyut siklus tetap ada.
### Kesimpulan: Sebuah buku pelajaran manajemen risiko yang terus berkembang
Melihat kembali sejarah retracement pasar bullish dan bearish Bitcoin, kita melihat jalur evolusi yang jelas: dari fluktuasi liar yang hampir mendekati nol di awal, melalui verifikasi berulang garis dasar -80%, hingga saat ini di mana volatilitas menjadi lebih terstruktur karena institusionalisasi dan finansialisasi.
Bagi investor, sejarah ini adalah buku pelajaran manajemen risiko yang hidup:
1. **Hormati siklus**: Penurunan yang dalam (-75% hingga -85%) adalah mekanisme "pembersihan tekanan" dalam ekosistem Bitcoin, bagian yang tak terelakkan.
2. **Kenali fase**: Retracement -30% hingga -50% lebih mungkin terjadi selama pasar bullish, sebagai peluang, bukan akhir dari segalanya; tetapi jika turun di bawah -65%, perlu waspada terhadap kemungkinan perubahan siklus.
3. **Pahami perubahan**: Pasar sedang matang. Produk keuangan seperti ETF menyerap volatilitas seperti peredam kejut, tetapi keserakahan dan ketakutan manusia tetap menjadi bahan bakar utama siklus.
Jantung Bitcoin masih berdetak kencang, hanya saja iramanya beralih dari rock berat ke sebuah simfoni yang tetap penuh semangat tetapi semakin kompleks. Memahami kekuatan retracementnya adalah mendengar nada paling penting dari lagu ini. $BTC $ETH