Jeremy Allaire, cofounder, presiden dan CEO Circle, menjadikan 2025 sebagai tahun di mana tesisnya tentang dolar digital beralih dari sebuah taruhan masa depan menjadi kenyataan politik dan teknologi. Strateginya adalah menyelaraskan produk keuangan dengan kebijakan publik, mengubah Circle menjadi aktor utama infrastruktur digital pembayaran.
Pengaruh Jeremy Allaire pada 2025 tidak hanya berasal dari kemenangan legislatif atau peluncuran produk. Kemampuannya untuk mengartikulasikan visi yang koheren tentang bagaimana pembiayaan terprogram akan berfungsi di internet, dikombinasikan dengan kesiapan untuk merangkul regulasi federal, menempatkannya sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam membangun masa depan dolar digital.
Dari teori ke dorongan regulasi: USDC sebagai ujung tombak
Perjalanan Jeremy Allaire menuju pengaruh dimulai dengan penguatan USD Coin (USDC), stablecoin terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar. Pada Februari, dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg pada 25 Februari, Allaire meluncurkan kritik terselubung namun tegas terhadap pesaing yang beroperasi tanpa pengawasan ketat, terutama terhadap Tether (USDT).
“Seharusnya bukan sebuah jalan bebas hambatan, kan? Di mana kamu bisa mengabaikan hukum AS dan melakukan apa saja di mana saja serta menjual di Amerika Serikat,” kata Allaire. Argumennya memicu perdebatan publik: jika stablecoin ingin beroperasi dalam dolar di Amerika Serikat, harus mematuhi standar regulasi yang sama dengan Circle. “Ini tentang perlindungan konsumen dan integritas keuangan,” tambahnya.
Posisi awal ini bukan sekadar defensif. Jeremy Allaire sedang menabur dasar untuk transformasi regulasi yang lebih luas.
The GENIUS: Jeremy Allaire dan kerangka legislatif yang mendefinisikan ulang stablecoins
Dorongan Jeremy Allaire di Washington menciptakan momentum di balik Undang-Undang untuk Membimbing dan Menetapkan Inovasi Nasional untuk Stablecoins di AS (GENIUS), legislasi federal pertama yang akan menetapkan norma lisensi dan cadangan untuk stablecoin pembayaran.
Hasilnya cepat:
17 Juni: Senat AS menyetujui GENIUS
17 Juli: DPR menyetujuinya
18 Juli: Presiden Trump menandatangani menjadi undang-undang
Jeremy Allaire telah mencapai sesuatu yang sedikit di industri cryptocurrency: mengubah visi bisnisnya menjadi kebijakan publik yang didukung oleh kedua kamar legislatif dan pemerintahan.
First National Digital Currency Bank: Institusionalisasi Circle
Pada 30 Juni, tepat saat momentum legislatif meningkat, Circle mengajukan permohonan ke Office of the Comptroller of the Currency (OCC) untuk mendirikan First National Digital Currency Bank, N.A., bank fidusia nasional pertama yang khusus bergerak di mata uang digital.
Jeremy Allaire menyatakan dalam siaran pers bahwa langkah ini “menandai tonggak penting dalam tujuan kami membangun sistem keuangan di internet yang transparan, efisien, dan dapat diakses.”
Permohonan ini lebih dari sekadar langkah regulasi. Menunjukkan bahwa Jeremy Allaire tidak ingin beroperasi di pinggiran sistem keuangan, melainkan ingin menjadi bagian dari struktur perbankan tradisional. Ini membedakan Circle dari aktor lain yang lebih memilih desentralisasi sebagai strategi.
Arc dan komputasi uang: Aksi berikutnya dari Jeremy Allaire
Pada musim gugur, Jeremy Allaire mengalihkan fokus strategis ke Arc, blockchain institusional Circle yang diperkenalkan sebagai infrastruktur untuk aktivitas keuangan yang diatur, denominasi dalam dolar, dan diselesaikan dalam milidetik.
Dalam sebuah wawancara pada Oktober di Future Investment Initiative di Riyadh, Arab Saudi, Allaire menggambarkan Arc sebagai “sistem operasi ekonomi untuk internet.” Proposalnya mencakup:
Pembayaran lintas batas
Pertukaran mata uang
Pinjaman dan aliran pasar modal
Penyelesaian dalam kurang dari satu detik
Kontrol privasi terintegrasi
Tarif yang dapat diprediksi dalam dolar
Hingga akhir Oktober, lebih dari 100 perusahaan di bidang perbankan, pembayaran, teknologi, dan AI sudah menguji testnet publik Arc, dengan peluncuran mainnet direncanakan untuk 2026.
Jeremy Allaire menekankan bahwa permintaan USDC di pasar berkembang “sangat signifikan,” terutama menyoroti Timur Tengah sebagai motor adopsi.
Visi Jeremy Allaire tentang masa depan keuangan terprogram
Pada 4 Desember, dalam sebuah percakapan dengan Steven Levy dari WIRED, Jeremy Allaire menyebut jaringan blockchain sebagai “paradigma operasional ekonomi” dan meramalkan bahwa transisi menuju sistem keuangan yang dapat diprogram akan menjadi “bagian fundamental dari apa yang akan berkembang di internet selama lima hingga sepuluh tahun ke depan.”
Pernyataan ini merangkum seluruh perjalanan Jeremy Allaire pada 2025: dia tidak hanya meluncurkan produk atau memenangkan pertarungan regulasi. Dia sedang memposisikan ulang bagaimana industri memahami peran dolar digital dalam infrastruktur internet.
Warisan pengaruh: Visi, regulasi, dan institusionalisasi
Pengaruh Jeremy Allaire pada 2025 berasal dari strategi terpadu. Pertama, dia mengartikulasikan tesis yang jelas tentang uang digital. Kedua, dia menyalurkan visi tersebut melalui advokasi regulasi dan partisipasi politik. Ketiga, dia membangun produk (USDC, Arc, First National Digital Currency Bank) yang mewujudkan visi tersebut.
Sementara pemain lain di industri cryptocurrency berusaha menantang establishment keuangan, Jeremy Allaire memilih untuk berintegrasi di dalamnya, merombaknya dari dalam. Strategi ganda ini—membela regulasi sambil berinovasi dalam teknologi—menjadikannya salah satu tokoh paling berpengaruh dalam mendefinisikan bagaimana keuangan terprogram akan beroperasi di tahun-tahun mendatang.
Pengaruhnya bukan sekadar akumulasi kemenangan kecil. Itu adalah realisasi koheren dari sebuah visi tentang bagaimana internet membutuhkan uang digital, didukung oleh kebijakan, teknologi, dan institusi.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Jeremy Allaire: Bagaimana mendorong agenda uang digital di tahun 2025
Jeremy Allaire, cofounder, presiden dan CEO Circle, menjadikan 2025 sebagai tahun di mana tesisnya tentang dolar digital beralih dari sebuah taruhan masa depan menjadi kenyataan politik dan teknologi. Strateginya adalah menyelaraskan produk keuangan dengan kebijakan publik, mengubah Circle menjadi aktor utama infrastruktur digital pembayaran.
Pengaruh Jeremy Allaire pada 2025 tidak hanya berasal dari kemenangan legislatif atau peluncuran produk. Kemampuannya untuk mengartikulasikan visi yang koheren tentang bagaimana pembiayaan terprogram akan berfungsi di internet, dikombinasikan dengan kesiapan untuk merangkul regulasi federal, menempatkannya sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam membangun masa depan dolar digital.
Dari teori ke dorongan regulasi: USDC sebagai ujung tombak
Perjalanan Jeremy Allaire menuju pengaruh dimulai dengan penguatan USD Coin (USDC), stablecoin terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar. Pada Februari, dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg pada 25 Februari, Allaire meluncurkan kritik terselubung namun tegas terhadap pesaing yang beroperasi tanpa pengawasan ketat, terutama terhadap Tether (USDT).
“Seharusnya bukan sebuah jalan bebas hambatan, kan? Di mana kamu bisa mengabaikan hukum AS dan melakukan apa saja di mana saja serta menjual di Amerika Serikat,” kata Allaire. Argumennya memicu perdebatan publik: jika stablecoin ingin beroperasi dalam dolar di Amerika Serikat, harus mematuhi standar regulasi yang sama dengan Circle. “Ini tentang perlindungan konsumen dan integritas keuangan,” tambahnya.
Posisi awal ini bukan sekadar defensif. Jeremy Allaire sedang menabur dasar untuk transformasi regulasi yang lebih luas.
The GENIUS: Jeremy Allaire dan kerangka legislatif yang mendefinisikan ulang stablecoins
Dorongan Jeremy Allaire di Washington menciptakan momentum di balik Undang-Undang untuk Membimbing dan Menetapkan Inovasi Nasional untuk Stablecoins di AS (GENIUS), legislasi federal pertama yang akan menetapkan norma lisensi dan cadangan untuk stablecoin pembayaran.
Hasilnya cepat:
Jeremy Allaire telah mencapai sesuatu yang sedikit di industri cryptocurrency: mengubah visi bisnisnya menjadi kebijakan publik yang didukung oleh kedua kamar legislatif dan pemerintahan.
First National Digital Currency Bank: Institusionalisasi Circle
Pada 30 Juni, tepat saat momentum legislatif meningkat, Circle mengajukan permohonan ke Office of the Comptroller of the Currency (OCC) untuk mendirikan First National Digital Currency Bank, N.A., bank fidusia nasional pertama yang khusus bergerak di mata uang digital.
Jeremy Allaire menyatakan dalam siaran pers bahwa langkah ini “menandai tonggak penting dalam tujuan kami membangun sistem keuangan di internet yang transparan, efisien, dan dapat diakses.”
Permohonan ini lebih dari sekadar langkah regulasi. Menunjukkan bahwa Jeremy Allaire tidak ingin beroperasi di pinggiran sistem keuangan, melainkan ingin menjadi bagian dari struktur perbankan tradisional. Ini membedakan Circle dari aktor lain yang lebih memilih desentralisasi sebagai strategi.
Arc dan komputasi uang: Aksi berikutnya dari Jeremy Allaire
Pada musim gugur, Jeremy Allaire mengalihkan fokus strategis ke Arc, blockchain institusional Circle yang diperkenalkan sebagai infrastruktur untuk aktivitas keuangan yang diatur, denominasi dalam dolar, dan diselesaikan dalam milidetik.
Dalam sebuah wawancara pada Oktober di Future Investment Initiative di Riyadh, Arab Saudi, Allaire menggambarkan Arc sebagai “sistem operasi ekonomi untuk internet.” Proposalnya mencakup:
Hingga akhir Oktober, lebih dari 100 perusahaan di bidang perbankan, pembayaran, teknologi, dan AI sudah menguji testnet publik Arc, dengan peluncuran mainnet direncanakan untuk 2026.
Jeremy Allaire menekankan bahwa permintaan USDC di pasar berkembang “sangat signifikan,” terutama menyoroti Timur Tengah sebagai motor adopsi.
Visi Jeremy Allaire tentang masa depan keuangan terprogram
Pada 4 Desember, dalam sebuah percakapan dengan Steven Levy dari WIRED, Jeremy Allaire menyebut jaringan blockchain sebagai “paradigma operasional ekonomi” dan meramalkan bahwa transisi menuju sistem keuangan yang dapat diprogram akan menjadi “bagian fundamental dari apa yang akan berkembang di internet selama lima hingga sepuluh tahun ke depan.”
Pernyataan ini merangkum seluruh perjalanan Jeremy Allaire pada 2025: dia tidak hanya meluncurkan produk atau memenangkan pertarungan regulasi. Dia sedang memposisikan ulang bagaimana industri memahami peran dolar digital dalam infrastruktur internet.
Warisan pengaruh: Visi, regulasi, dan institusionalisasi
Pengaruh Jeremy Allaire pada 2025 berasal dari strategi terpadu. Pertama, dia mengartikulasikan tesis yang jelas tentang uang digital. Kedua, dia menyalurkan visi tersebut melalui advokasi regulasi dan partisipasi politik. Ketiga, dia membangun produk (USDC, Arc, First National Digital Currency Bank) yang mewujudkan visi tersebut.
Sementara pemain lain di industri cryptocurrency berusaha menantang establishment keuangan, Jeremy Allaire memilih untuk berintegrasi di dalamnya, merombaknya dari dalam. Strategi ganda ini—membela regulasi sambil berinovasi dalam teknologi—menjadikannya salah satu tokoh paling berpengaruh dalam mendefinisikan bagaimana keuangan terprogram akan beroperasi di tahun-tahun mendatang.
Pengaruhnya bukan sekadar akumulasi kemenangan kecil. Itu adalah realisasi koheren dari sebuah visi tentang bagaimana internet membutuhkan uang digital, didukung oleh kebijakan, teknologi, dan institusi.