平台 Waltio yang dirancang khusus untuk pelapor pajak aset kripto baru-baru ini menjadi target hacker. Diketahui, organisasi hacker bernama “Shiny Hunters” mengklaim telah secara ilegal memperoleh informasi pribadi sekitar 50.000 pelanggan platform tersebut dan menuntut tebusan dalam jumlah besar dari perusahaan. Kejadian ini telah dilaporkan ke polisi Prancis, memicu perhatian kembali industri terhadap keamanan data platform kripto.
Upaya Pemerasan Organisasi Hacker Meningkat
Menurut laporan PANews, platform Waltio yang diserang berfokus pada menyediakan layanan pelacakan portofolio dan perhitungan pajak untuk investor mata uang kripto. Organisasi hacker mengklaim telah berhasil mencuri data sensitif seperti alamat email pengguna dan saldo akun selama tahun 2024. Data semacam ini sangat berharga bagi kelompok hacker—email dapat digunakan untuk serangan phishing lebih lanjut, sementara informasi saldo akun dapat menyebabkan penipuan yang ditargetkan.
Peristiwa ini mencerminkan tren yang mengkhawatirkan: hacker tidak lagi hanya menargetkan bursa atau dompet, tetapi mulai mengincar alat dasar dan platform layanan. Alat pelaporan pajak, karena memiliki informasi lengkap tentang aset pengguna, menjadi sasaran serangan baru.
Dampak Kebocoran Data terhadap Pengguna Kripto
Skala kebocoran data 50.000 pengguna tidak boleh diremehkan. Bagi pengguna yang terdampak, mereka tidak hanya menghadapi risiko privasi pribadi mereka terungkap, tetapi juga bisa menjadi target penipuan atau pemerasan selanjutnya. “Informasi saldo akun” yang dikuasai hacker sangat berbahaya—ini berarti mereka mengetahui jumlah aset target dan dapat melakukan penipuan yang sangat tepat sasaran.
Peristiwa semacam ini juga memberi peringatan keras bagi seluruh industri kripto. Bahkan platform yang menyediakan layanan legal pun bisa menjadi senjata di tangan hacker, mengancam dana dan privasi banyak pengguna yang tidak bersalah.
Bagaimana Pengguna Kripto Melindungi Diri Mereka
Menghadapi ancaman hacker yang semakin aktif, pemilik aset kripto harus mengambil langkah perlindungan aktif. Pertama, bagi pengguna yang telah terdaftar di Waltio atau platform serupa, segera ubah kata sandi akun terkait dan aktifkan otentikasi dua faktor. Kedua, waspadai email dari pengirim yang mencurigakan, terutama yang mengklaim terkait verifikasi akun atau konfirmasi aset—ini adalah metode phishing umum yang digunakan hacker.
Selain itu, disarankan agar pengguna memilih alat pelaporan pajak yang memiliki sertifikasi keamanan lengkap dan menjalani audit keamanan secara berkala. Memeriksa aset kripto secara rutin dan mendeteksi transaksi yang mencurigakan juga merupakan bagian penting dari pertahanan. Di tengah ancaman hacker, kesadaran akan keamanan dan langkah pencegahan seringkali lebih penting daripada upaya pemulihan setelah kejadian.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Peringatan Keamanan Platform Pajak Kripto: Waltio Bocorkan Informasi 50.000 Pengguna Akibat Serangan Hacker
平台 Waltio yang dirancang khusus untuk pelapor pajak aset kripto baru-baru ini menjadi target hacker. Diketahui, organisasi hacker bernama “Shiny Hunters” mengklaim telah secara ilegal memperoleh informasi pribadi sekitar 50.000 pelanggan platform tersebut dan menuntut tebusan dalam jumlah besar dari perusahaan. Kejadian ini telah dilaporkan ke polisi Prancis, memicu perhatian kembali industri terhadap keamanan data platform kripto.
Upaya Pemerasan Organisasi Hacker Meningkat
Menurut laporan PANews, platform Waltio yang diserang berfokus pada menyediakan layanan pelacakan portofolio dan perhitungan pajak untuk investor mata uang kripto. Organisasi hacker mengklaim telah berhasil mencuri data sensitif seperti alamat email pengguna dan saldo akun selama tahun 2024. Data semacam ini sangat berharga bagi kelompok hacker—email dapat digunakan untuk serangan phishing lebih lanjut, sementara informasi saldo akun dapat menyebabkan penipuan yang ditargetkan.
Peristiwa ini mencerminkan tren yang mengkhawatirkan: hacker tidak lagi hanya menargetkan bursa atau dompet, tetapi mulai mengincar alat dasar dan platform layanan. Alat pelaporan pajak, karena memiliki informasi lengkap tentang aset pengguna, menjadi sasaran serangan baru.
Dampak Kebocoran Data terhadap Pengguna Kripto
Skala kebocoran data 50.000 pengguna tidak boleh diremehkan. Bagi pengguna yang terdampak, mereka tidak hanya menghadapi risiko privasi pribadi mereka terungkap, tetapi juga bisa menjadi target penipuan atau pemerasan selanjutnya. “Informasi saldo akun” yang dikuasai hacker sangat berbahaya—ini berarti mereka mengetahui jumlah aset target dan dapat melakukan penipuan yang sangat tepat sasaran.
Peristiwa semacam ini juga memberi peringatan keras bagi seluruh industri kripto. Bahkan platform yang menyediakan layanan legal pun bisa menjadi senjata di tangan hacker, mengancam dana dan privasi banyak pengguna yang tidak bersalah.
Bagaimana Pengguna Kripto Melindungi Diri Mereka
Menghadapi ancaman hacker yang semakin aktif, pemilik aset kripto harus mengambil langkah perlindungan aktif. Pertama, bagi pengguna yang telah terdaftar di Waltio atau platform serupa, segera ubah kata sandi akun terkait dan aktifkan otentikasi dua faktor. Kedua, waspadai email dari pengirim yang mencurigakan, terutama yang mengklaim terkait verifikasi akun atau konfirmasi aset—ini adalah metode phishing umum yang digunakan hacker.
Selain itu, disarankan agar pengguna memilih alat pelaporan pajak yang memiliki sertifikasi keamanan lengkap dan menjalani audit keamanan secara berkala. Memeriksa aset kripto secara rutin dan mendeteksi transaksi yang mencurigakan juga merupakan bagian penting dari pertahanan. Di tengah ancaman hacker, kesadaran akan keamanan dan langkah pencegahan seringkali lebih penting daripada upaya pemulihan setelah kejadian.