Menghadapi landscape pasar yang kompetitif, Sui Group Holdings (SUIG)—perusahaan Nasdaq-listed yang menjadi pintu masuk institusional ke ekosistem Sui—mengambil langkah transformatif untuk memaksimalkan return pemegang saham. Strategi terbaru perusahaan, yang dulunya beroperasi sebagai Mill City Ventures sebelum rebrand pada 2025, berfokus pada akumulasi kas yang cerdas dan pembangunan infrastruktur penghasil pendapatan berkelanjutan, bukan sekadar kepemilikan token pasif.
Menurut Stephen Mackintosh, Chief Investment Officer perusahaan, tujuan jangka panjang Sui Group adalah menjadi pemain ekonomi paling dominan dalam ekosistem blockchain Sui dengan menggerakkan kas digital melalui berbagai saluran revenue. “Kinerja kami selalu akan berkorelasi dengan harga SUI, namun tujuan kami adalah menceritakan kisah yang berbeda tentang bagaimana kas berkembang melalui operasi ekosistem,” ujar Mackintosh.
Strategi Kas Digital: Dari Pemegang Token Menjadi Penghasil Yield
Transformasi Sui Group merepresentasikan pergeseran paradigma dalam cara perusahaan treasury berbasis digital mengoperasionalkan aset kripto. Alih-alih hanya menahan dan melakukan staking token SUI, perusahaan kini memposisikan dirinya sebagai operator aktif yang mengintegrasikan kas ke dalam infrastruktur DeFi native Sui.
Strategi ini didukung oleh infrastruktur custodian yang solid—aset digital Sui Group dikelola oleh Galaxy Digital, manajer aset institusional terkemuka—dan pendekatan capital discipline yang ketat. Dalam putaran PIPE (private investment in public equity) yang diselesaikan saat SUI diperdagangkan di level $4,20, perusahaan berhasil mengumpulkan sekitar $450 juta sambil dengan sengaja mempertahankan $60 juta kas cadangan untuk mengelola risiko pasar yang tak terduga. Strategi kas konservatif ini kemudian terbukti efektif ketika volatilitas pasar meningkat.
Saat ini, dengan SUI diperdagangkan di $1,14 (per 1 Februari 2026), kas digital Sui Group senilai lebih dari $160 juta memberikan dasar yang solid untuk ekspansi operasional. Perusahaan telah menjaga kas dalam proporsi strategis yang memungkinkan akuisisi berkelanjutan tanpa memicu penjualan paksa selama fase pasar yang tertekan.
Meningkatkan Kas SUI: Target 5% Pasokan Beredar
Ambisi Sui Group untuk menjadi pemain treasury terdepan tercermin dalam target kepemilikan token yang agresif namun terukur. Perusahaan saat ini memegang sekitar 108 juta token SUI, mewakili sedikit kurang dari 3% dari total pasokan beredar senilai sekitar 3,79 miliar token. Target jangka menengah perusahaan adalah meningkatkan kepemilikan kas SUI ini menjadi 5% dari pasokan beredar—tonggak yang Mackintosh anggap sebagai milestone kritis untuk membangun pengaruh ekonomi yang signifikan dalam ekosistem.
Metrik “SUI per share” perusahaan, tolok ukur yang serupa dengan ether-per-share yang digunakan oleh treasury companies yang berfokus pada Ethereum, telah meningkat dari 1,14 menjadi 1,34 dalam periode laporan terakhir. Peningkatan ini mencerminkan kombinasi dari akumulasi kas yang efisien dan disiplin dalam pengelolaan saham beredar—termasuk pembelian kembali 8,8% dari saham outstanding perusahaan dalam periode terbaru.
SuiUSDE dan Aliran Kas: Bagaimana Stablecoin Menggerakkan Revenue
Langkah operasional paling signifikan Sui Group adalah peluncuran SuiUSDE, sebuah stablecoin native yang menghasilkan yield, yang dibangun melalui kolaborasi strategis dengan Sui Foundation dan Ethena—protokol DeFi Ethereum yang telah membuktikan model sustainable yield pada skala besar. Produk ini dijadwalkan untuk launching pada awal Februari setelah serangkaian pengujian internal, menempatkan Sui Group sebagai salah satu adopter white-label pertama untuk teknologi Ethena di luar jaringan Ethereum.
SuiUSDE dirancang dengan struktur aliran kas yang menguntungkan ekosistem. Sebesar 90% dari semua fee yang dihasilkan oleh stablecoin ini akan mengalir kembali ke Sui Group Holdings dan Sui Foundation, digunakan baik untuk pembelian kembali SUI di pasar terbuka maupun untuk reinvestasi ke dalam protokol DeFi native Sui. Mekanisme ini menciptakan feedback loop yang memperkuat kas dan nilai token secara bersamaan.
“Stablecoin adalah instrumen yang dipahami Wall Street jauh lebih baik daripada altcoin volatile,” kata Mackintosh. “Ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang membuka akses institusional ke yield yang sustainable dalam ekosistem Sui.” Stablecoin ini diproyeksikan menjadi kolateral dan medium transaksi di seluruh ekosistem Sui, termasuk protokol DeFi utama seperti DeepBook, Bluefin, Navi, dan DEX terdesentralisasi seperti Cetus. Diskusi juga sedang berlangsung dengan pemain yield farming seperti Pendle untuk integrasi lebih lanjut.
Diversifikasi Sumber Kas: Dari Perpetual Futures hingga Akord Ekosistem
Strategi kas Sui Group tidak berhenti pada stablecoin. Perusahaan telah menjalin perjanjian revenue-sharing dengan Bluefin, exchange perpetual futures terkemuka di ekosistem Sui. Melalui kesepakatan ini, Sui Group menerima persentase tetap dari setiap fee perdagangan perpetual, menciptakan aliran kas berulang yang independen dari apresiasi harga token. “Perpetual futures adalah salah satu use case paling powerful dalam kripto,” tutur Mackintosh. “Kami telah bertransformasi dari perusahaan yang semata-mata membeli dan staking SUI menjadi operator bisnis yang memiliki stablecoin, menghasilkan revenue dari DEX perps, dan mengakumulasi kas melalui multiple revenue streams.”
Mackintosh mengkonfirmasi bahwa dua perjanjian ekosistem tambahan sedang dalam tahap finalisasi, meskipun detail spesifik tidak diungkap. Diversifikasi ini adalah kunci untuk mencapai target yield efektif sebesar 6% yang menjadi fondasi proyeksi pertumbuhan 5 tahun perusahaan.
Keunggulan Struktural: Deflasi vs. Inflasi dalam Persamaan Kas
Salah satu faktor yang membedakan strategi kas Sui Group dari kompetitor adalah mekanisme ekonomi token Sui itu sendiri. Sementara staking dasar SUI menghasilkan yield sekitar 2,2%, pasokan token tetap Sui sebesar 10 miliar dan mekanisme fee-burning membuat jaringan secara struktural deflasioner—berbeda dengan jaringan inflasi seperti Solana dan Ethereum yang terus menambah pasokan baru.
Dalam proyeksi Mackintosh, jika Sui Group dapat mendorong yield operasional efektifnya mencapai 6% melalui kombinasi staking, fee-sharing, dan DeFi revenue, maka SUI per share dapat tumbuh secara signifikan selama horizon 5 tahun ke depan—bahkan sebelum mempertimbangkan apresiasi harga token. “Kombinasi deflasi struktural dan imbal hasil yang lebih tinggi memberikan kami peluang jangka panjang yang sangat menarik,” ungkap Mackintosh. “Ini bukan hanya permainan harga, tetapi fundamental ekonomi yang solid.”
Disiplin Kas dan Manajemen Volatilitas dalam Siklus Pasar
Pendekatan Sui Group terhadap manajemen volatilitas membedakannya dari digital asset treasury companies lainnya yang menghadapi tantangan selama downturns pasar. Banyak perusahaan sejenis terpaksa melakukan penjualan paksa dari kepemilikan kripto mereka dan memutar ulang strategi ketika menghadapi tekanan likuiditas dan hutang konversi yang tidak fleksibel.
Sui Group, sebaliknya, telah mempertahankan kas cadangan yang substansial—masih memegang sekitar $22 juta dalam bentuk cash tunai di samping kepemilikan SUI—yang memberikan fleksibilitas operasional tanpa memaksa pengambilan keputusan impulsif. “Kami telah bersabar, kami telah menggunakan kas secara strategis, dan kami tidak mengejar engineering finansial yang bermain-main,” kata Mackintosh. “Disiplin itu adalah aset yang paling penting di pasar ini.”
Pendekatan ini tercermin dalam keputusan pembelian kembali saham sebesar 8,8% yang dilakukan dengan hati-hati, merinci timing dan volume untuk memaksimalkan nilai untuk remaining shareholders. Strategi kas konservatif ini memposisikan Sui Group untuk mengkapitalisasi peluang pasar tanpa terpaksa fire-sales.
Visi 2026: Kasifikasi Ekosistem Sui
Memasuki 2026, fokus Sui Group tetap laser-sharp: menjadikan Sui Group Holdings sebagai pemain ekonomi utama dalam ekosistem Sui sambil memberikan investor publik jalur yang lebih bersih untuk mengakses pertumbuhan blockchain economy. Dengan kas yang terakumulasi, infrastruktur revenue yang diversifikasi, dan disiplin modal yang konsisten, perusahaan memasuki fase baru di mana kas bukan hanya aset yang dipegang, tetapi engine pertumbuhan yang aktif menggerakkan return pemegang saham.
Transformasi dari Mill City Ventures menjadi Sui Group Holdings bukan sekadar rebranding—ini adalah indikasi pergeseran mendasar dalam bagaimana perusahaan bernilai dan beroperasi dalam ekosistem blockchain modern.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Sui Group Membangun Ekosistem Kas Berkelanjutan dengan Stablecoin dan Yield DeFi
Menghadapi landscape pasar yang kompetitif, Sui Group Holdings (SUIG)—perusahaan Nasdaq-listed yang menjadi pintu masuk institusional ke ekosistem Sui—mengambil langkah transformatif untuk memaksimalkan return pemegang saham. Strategi terbaru perusahaan, yang dulunya beroperasi sebagai Mill City Ventures sebelum rebrand pada 2025, berfokus pada akumulasi kas yang cerdas dan pembangunan infrastruktur penghasil pendapatan berkelanjutan, bukan sekadar kepemilikan token pasif.
Menurut Stephen Mackintosh, Chief Investment Officer perusahaan, tujuan jangka panjang Sui Group adalah menjadi pemain ekonomi paling dominan dalam ekosistem blockchain Sui dengan menggerakkan kas digital melalui berbagai saluran revenue. “Kinerja kami selalu akan berkorelasi dengan harga SUI, namun tujuan kami adalah menceritakan kisah yang berbeda tentang bagaimana kas berkembang melalui operasi ekosistem,” ujar Mackintosh.
Strategi Kas Digital: Dari Pemegang Token Menjadi Penghasil Yield
Transformasi Sui Group merepresentasikan pergeseran paradigma dalam cara perusahaan treasury berbasis digital mengoperasionalkan aset kripto. Alih-alih hanya menahan dan melakukan staking token SUI, perusahaan kini memposisikan dirinya sebagai operator aktif yang mengintegrasikan kas ke dalam infrastruktur DeFi native Sui.
Strategi ini didukung oleh infrastruktur custodian yang solid—aset digital Sui Group dikelola oleh Galaxy Digital, manajer aset institusional terkemuka—dan pendekatan capital discipline yang ketat. Dalam putaran PIPE (private investment in public equity) yang diselesaikan saat SUI diperdagangkan di level $4,20, perusahaan berhasil mengumpulkan sekitar $450 juta sambil dengan sengaja mempertahankan $60 juta kas cadangan untuk mengelola risiko pasar yang tak terduga. Strategi kas konservatif ini kemudian terbukti efektif ketika volatilitas pasar meningkat.
Saat ini, dengan SUI diperdagangkan di $1,14 (per 1 Februari 2026), kas digital Sui Group senilai lebih dari $160 juta memberikan dasar yang solid untuk ekspansi operasional. Perusahaan telah menjaga kas dalam proporsi strategis yang memungkinkan akuisisi berkelanjutan tanpa memicu penjualan paksa selama fase pasar yang tertekan.
Meningkatkan Kas SUI: Target 5% Pasokan Beredar
Ambisi Sui Group untuk menjadi pemain treasury terdepan tercermin dalam target kepemilikan token yang agresif namun terukur. Perusahaan saat ini memegang sekitar 108 juta token SUI, mewakili sedikit kurang dari 3% dari total pasokan beredar senilai sekitar 3,79 miliar token. Target jangka menengah perusahaan adalah meningkatkan kepemilikan kas SUI ini menjadi 5% dari pasokan beredar—tonggak yang Mackintosh anggap sebagai milestone kritis untuk membangun pengaruh ekonomi yang signifikan dalam ekosistem.
Metrik “SUI per share” perusahaan, tolok ukur yang serupa dengan ether-per-share yang digunakan oleh treasury companies yang berfokus pada Ethereum, telah meningkat dari 1,14 menjadi 1,34 dalam periode laporan terakhir. Peningkatan ini mencerminkan kombinasi dari akumulasi kas yang efisien dan disiplin dalam pengelolaan saham beredar—termasuk pembelian kembali 8,8% dari saham outstanding perusahaan dalam periode terbaru.
SuiUSDE dan Aliran Kas: Bagaimana Stablecoin Menggerakkan Revenue
Langkah operasional paling signifikan Sui Group adalah peluncuran SuiUSDE, sebuah stablecoin native yang menghasilkan yield, yang dibangun melalui kolaborasi strategis dengan Sui Foundation dan Ethena—protokol DeFi Ethereum yang telah membuktikan model sustainable yield pada skala besar. Produk ini dijadwalkan untuk launching pada awal Februari setelah serangkaian pengujian internal, menempatkan Sui Group sebagai salah satu adopter white-label pertama untuk teknologi Ethena di luar jaringan Ethereum.
SuiUSDE dirancang dengan struktur aliran kas yang menguntungkan ekosistem. Sebesar 90% dari semua fee yang dihasilkan oleh stablecoin ini akan mengalir kembali ke Sui Group Holdings dan Sui Foundation, digunakan baik untuk pembelian kembali SUI di pasar terbuka maupun untuk reinvestasi ke dalam protokol DeFi native Sui. Mekanisme ini menciptakan feedback loop yang memperkuat kas dan nilai token secara bersamaan.
“Stablecoin adalah instrumen yang dipahami Wall Street jauh lebih baik daripada altcoin volatile,” kata Mackintosh. “Ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang membuka akses institusional ke yield yang sustainable dalam ekosistem Sui.” Stablecoin ini diproyeksikan menjadi kolateral dan medium transaksi di seluruh ekosistem Sui, termasuk protokol DeFi utama seperti DeepBook, Bluefin, Navi, dan DEX terdesentralisasi seperti Cetus. Diskusi juga sedang berlangsung dengan pemain yield farming seperti Pendle untuk integrasi lebih lanjut.
Diversifikasi Sumber Kas: Dari Perpetual Futures hingga Akord Ekosistem
Strategi kas Sui Group tidak berhenti pada stablecoin. Perusahaan telah menjalin perjanjian revenue-sharing dengan Bluefin, exchange perpetual futures terkemuka di ekosistem Sui. Melalui kesepakatan ini, Sui Group menerima persentase tetap dari setiap fee perdagangan perpetual, menciptakan aliran kas berulang yang independen dari apresiasi harga token. “Perpetual futures adalah salah satu use case paling powerful dalam kripto,” tutur Mackintosh. “Kami telah bertransformasi dari perusahaan yang semata-mata membeli dan staking SUI menjadi operator bisnis yang memiliki stablecoin, menghasilkan revenue dari DEX perps, dan mengakumulasi kas melalui multiple revenue streams.”
Mackintosh mengkonfirmasi bahwa dua perjanjian ekosistem tambahan sedang dalam tahap finalisasi, meskipun detail spesifik tidak diungkap. Diversifikasi ini adalah kunci untuk mencapai target yield efektif sebesar 6% yang menjadi fondasi proyeksi pertumbuhan 5 tahun perusahaan.
Keunggulan Struktural: Deflasi vs. Inflasi dalam Persamaan Kas
Salah satu faktor yang membedakan strategi kas Sui Group dari kompetitor adalah mekanisme ekonomi token Sui itu sendiri. Sementara staking dasar SUI menghasilkan yield sekitar 2,2%, pasokan token tetap Sui sebesar 10 miliar dan mekanisme fee-burning membuat jaringan secara struktural deflasioner—berbeda dengan jaringan inflasi seperti Solana dan Ethereum yang terus menambah pasokan baru.
Dalam proyeksi Mackintosh, jika Sui Group dapat mendorong yield operasional efektifnya mencapai 6% melalui kombinasi staking, fee-sharing, dan DeFi revenue, maka SUI per share dapat tumbuh secara signifikan selama horizon 5 tahun ke depan—bahkan sebelum mempertimbangkan apresiasi harga token. “Kombinasi deflasi struktural dan imbal hasil yang lebih tinggi memberikan kami peluang jangka panjang yang sangat menarik,” ungkap Mackintosh. “Ini bukan hanya permainan harga, tetapi fundamental ekonomi yang solid.”
Disiplin Kas dan Manajemen Volatilitas dalam Siklus Pasar
Pendekatan Sui Group terhadap manajemen volatilitas membedakannya dari digital asset treasury companies lainnya yang menghadapi tantangan selama downturns pasar. Banyak perusahaan sejenis terpaksa melakukan penjualan paksa dari kepemilikan kripto mereka dan memutar ulang strategi ketika menghadapi tekanan likuiditas dan hutang konversi yang tidak fleksibel.
Sui Group, sebaliknya, telah mempertahankan kas cadangan yang substansial—masih memegang sekitar $22 juta dalam bentuk cash tunai di samping kepemilikan SUI—yang memberikan fleksibilitas operasional tanpa memaksa pengambilan keputusan impulsif. “Kami telah bersabar, kami telah menggunakan kas secara strategis, dan kami tidak mengejar engineering finansial yang bermain-main,” kata Mackintosh. “Disiplin itu adalah aset yang paling penting di pasar ini.”
Pendekatan ini tercermin dalam keputusan pembelian kembali saham sebesar 8,8% yang dilakukan dengan hati-hati, merinci timing dan volume untuk memaksimalkan nilai untuk remaining shareholders. Strategi kas konservatif ini memposisikan Sui Group untuk mengkapitalisasi peluang pasar tanpa terpaksa fire-sales.
Visi 2026: Kasifikasi Ekosistem Sui
Memasuki 2026, fokus Sui Group tetap laser-sharp: menjadikan Sui Group Holdings sebagai pemain ekonomi utama dalam ekosistem Sui sambil memberikan investor publik jalur yang lebih bersih untuk mengakses pertumbuhan blockchain economy. Dengan kas yang terakumulasi, infrastruktur revenue yang diversifikasi, dan disiplin modal yang konsisten, perusahaan memasuki fase baru di mana kas bukan hanya aset yang dipegang, tetapi engine pertumbuhan yang aktif menggerakkan return pemegang saham.
Transformasi dari Mill City Ventures menjadi Sui Group Holdings bukan sekadar rebranding—ini adalah indikasi pergeseran mendasar dalam bagaimana perusahaan bernilai dan beroperasi dalam ekosistem blockchain modern.