Emas dan perak mengalami penurunan besar, apa langkah yang harus diambil investor?
Pada malam tanggal 30 Januari 2026, pasar logam mulia menyajikan "lompatan sejarah": emas anjlok lebih dari 12% dalam satu hari (paling besar dalam hampir 40 tahun), perak sempat anjlok 36% (memecahkan rekor sejarah), banyak investor dengan leverage mengalami margin call, pasar dilanda kepanikan. Menghadapi volatilitas ekstrem ini, yang paling dibutuhkan investor bukanlah membeli secara buta saat harga turun atau menjual secara panik, melainkan penilaian rasional berdasarkan esensi pasar dan strategi yang dapat dilaksanakan. Artikel ini membahas dari penyebab penurunan, analisis tren, solusi stratifikasi, pengendalian risiko, dan alokasi jangka panjang, untuk memberikan panduan lengkap bagi berbagai tipe investor.
### 1. Kebenaran Penurunan: Pelepasan emosi jangka pendek, bukan pembalikan logika jangka panjang
Penurunan kali ini bukanlah akhir dari pasar bullish logam mulia, melainkan akibat dari beberapa faktor jangka pendek yang saling bertumpuk sebagai "penindasan emosi":
- **Tekanan profit taking**: Setelah emas mencapai rekor tertinggi $5598, posisi keuntungan besar yang terkumpul sebelumnya ditutup secara besar-besaran, perdagangan algoritmik mengikuti tren menjual, membentuk siklus vicious "jual—penurunan—stop-loss—jual lagi". - **Perubahan ekspektasi kebijakan**: Pemerintah Trump menominasikan Kevin W. Wash yang cenderung hawkish sebagai Ketua Federal Reserve, ekspektasi penurunan suku bunga 2-3 kali di 2026 menurun drastis, tingkat suku bunga yang lebih tinggi lebih lama mendorong indeks dolar dan hasil obligasi AS, menekan logam mulia tanpa bunga. - **Tekanan leverage**: CME, SHFE dan lain-lain baru-baru ini menaikkan margin, trader dengan leverage tinggi (5-40 kali) yang mengalami volatilitas >10% dalam satu hari dipaksa melakukan margin call, memperbesar penurunan. - **Break teknikal**: Emas menembus support penting di $5200, memicu banyak order stop-loss; perak menembus level psikologis $80/oz, mempercepat penjualan panik.
Logika inti jangka menengah dan panjang tetap: bank sentral global terus menambah emas (pembelian bersih 1136 ton di 2025, China konsisten menambah selama 14 bulan berturut-turut), tren de-dolarisasi tetap kokoh; defisit fiskal AS tinggi, utang melampaui $45 triliun, kepercayaan dolar jangka panjang tertekan; permintaan industri perak (peningkatan kapasitas PV tahunan 35%) terus meningkat, mendukung nilai jangka panjangnya.
### 2. Analisis tren: mencari dasar dalam jangka pendek, pemulihan menengah, prospek jangka panjang positif
- **Jangka pendek (1-4 minggu)**: kepanikan pasar belum sepenuhnya reda, kemungkinan akan turun lagi. Fokus pada support emas di $4700-4800/oz (setara sekitar 1040 yuan/gram di pasar domestik), dan perak di kisaran $70-75/oz. Jika menembus $4700/oz, bisa memicu gelombang stop-loss baru ke arah $4500; jika stabil dan rebound, resistance kuat di $5100-5200. - **Jangka menengah (3-6 bulan)**: ekspektasi kebijakan Fed akan semakin jelas, suasana pasar membaik, harga emas kemungkinan kembali ke kisaran $5000-5500, menunggu siklus penurunan suku bunga. Perak lebih fleksibel, potensi pemulihan lebih besar dari emas, tetapi volatilitas juga lebih tinggi. - **Jangka panjang (1-3 tahun)**: di tengah melemahnya kepercayaan terhadap dolar, geopolitik yang kompleks, dan kebijakan pembelian emas bank sentral yang normal, pasar bullish logam mulia tetap berlaku, emas berpotensi menantang $6000, dan perak bisa naik ke $120/oz.
### 3. Strategi stratifikasi: langkah tepat sesuai tipe posisi
#### (a) Trader leverage tinggi (futures, T+D, kontrak): prioritas selamatkan diri, stop-loss utama
- **Eksekusi stop-loss segera**: batasi kerugian per posisi maksimal 1-2% dari total dana (misal akun 100.000, kerugian maksimal 2000); stop-loss teknikal: jika emas turun di bawah $4700/oz dan perak di bawah $70/oz, keluar tanpa syarat; di pasar domestik, jika gold T+D turun di bawah 1040 yuan/gram dan silver T+D di bawah 22000 yuan/kg, keluar paksa. - **Turunkan leverage secara tegas**: dalam penurunan ini, leverage 5x dengan penurunan 10% akan rugi 50%; leverage 10x bisa menghapus modal. Investor biasa harus menjauh dari leverage >5x, dan saat volatilitas tinggi disarankan turun ke 1x (tanpa leverage). - **Hindari membeli saat harga turun untuk berharap rebound**: suasana pasar ekstrem, rebound bisa jadi tipu daya, kemungkinan penurunan lagi tinggi. Tunggu sinyal stabil (3 hari berturut-turut tidak membuat level terendah baru, volume transaksi menurun, dana ETF masuk) sebelum mencoba posisi kecil, tidak lebih dari 30%.
- **Jangan panik dan jual saat turun jangka pendek**: logika utama emas fisik adalah sebagai lawan dari mata uang kredit, volatilitas kali ini tidak mengubah esensinya. Jika tujuannya lindung nilai inflasi, diversifikasi aset, atau warisan, fluktuasi harga jangka pendek tidak perlu terlalu dipikirkan. - **Setelah stabil, beli bertahap**: jika porsi logam fisik di total aset kurang dari 5%, bisa menambah saat emas turun 5-8% (misal ke $4800, $4500), dan perak turun 10-15% (misal ke $75, $65). Setiap kali, jumlah pembelian tidak lebih dari 10% dari total dana alokasi, untuk meratakan biaya. - **Pilih saluran resmi**: prioritas beli di bank dengan harga premium ≤5%, hindari perhiasan emas bermerek (dengan premium 30%+ dan biaya likuidasi tinggi); untuk perak fisik, perhatikan keamanan penyimpanan dan likuiditas.
#### (c) Investor instrumen risiko rendah-menengah (ETF emas, ETF perak, logam batangan, emas kertas): kontrol posisi, tunggu dan lihat, trading swing
- **Bagi yang membeli di harga tinggi (biaya >$5200)**: saat rebound ke $5100-5200, kurangi 30-50% posisi untuk kurangi risiko; jika terus turun, jika menembus $4700/oz, kurangi lagi 20%, sisakan 50% posisi dasar untuk pengamatan. - **Bagi yang masuk di harga rendah (biaya < $5000)**: tidak perlu menjual, bisa menunggu pemulihan pasar; jika porsi kecil (<5% dari total aset), bisa beli bertahap di bawah $4800, setiap kali tidak lebih dari 1% dari total aset. - **Investor ETF perak**: volatilitas lebih besar, disarankan beli ringan di bawah $70, stop-loss di $65, dan saat rebound di atas $80, lakukan take profit bertahap, hindari pegang jangka panjang.
#### (d) Investor saham/reksa dana emas dan perak: hindari fluktuasi jangka pendek, pilih saham unggulan
- **Kurangi posisi jangka pendek untuk menghindari risiko**: volatilitas saham logam mulia bisa 3-5 kali lipat dari spot, dalam penurunan ini beberapa saham emas turun >20% dalam satu hari. Disarankan mengurangi posisi ke di bawah 30%, menunggu stabil. - **Pilih saham jangka menengah dan panjang**: fokus pada perusahaan dengan keunggulan sumber daya, biaya kontrol yang baik, dan kinerja stabil, seperti Zijin Mining, Shandong Gold, Silver泰 Gold; ETF terkait emas dengan deviasi tracking kecil dan biaya rendah. - **Waktu membeli saat bottom**: tunggu emas spot stabil, volume menurun, dan suasana sektor membaik sebelum masuk, jangan terburu-buru.
### 4. Aturan keras pengendalian risiko: hindari menjadi korban pasar
- **Emas**: porsi di aset cair keluarga 5-10%, saat volatilitas tinggi turun ke bawah 5%; pemula mulai dari 2-3%, secara bertahap naik ke 5%. - **Perak**: volatilitas lebih besar, porsi ≤3%, gunakan uang tidak terpakai, jangan ganggu keuangan harian dan dana darurat. - **Rebalancing dinamis**: pakai metode "pengaturan proporsi tetap"—ketika emas melebihi 10%, jual sebagian sampai target; jika di bawah 5%, tambah sampai target. Contoh: total aset 1 juta, target emas 5% (50.000), jika harga naik ke 70.000 (porsi 7%), jual 20.000; jika turun ke 30.000 (porsi 3%), beli 20.000.
#### (b) Pemilihan instrumen: hindari platform ilegal, pilih saluran risiko rendah
- **Pilihan utama**: ETF emas (biaya <0,5%, tracking ketat, likuiditas baik), tabungan emas bank (minimal investasi, dukung investasi rutin), batangan emas bank (saluran resmi, premium rendah). - **Pilihan utama perak**: ETF perak, LOF perak, hindari trading leverage tinggi seperti T+D. - **Hindari mutlak**: logam fisik luar negeri, pinjaman luar negeri, trading virtual, manajemen aset atas nama klien—platform ini sering penipuan, dana tidak terlindungi.
#### (c) Disiplin operasional: kendalikan emosi, konsisten dengan trading kuantitatif
- **Investasi rutin**: setiap bulan pada tanggal tertentu, investasikan jumlah tetap (misal 1000 yuan), jangan lihat fluktuasi jangka pendek, untuk meratakan biaya beli jangka panjang, hindari beli saat harga tinggi. - **Tentukan stop-loss dan take-profit**: sebelum transaksi, tetapkan level stop-loss (misal 8%) dan take-profit (misal 15%), patuhi secara ketat, jangan berharap keberuntungan. - **Hindari transaksi berlebihan**: volatilitas logam mulia tinggi dalam jangka pendek, transaksi sering meningkatkan risiko beli tinggi dan jual rendah, menambah biaya dan kerugian. Memegang jangka menengah (6-12 bulan) lebih cocok untuk investor umum.
### 5. Nilai alokasi jangka panjang: logam mulia sebagai "penstabil" portofolio
#### (a) Perlindungan inflasi: mengungguli depresiasi uang kertas dalam jangka panjang
Emas sebagai "uang keras", secara historis mengungguli inflasi. Sejak runtuhnya sistem Bretton Woods 1971, harga emas dari $35/oz naik ke sekitar $4800/oz di 2026, dengan tingkat pengembalian tahunan sekitar 7,5%, jauh di atas inflasi dolar selama periode yang sama (~3,2% per tahun). Perak memiliki sifat komoditas dan mata uang, permintaan industri mendukung nilai jangka panjangnya, dengan tingkat pengembalian tahunan sekitar 8,2%. Di tengah pelonggaran moneter global dan melemahnya kepercayaan dolar, nilai anti-inflasi logam mulia akan semakin menonjol.
#### (b) Fungsi diversifikasi aset: mengurangi volatilitas portofolio
Logam mulia memiliki korelasi rendah bahkan negatif dengan saham dan obligasi, terutama saat krisis. Contohnya, selama pandemi 2020, pasar saham global jatuh 30-50%, emas malah naik 25%; pada 2022, kenaikan suku bunga agresif Fed menyebabkan obligasi anjlok, tetapi emas relatif stabil. Menyisihkan 5-10% aset di emas dapat secara efektif mengurangi volatilitas portofolio dan meningkatkan risiko-adjusted return.
#### (c) Perlindungan geopolitik: investasi emas di masa chaos
Ketegangan geopolitik global meningkat (konflik Rusia-Ukraina, situasi Timur Tengah, isu Taiwan), risiko premi terus naik. Emas sebagai "mata uang tanpa batas negara", menjadi tempat perlindungan saat ketidakpastian politik dan fluktuasi nilai tukar. Pada 2025, bank sentral net pembelian emas mencapai 1136 ton, tertinggi dalam sejarah, termasuk China, India, Turki yang terus menambah, sebagai kekhawatiran risiko geopolitik dan strategi de-dolarisasi.
#### (d) Nilai ganda perak: permintaan industri + sifat mata uang
Perak bukan hanya logam mulia, tetapi juga bahan industri penting, permintaan di bidang PV, elektronik, medis terus meningkat. Pada 2025, kapasitas PV global meningkat 35%, mendorong permintaan industri perak mencapai rekor, lebih dari 60% dari total kebutuhan. Selain itu, sifat mata uang perak membuatnya diuntungkan dari tren de-dolarisasi, nilai jangka panjangnya undervalued. Rasio harga emas terhadap perak (harga emas/harga perak) sekitar 65, rerata historis sekitar 50, menunjukkan potensi pemulihan valuasi perak.
Penurunan besar logam mulia adalah pelepasan emosi jangka pendek, bukan pembalikan tren jangka panjang. Investor harus melihat volatilitas pasar secara rasional, hindari operasi emosional: trader leverage tinggi utamakan stop-loss dan pengurangan leverage; pemilik fisik bisa santai menunggu, beli bertahap saat stabil; investor ETF dan emas kertas kontrol posisi dan tunggu, lakukan trading swing; investor saham dan dana emas dan perak: kurangi posisi jangka pendek untuk menghindari risiko, pilih saham unggulan jangka menengah dan panjang. Secara jangka panjang, logam mulia sebagai alat lindung inflasi, diversifikasi aset, dan perlindungan geopolitik harus mengisi 5-10% dari portofolio keluarga, gunakan strategi investasi rutin atau rebalancing tetap, melewati volatilitas pasar, dan capai perlindungan nilai aset jangka panjang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Emas dan perak mengalami penurunan besar, apa langkah yang harus diambil investor?
Pada malam tanggal 30 Januari 2026, pasar logam mulia menyajikan "lompatan sejarah": emas anjlok lebih dari 12% dalam satu hari (paling besar dalam hampir 40 tahun), perak sempat anjlok 36% (memecahkan rekor sejarah), banyak investor dengan leverage mengalami margin call, pasar dilanda kepanikan. Menghadapi volatilitas ekstrem ini, yang paling dibutuhkan investor bukanlah membeli secara buta saat harga turun atau menjual secara panik, melainkan penilaian rasional berdasarkan esensi pasar dan strategi yang dapat dilaksanakan. Artikel ini membahas dari penyebab penurunan, analisis tren, solusi stratifikasi, pengendalian risiko, dan alokasi jangka panjang, untuk memberikan panduan lengkap bagi berbagai tipe investor.
### 1. Kebenaran Penurunan: Pelepasan emosi jangka pendek, bukan pembalikan logika jangka panjang
Penurunan kali ini bukanlah akhir dari pasar bullish logam mulia, melainkan akibat dari beberapa faktor jangka pendek yang saling bertumpuk sebagai "penindasan emosi":
- **Tekanan profit taking**: Setelah emas mencapai rekor tertinggi $5598, posisi keuntungan besar yang terkumpul sebelumnya ditutup secara besar-besaran, perdagangan algoritmik mengikuti tren menjual, membentuk siklus vicious "jual—penurunan—stop-loss—jual lagi".
- **Perubahan ekspektasi kebijakan**: Pemerintah Trump menominasikan Kevin W. Wash yang cenderung hawkish sebagai Ketua Federal Reserve, ekspektasi penurunan suku bunga 2-3 kali di 2026 menurun drastis, tingkat suku bunga yang lebih tinggi lebih lama mendorong indeks dolar dan hasil obligasi AS, menekan logam mulia tanpa bunga.
- **Tekanan leverage**: CME, SHFE dan lain-lain baru-baru ini menaikkan margin, trader dengan leverage tinggi (5-40 kali) yang mengalami volatilitas >10% dalam satu hari dipaksa melakukan margin call, memperbesar penurunan.
- **Break teknikal**: Emas menembus support penting di $5200, memicu banyak order stop-loss; perak menembus level psikologis $80/oz, mempercepat penjualan panik.
Logika inti jangka menengah dan panjang tetap: bank sentral global terus menambah emas (pembelian bersih 1136 ton di 2025, China konsisten menambah selama 14 bulan berturut-turut), tren de-dolarisasi tetap kokoh; defisit fiskal AS tinggi, utang melampaui $45 triliun, kepercayaan dolar jangka panjang tertekan; permintaan industri perak (peningkatan kapasitas PV tahunan 35%) terus meningkat, mendukung nilai jangka panjangnya.
### 2. Analisis tren: mencari dasar dalam jangka pendek, pemulihan menengah, prospek jangka panjang positif
- **Jangka pendek (1-4 minggu)**: kepanikan pasar belum sepenuhnya reda, kemungkinan akan turun lagi. Fokus pada support emas di $4700-4800/oz (setara sekitar 1040 yuan/gram di pasar domestik), dan perak di kisaran $70-75/oz. Jika menembus $4700/oz, bisa memicu gelombang stop-loss baru ke arah $4500; jika stabil dan rebound, resistance kuat di $5100-5200.
- **Jangka menengah (3-6 bulan)**: ekspektasi kebijakan Fed akan semakin jelas, suasana pasar membaik, harga emas kemungkinan kembali ke kisaran $5000-5500, menunggu siklus penurunan suku bunga. Perak lebih fleksibel, potensi pemulihan lebih besar dari emas, tetapi volatilitas juga lebih tinggi.
- **Jangka panjang (1-3 tahun)**: di tengah melemahnya kepercayaan terhadap dolar, geopolitik yang kompleks, dan kebijakan pembelian emas bank sentral yang normal, pasar bullish logam mulia tetap berlaku, emas berpotensi menantang $6000, dan perak bisa naik ke $120/oz.
### 3. Strategi stratifikasi: langkah tepat sesuai tipe posisi
#### (a) Trader leverage tinggi (futures, T+D, kontrak): prioritas selamatkan diri, stop-loss utama
- **Eksekusi stop-loss segera**: batasi kerugian per posisi maksimal 1-2% dari total dana (misal akun 100.000, kerugian maksimal 2000); stop-loss teknikal: jika emas turun di bawah $4700/oz dan perak di bawah $70/oz, keluar tanpa syarat; di pasar domestik, jika gold T+D turun di bawah 1040 yuan/gram dan silver T+D di bawah 22000 yuan/kg, keluar paksa.
- **Turunkan leverage secara tegas**: dalam penurunan ini, leverage 5x dengan penurunan 10% akan rugi 50%; leverage 10x bisa menghapus modal. Investor biasa harus menjauh dari leverage >5x, dan saat volatilitas tinggi disarankan turun ke 1x (tanpa leverage).
- **Hindari membeli saat harga turun untuk berharap rebound**: suasana pasar ekstrem, rebound bisa jadi tipu daya, kemungkinan penurunan lagi tinggi. Tunggu sinyal stabil (3 hari berturut-turut tidak membuat level terendah baru, volume transaksi menurun, dana ETF masuk) sebelum mencoba posisi kecil, tidak lebih dari 30%.
#### (b) Pemegang logam mulia fisik (batangan emas, perak, koin investasi): santai menunggu, beli bertahap
- **Jangan panik dan jual saat turun jangka pendek**: logika utama emas fisik adalah sebagai lawan dari mata uang kredit, volatilitas kali ini tidak mengubah esensinya. Jika tujuannya lindung nilai inflasi, diversifikasi aset, atau warisan, fluktuasi harga jangka pendek tidak perlu terlalu dipikirkan.
- **Setelah stabil, beli bertahap**: jika porsi logam fisik di total aset kurang dari 5%, bisa menambah saat emas turun 5-8% (misal ke $4800, $4500), dan perak turun 10-15% (misal ke $75, $65). Setiap kali, jumlah pembelian tidak lebih dari 10% dari total dana alokasi, untuk meratakan biaya.
- **Pilih saluran resmi**: prioritas beli di bank dengan harga premium ≤5%, hindari perhiasan emas bermerek (dengan premium 30%+ dan biaya likuidasi tinggi); untuk perak fisik, perhatikan keamanan penyimpanan dan likuiditas.
#### (c) Investor instrumen risiko rendah-menengah (ETF emas, ETF perak, logam batangan, emas kertas): kontrol posisi, tunggu dan lihat, trading swing
- **Bagi yang membeli di harga tinggi (biaya >$5200)**: saat rebound ke $5100-5200, kurangi 30-50% posisi untuk kurangi risiko; jika terus turun, jika menembus $4700/oz, kurangi lagi 20%, sisakan 50% posisi dasar untuk pengamatan.
- **Bagi yang masuk di harga rendah (biaya < $5000)**: tidak perlu menjual, bisa menunggu pemulihan pasar; jika porsi kecil (<5% dari total aset), bisa beli bertahap di bawah $4800, setiap kali tidak lebih dari 1% dari total aset.
- **Investor ETF perak**: volatilitas lebih besar, disarankan beli ringan di bawah $70, stop-loss di $65, dan saat rebound di atas $80, lakukan take profit bertahap, hindari pegang jangka panjang.
#### (d) Investor saham/reksa dana emas dan perak: hindari fluktuasi jangka pendek, pilih saham unggulan
- **Kurangi posisi jangka pendek untuk menghindari risiko**: volatilitas saham logam mulia bisa 3-5 kali lipat dari spot, dalam penurunan ini beberapa saham emas turun >20% dalam satu hari. Disarankan mengurangi posisi ke di bawah 30%, menunggu stabil.
- **Pilih saham jangka menengah dan panjang**: fokus pada perusahaan dengan keunggulan sumber daya, biaya kontrol yang baik, dan kinerja stabil, seperti Zijin Mining, Shandong Gold, Silver泰 Gold; ETF terkait emas dengan deviasi tracking kecil dan biaya rendah.
- **Waktu membeli saat bottom**: tunggu emas spot stabil, volume menurun, dan suasana sektor membaik sebelum masuk, jangan terburu-buru.
### 4. Aturan keras pengendalian risiko: hindari menjadi korban pasar
#### (a) Pengendalian posisi: patuhi batas alokasi
- **Emas**: porsi di aset cair keluarga 5-10%, saat volatilitas tinggi turun ke bawah 5%; pemula mulai dari 2-3%, secara bertahap naik ke 5%.
- **Perak**: volatilitas lebih besar, porsi ≤3%, gunakan uang tidak terpakai, jangan ganggu keuangan harian dan dana darurat.
- **Rebalancing dinamis**: pakai metode "pengaturan proporsi tetap"—ketika emas melebihi 10%, jual sebagian sampai target; jika di bawah 5%, tambah sampai target. Contoh: total aset 1 juta, target emas 5% (50.000), jika harga naik ke 70.000 (porsi 7%), jual 20.000; jika turun ke 30.000 (porsi 3%), beli 20.000.
#### (b) Pemilihan instrumen: hindari platform ilegal, pilih saluran risiko rendah
- **Pilihan utama**: ETF emas (biaya <0,5%, tracking ketat, likuiditas baik), tabungan emas bank (minimal investasi, dukung investasi rutin), batangan emas bank (saluran resmi, premium rendah).
- **Pilihan utama perak**: ETF perak, LOF perak, hindari trading leverage tinggi seperti T+D.
- **Hindari mutlak**: logam fisik luar negeri, pinjaman luar negeri, trading virtual, manajemen aset atas nama klien—platform ini sering penipuan, dana tidak terlindungi.
#### (c) Disiplin operasional: kendalikan emosi, konsisten dengan trading kuantitatif
- **Investasi rutin**: setiap bulan pada tanggal tertentu, investasikan jumlah tetap (misal 1000 yuan), jangan lihat fluktuasi jangka pendek, untuk meratakan biaya beli jangka panjang, hindari beli saat harga tinggi.
- **Tentukan stop-loss dan take-profit**: sebelum transaksi, tetapkan level stop-loss (misal 8%) dan take-profit (misal 15%), patuhi secara ketat, jangan berharap keberuntungan.
- **Hindari transaksi berlebihan**: volatilitas logam mulia tinggi dalam jangka pendek, transaksi sering meningkatkan risiko beli tinggi dan jual rendah, menambah biaya dan kerugian. Memegang jangka menengah (6-12 bulan) lebih cocok untuk investor umum.
### 5. Nilai alokasi jangka panjang: logam mulia sebagai "penstabil" portofolio
#### (a) Perlindungan inflasi: mengungguli depresiasi uang kertas dalam jangka panjang
Emas sebagai "uang keras", secara historis mengungguli inflasi. Sejak runtuhnya sistem Bretton Woods 1971, harga emas dari $35/oz naik ke sekitar $4800/oz di 2026, dengan tingkat pengembalian tahunan sekitar 7,5%, jauh di atas inflasi dolar selama periode yang sama (~3,2% per tahun). Perak memiliki sifat komoditas dan mata uang, permintaan industri mendukung nilai jangka panjangnya, dengan tingkat pengembalian tahunan sekitar 8,2%. Di tengah pelonggaran moneter global dan melemahnya kepercayaan dolar, nilai anti-inflasi logam mulia akan semakin menonjol.
#### (b) Fungsi diversifikasi aset: mengurangi volatilitas portofolio
Logam mulia memiliki korelasi rendah bahkan negatif dengan saham dan obligasi, terutama saat krisis. Contohnya, selama pandemi 2020, pasar saham global jatuh 30-50%, emas malah naik 25%; pada 2022, kenaikan suku bunga agresif Fed menyebabkan obligasi anjlok, tetapi emas relatif stabil. Menyisihkan 5-10% aset di emas dapat secara efektif mengurangi volatilitas portofolio dan meningkatkan risiko-adjusted return.
#### (c) Perlindungan geopolitik: investasi emas di masa chaos
Ketegangan geopolitik global meningkat (konflik Rusia-Ukraina, situasi Timur Tengah, isu Taiwan), risiko premi terus naik. Emas sebagai "mata uang tanpa batas negara", menjadi tempat perlindungan saat ketidakpastian politik dan fluktuasi nilai tukar. Pada 2025, bank sentral net pembelian emas mencapai 1136 ton, tertinggi dalam sejarah, termasuk China, India, Turki yang terus menambah, sebagai kekhawatiran risiko geopolitik dan strategi de-dolarisasi.
#### (d) Nilai ganda perak: permintaan industri + sifat mata uang
Perak bukan hanya logam mulia, tetapi juga bahan industri penting, permintaan di bidang PV, elektronik, medis terus meningkat. Pada 2025, kapasitas PV global meningkat 35%, mendorong permintaan industri perak mencapai rekor, lebih dari 60% dari total kebutuhan. Selain itu, sifat mata uang perak membuatnya diuntungkan dari tren de-dolarisasi, nilai jangka panjangnya undervalued. Rasio harga emas terhadap perak (harga emas/harga perak) sekitar 65, rerata historis sekitar 50, menunjukkan potensi pemulihan valuasi perak.
Penurunan besar logam mulia adalah pelepasan emosi jangka pendek, bukan pembalikan tren jangka panjang. Investor harus melihat volatilitas pasar secara rasional, hindari operasi emosional: trader leverage tinggi utamakan stop-loss dan pengurangan leverage; pemilik fisik bisa santai menunggu, beli bertahap saat stabil; investor ETF dan emas kertas kontrol posisi dan tunggu, lakukan trading swing; investor saham dan dana emas dan perak: kurangi posisi jangka pendek untuk menghindari risiko, pilih saham unggulan jangka menengah dan panjang. Secara jangka panjang, logam mulia sebagai alat lindung inflasi, diversifikasi aset, dan perlindungan geopolitik harus mengisi 5-10% dari portofolio keluarga, gunakan strategi investasi rutin atau rebalancing tetap, melewati volatilitas pasar, dan capai perlindungan nilai aset jangka panjang.