Pendiri Digital Currency Group (DCG) Barry Silbert mengundurkan diri beberapa bulan setelah digugat oleh regulator negara bagian New York, dan baru-baru ini kembali diangkat sebagai ketua dewan direksi perusahaan manajemen aset anak perusahaannya, Grayscale. Perubahan posisi ini dipandang sebagai sinyal kunci dalam mendorong IPO (penawaran umum perdana) pertama Grayscale, sekaligus menandai penyesuaian menyeluruh dalam kepemimpinan perusahaan.
Kembalinya Barry Silbert dan Perombakan Manajemen
Kembalinya Barry Silbert bukanlah kejadian yang terisolasi. Grayscale juga mengumumkan penunjukan beberapa pejabat senior baru, termasuk Chief Operating Officer, Chief Marketing Officer, Chief Communications Officer, dan Chief Human Resources Officer, yang akan langsung melapor kepada CEO perusahaan, Peter Mintzberg. Silbert menyerahkan wewenang ketua dewan kepada Mark Shifke (CFO DCG) yang sementara menjabat, yang akan tetap berpartisipasi sebagai anggota dewan dalam pengelolaan perusahaan. Perombakan ini mencerminkan persiapan penting Grayscale untuk IPO, dengan tujuan meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing pasar perusahaan.
Dari Trust ke ETF, Pengembangan Produk Secara Menyeluruh
Dalam periode sejak Silbert mengundurkan diri, Grayscale menyelesaikan transformasi produk yang penting. Perusahaan berhasil mengubah trust Bitcoin utamanya (GBTC) menjadi Exchange-Traded Fund (ETF), dan produk Ethereum yang sepadan juga telah menyelesaikan konversi yang sama. Saat ini, Grayscale sedang mendorong penerbitan dan konversi beberapa ETF lainnya yang mencakup aset kripto utama lainnya, memperluas portofolio produk di bidang pengelolaan aset digital.
Pengajuan IPO Telah Dilakukan, Gugatan Hukum Masih Berlanjut
Menurut rencana, Grayscale telah mengajukan permohonan IPO rahasia kepada Securities and Exchange Commission (SEC) AS pada Juli 2025. Meski menghadapi gugatan hukum berkelanjutan dari Kantor Jaksa Agung negara bagian New York (yang menuduh Barry Silbert dan DCG menyesatkan investor dan menyembunyikan kerugian keuangan lebih dari miliar dolar), Grayscale tetap melanjutkan rencana pencatatan sahamnya secara bertahap. Barry Silbert dan DCG membantah tuduhan tersebut, dan kasus ini saat ini sedang diproses di pengadilan negara bagian New York. Dalam pernyataannya, Barry Silbert menyatakan bahwa ia merasa terhormat atas momen yang “menentukan bagi perusahaan dan ekosistem aset digital yang lebih luas,” serta penuh percaya diri terhadap prospek jangka panjang dan tim kepemimpinan Grayscale.
Serangkaian langkah ini menunjukkan bahwa, meskipun menghadapi tekanan regulasi, Grayscale dan Barry Silbert terus mendorong proses institusionalisasi dan komersialisasi perusahaan secara nyata, dan IPO diharapkan menjadi tahap baru dalam perkembangan Grayscale.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Barry Silbert kembali menjabat sebagai Ketua Dewan Grayscale, mempercepat proses pencatatan saham GrayScale
Pendiri Digital Currency Group (DCG) Barry Silbert mengundurkan diri beberapa bulan setelah digugat oleh regulator negara bagian New York, dan baru-baru ini kembali diangkat sebagai ketua dewan direksi perusahaan manajemen aset anak perusahaannya, Grayscale. Perubahan posisi ini dipandang sebagai sinyal kunci dalam mendorong IPO (penawaran umum perdana) pertama Grayscale, sekaligus menandai penyesuaian menyeluruh dalam kepemimpinan perusahaan.
Kembalinya Barry Silbert dan Perombakan Manajemen
Kembalinya Barry Silbert bukanlah kejadian yang terisolasi. Grayscale juga mengumumkan penunjukan beberapa pejabat senior baru, termasuk Chief Operating Officer, Chief Marketing Officer, Chief Communications Officer, dan Chief Human Resources Officer, yang akan langsung melapor kepada CEO perusahaan, Peter Mintzberg. Silbert menyerahkan wewenang ketua dewan kepada Mark Shifke (CFO DCG) yang sementara menjabat, yang akan tetap berpartisipasi sebagai anggota dewan dalam pengelolaan perusahaan. Perombakan ini mencerminkan persiapan penting Grayscale untuk IPO, dengan tujuan meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing pasar perusahaan.
Dari Trust ke ETF, Pengembangan Produk Secara Menyeluruh
Dalam periode sejak Silbert mengundurkan diri, Grayscale menyelesaikan transformasi produk yang penting. Perusahaan berhasil mengubah trust Bitcoin utamanya (GBTC) menjadi Exchange-Traded Fund (ETF), dan produk Ethereum yang sepadan juga telah menyelesaikan konversi yang sama. Saat ini, Grayscale sedang mendorong penerbitan dan konversi beberapa ETF lainnya yang mencakup aset kripto utama lainnya, memperluas portofolio produk di bidang pengelolaan aset digital.
Pengajuan IPO Telah Dilakukan, Gugatan Hukum Masih Berlanjut
Menurut rencana, Grayscale telah mengajukan permohonan IPO rahasia kepada Securities and Exchange Commission (SEC) AS pada Juli 2025. Meski menghadapi gugatan hukum berkelanjutan dari Kantor Jaksa Agung negara bagian New York (yang menuduh Barry Silbert dan DCG menyesatkan investor dan menyembunyikan kerugian keuangan lebih dari miliar dolar), Grayscale tetap melanjutkan rencana pencatatan sahamnya secara bertahap. Barry Silbert dan DCG membantah tuduhan tersebut, dan kasus ini saat ini sedang diproses di pengadilan negara bagian New York. Dalam pernyataannya, Barry Silbert menyatakan bahwa ia merasa terhormat atas momen yang “menentukan bagi perusahaan dan ekosistem aset digital yang lebih luas,” serta penuh percaya diri terhadap prospek jangka panjang dan tim kepemimpinan Grayscale.
Serangkaian langkah ini menunjukkan bahwa, meskipun menghadapi tekanan regulasi, Grayscale dan Barry Silbert terus mendorong proses institusionalisasi dan komersialisasi perusahaan secara nyata, dan IPO diharapkan menjadi tahap baru dalam perkembangan Grayscale.