Data terbaru dari platform analitik blockchain menunjukkan Bitcoin menghadapi tantangan signifikan di awal 2026. Setelah menutup tahun 2025 dengan penurunan sekitar 6%, BTC kini mencatat kerugian tahunan sebesar 18,92%, jauh lebih dalam dari performa positif yang sempat diperkirakan di pertengahan tahun lalu.
Perkembangan ini mencerminkan volatilitas ekstrem yang dialami pasar cryptocurrency selama periode pelaporan. Para investor dan analis terus memantau setiap pergerakan BTC, berharap melihat pemulihan menuju wilayah positif di kuartal mendatang. Namun, tren turun yang persisten membuat outlook tetap penuh ketidakpastian—apakah Bitcoin akan berhasil meraih kembali level keuntungan ataukah akan terus memperdalam kerugian. Momentum pasar akan menjadi penentu kunci bagi sentimen investor ke depan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Data terbaru dari platform analitik blockchain menunjukkan Bitcoin menghadapi tantangan signifikan di awal 2026. Setelah menutup tahun 2025 dengan penurunan sekitar 6%, BTC kini mencatat kerugian tahunan sebesar 18,92%, jauh lebih dalam dari performa positif yang sempat diperkirakan di pertengahan tahun lalu.
Perkembangan ini mencerminkan volatilitas ekstrem yang dialami pasar cryptocurrency selama periode pelaporan. Para investor dan analis terus memantau setiap pergerakan BTC, berharap melihat pemulihan menuju wilayah positif di kuartal mendatang. Namun, tren turun yang persisten membuat outlook tetap penuh ketidakpastian—apakah Bitcoin akan berhasil meraih kembali level keuntungan ataukah akan terus memperdalam kerugian. Momentum pasar akan menjadi penentu kunci bagi sentimen investor ke depan.