Mata uang termahal di dunia tidak berasal dari negara dengan kemampuan perjalanan terbesar. Penemuan yang menarik ini mengungkapkan tidak adanya korelasi antara kekuatan mata uang dan mobilitas internasional warga negara. Sementara beberapa negara dapat membanggakan mata uang yang bernilai luar biasa, negara lain mencapai kekuatan politik yang luar biasa melalui paspor mereka. Analisis berikut menunjukkan bagaimana dua indikator posisi global suatu negara ini dapat sangat berbeda.
Dinar Kuwait di Puncak: 15 Mata Uang Terkuat di Dunia
Mata uang termahal di dunia, yaitu dinar Kuwait (KWD), menduduki posisi sebagai pemimpin tak terbantahkan dalam peringkat mata uang global. Di bawah dinar Kuwait, terdapat:
Dinar Bahrain (BHD), rial Oman (OMR), dan dinar Yordania (JOD) mewakili Timur Tengah sebagai pusat dari mata uang bernilai tertinggi. Poundsterling (GBP) dari Inggris muncul di lima besar, diikuti oleh raksasa Eropa: franc Swiss (CHF), euro (EUR), dan dolar Amerika Serikat (USD).
Peringkat lengkap juga mencakup: dolar Kepulauan Cayman (KYD), pound Gibraltar (GIP), dolar Bahama (BSD), dolar Bermuda (BMD), dan dolar Kanada (CAD), serta dolar Singapura (SGD) dan dolar Brunei (BND). Mata uang ini mewakili ekonomi terbesar dunia dan pusat keuangan terbesar, namun kekuatan ekonomi mereka tidak selalu tercermin dalam mobilitas internasional warga negara mereka.
Kontras yang Mengkhawatirkan: Paspor Terkuat Dimiliki Negara Lain
Peringkat paspor terkuat mengungkapkan kebenaran mengejutkan: negara dengan mata uang termahal sama sekali tidak menawarkan kebebasan perjalanan terbesar kepada warga negara mereka. Ini adalah ukuran kemampuan untuk mengunjungi tanpa visa atau dengan visa yang dikeluarkan di perbatasan, juga dikenal sebagai eTA.
Posisi teratas diduduki oleh: Singapura, Korea Selatan, dan Jepang, yang menawarkan akses ke lebih dari 190 destinasi tanpa hambatan visa. Di kelompok kedua terdapat raksasa Eropa: Jerman, Spanyol, Italia, Prancis, Swedia, Belanda, Finlandia, Austria, Denmark, Inggris, Luksemburg, Belgia, Swiss, dan Norwegia.
Kelompok ketiga mencakup: Yunani, Portugal, Irlandia, Malta, Australia, Selandia Baru, Kanada, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat. Kelompok keempat meliputi: Hongaria, Polandia, Republik Ceko, Islandia, Slovakia, Lithuania, Estonia, Latvia, Slovenia, dan Malaysia.
Pemimpin Tanpa Batas: Ketika Mobilitas Mengungguli Mata Uang
Polandia dengan paspor terkuat mencapai posisi yang lebih tinggi dalam mobilitas internasional daripada kekuatan mata uangnya. Ini menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi mata uang tidak menentukan kemampuan warga negara untuk bergerak bebas antar batas. Negara seperti Singapura menggabungkan kekuatan mata uang (dolar Singapura di puncak) dan mobilitas paspor yang luar biasa. Negara-negara Eropa lainnya mencapai hasil yang sangat baik dalam peringkat paspor, meskipun mata uang mereka tidak masuk dalam dua belas mata uang termahal.
Divergensi antara mata uang termahal dan paspor terkuat ini menggambarkan kompleksitas sistem keuangan dan politik global, di mana kekayaan ekonomi suatu negara tidak selalu sejalan dengan mobilitas internasional warga negaranya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mata Uang Termahal di Dunia 2026: Apakah Kekayaan Mata Uang Sejalan dengan Kekuatan Paspor?
Mata uang termahal di dunia tidak berasal dari negara dengan kemampuan perjalanan terbesar. Penemuan yang menarik ini mengungkapkan tidak adanya korelasi antara kekuatan mata uang dan mobilitas internasional warga negara. Sementara beberapa negara dapat membanggakan mata uang yang bernilai luar biasa, negara lain mencapai kekuatan politik yang luar biasa melalui paspor mereka. Analisis berikut menunjukkan bagaimana dua indikator posisi global suatu negara ini dapat sangat berbeda.
Dinar Kuwait di Puncak: 15 Mata Uang Terkuat di Dunia
Mata uang termahal di dunia, yaitu dinar Kuwait (KWD), menduduki posisi sebagai pemimpin tak terbantahkan dalam peringkat mata uang global. Di bawah dinar Kuwait, terdapat:
Dinar Bahrain (BHD), rial Oman (OMR), dan dinar Yordania (JOD) mewakili Timur Tengah sebagai pusat dari mata uang bernilai tertinggi. Poundsterling (GBP) dari Inggris muncul di lima besar, diikuti oleh raksasa Eropa: franc Swiss (CHF), euro (EUR), dan dolar Amerika Serikat (USD).
Peringkat lengkap juga mencakup: dolar Kepulauan Cayman (KYD), pound Gibraltar (GIP), dolar Bahama (BSD), dolar Bermuda (BMD), dan dolar Kanada (CAD), serta dolar Singapura (SGD) dan dolar Brunei (BND). Mata uang ini mewakili ekonomi terbesar dunia dan pusat keuangan terbesar, namun kekuatan ekonomi mereka tidak selalu tercermin dalam mobilitas internasional warga negara mereka.
Kontras yang Mengkhawatirkan: Paspor Terkuat Dimiliki Negara Lain
Peringkat paspor terkuat mengungkapkan kebenaran mengejutkan: negara dengan mata uang termahal sama sekali tidak menawarkan kebebasan perjalanan terbesar kepada warga negara mereka. Ini adalah ukuran kemampuan untuk mengunjungi tanpa visa atau dengan visa yang dikeluarkan di perbatasan, juga dikenal sebagai eTA.
Posisi teratas diduduki oleh: Singapura, Korea Selatan, dan Jepang, yang menawarkan akses ke lebih dari 190 destinasi tanpa hambatan visa. Di kelompok kedua terdapat raksasa Eropa: Jerman, Spanyol, Italia, Prancis, Swedia, Belanda, Finlandia, Austria, Denmark, Inggris, Luksemburg, Belgia, Swiss, dan Norwegia.
Kelompok ketiga mencakup: Yunani, Portugal, Irlandia, Malta, Australia, Selandia Baru, Kanada, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat. Kelompok keempat meliputi: Hongaria, Polandia, Republik Ceko, Islandia, Slovakia, Lithuania, Estonia, Latvia, Slovenia, dan Malaysia.
Pemimpin Tanpa Batas: Ketika Mobilitas Mengungguli Mata Uang
Polandia dengan paspor terkuat mencapai posisi yang lebih tinggi dalam mobilitas internasional daripada kekuatan mata uangnya. Ini menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi mata uang tidak menentukan kemampuan warga negara untuk bergerak bebas antar batas. Negara seperti Singapura menggabungkan kekuatan mata uang (dolar Singapura di puncak) dan mobilitas paspor yang luar biasa. Negara-negara Eropa lainnya mencapai hasil yang sangat baik dalam peringkat paspor, meskipun mata uang mereka tidak masuk dalam dua belas mata uang termahal.
Divergensi antara mata uang termahal dan paspor terkuat ini menggambarkan kompleksitas sistem keuangan dan politik global, di mana kekayaan ekonomi suatu negara tidak selalu sejalan dengan mobilitas internasional warga negaranya.