Megawatt dan Energi Tetap Jadi Pendorong Utama Kesepakatan Pusat Data AI

Seiring merebaknya kekhawatiran tentang gelembung kecerdasan buatan yang meledak, lanskap transaksi M&A di Wall Street justru tetap dinamis. Para pemain industri—khususnya penambang Bitcoin dan pengembang infrastruktur AI—terus melakukan penawaran agresif untuk megawatt kapasitas listrik, bahkan hingga penghujung tahun 2025. Menurut Joe Nardini, kepala perbankan investasi di B. Riley Securities, realitas operasional di lapangan menunjukkan sesuatu yang kontras dengan sentimen pasar yang sering berfluktuasi: kebutuhan akan daya listrik berkualitas untuk mendukung operasi pusat data terus berlanjut tanpa henti.

“Pekerjaan M&A masih bertahan karena orang-orang masih membutuhkan energi,” ungkap Nardini dalam percakapannya. Permintaan itu datang dari berbagai arah—penambang Bitcoin yang mencari lokasi dengan biaya energi kompetitif, perusahaan-perusahaan besar yang mengembangkan infrastruktur komputasi awan, dan startup AI yang membutuhkan kapasitas GPU dalam skala besar. Dinamika ini menciptakan momentum transaksi yang tetap berkelanjutan di tengah volatilitas pasar teknologi.

Permintaan Megawatt Terus Tinggi dari Berbagai Pemain

Kapasitas pusat data dengan fokus pada GPU menarik perhatian serius dari penyewa-penyewa berkualitas baik, yang bersedia membayar tarif premium. Nardini mencatat bahwa permintaan daya dari penambang Bitcoin memang besar, namun tekanan datang lebih kuat lagi dari sektor AI dan komputasi berkinerja tinggi (HPC). Klien-klien di bidang pusat data dan pertambangan Bitcoin melaporkan permintaan berkelanjutan untuk fasilitas yang sudah siap mendukung GPU dan infrastruktur AI yang intensif energi.

Fenomena ini diperkuat oleh dinamika penawaran di pasar. Beberapa penambang Bitcoin, setelah Bitcoin halving yang memangkas reward menjadi separuh, menghadapi tekanan margin yang signifikan. Walaupun harga Bitcoin berada di dekat atau melampaui $100.000, banyak penambang beralih strategi: mereka mulai menyediakan perangkat keras AI dan layanan HPC di pusat data mereka yang sudah ada. Transisi ini membantu mendorong kenaikan valuasi beberapa perusahaan pertambangan Bitcoin tahun 2025, seiring dengan melonjaknya hype AI di pasar.

Valuasi Megawatt: Dari Puncak Realistis hingga Nilai Terendah

Perjalanan transaksi M&A di sektor ini mengungkapkan pola valuasi yang menarik. Dalam situasi kompetitif dengan daya berkualitas tinggi dan lokasi yang layak, metrik dolar per megawatt—yang mengukur nilai setiap megawatt kapasitas listrik—bisa mencapai angka yang sangat menarik. Nardini mengungkapkan bahwa satu proses transaksi melibatkan valuasi melebihi $400.000 per megawatt, dengan potensi mencapai $450.000 per megawatt tergantung negosiasi. Bahkan, dia telah menyaksikan kesepakatan sebelumnya yang dihargai setinggi $500.000 hingga $550.000 per megawatt.

Namun, tidak semua kapasitas mendapat perlakuan yang sama. Untuk lokasi-lokasi bermasalah atau kurang diminati, penawaran tetap ada meski dengan valuasi jauh lebih rendah. Pembeli masih bersedia menawarkan $100.000 hingga $250.000 per megawatt untuk aset semacam itu, dengan catatan mereka memberikan diskon pada kualitas pasar atau faktor lokasi.

Bukti konkret kesegaran pasar ini terlihat pada Hut 8, perusahaan pertambangan Bitcoin yang mengalami lonjakan saham hingga 20% awal Desember 2025 setelah menandatangani kontrak sewa jangka panjang senilai $7 miliar dengan Fluidstack. Perjanjian 15 tahun ini mencakup kapasitas IT sebesar 245 megawatt di kampus River Bend-nya—sebuah angka yang mendemonstrasikan skala investasi dalam infrastruktur energi-intensif saat ini.

Pelaku Pasar: Dari Hyperscaler hingga Pembeli Pribadi

Dinamika pembeli dan penjual dalam pasar transaksi ini semakin beragam. Di satu sisi, pembeli meliputi hyperscaler (perusahaan teknologi besar yang menjalankan infrastruktur cloud), perusahaan AI, dan penambang Bitcoin. Di sisi lain, para penjual tidak lagi terbatas pada pelaku asli industri kripto—sektor industri tradisional juga menjadi pemain aktif.

Nardini telah menyaksikan proses kesepakatan yang melibatkan fasilitas industri berusia seabad, di mana ketersediaan daya listrik yang stabil menjadi daya tarik utama meski pasar sedang lesu. Dalam satu kasus lain, penjual aset individual menarik minat sekitar 25 calon pembeli, termasuk penambang Bitcoin, hyperscaler, dan perusahaan AI yang semuanya mencari Non-Disclosure Agreement (NDA). Persaingan ini mencerminkan kelangkaan kapasitas berkualitas di pasar.

Dinamika tersebut membuka pilihan strategis unik bagi pemilik aset: menjual kepada hyperscaler atau pengembang besar, atau mencoba menjadi pengembang mereka sendiri. Nardini mengamati perusahaan-perusahaan industri lama dengan fasilitas yang tidak aktif atau hampir tidak aktif mulai mempertimbangkan untuk menjual ke ekosistem AI, HPC, dan Bitcoin. Salah satu contohnya, seorang klien privat mentransformasi blok kantor tua menjadi kapasitas daya modular, “membangun unit 30 megawatt sekaligus,” dan kini sedang mencari pendanaan tambahan untuk ekspansi. Bahkan dalam satu negosiasi, penyewa bersedia membayar sewa di muka sebelum penyelesaian—ilustrasi betapa berharganya kapasitas yang diinginkan saat ini.

Prospek 2026: Lingkungan Tetap Positif untuk Transaksi Berisiko

Memasuki 2026, Nardini mempertahankan optimismenya terhadap kondisi pasar, dengan catatan kondisi fundamental tetap terjaga. Jika suku bunga turun, dia memproyeksikan “lingkungan risk-on” yang akan positif bagi transaksi di industri ini. Meski dia mengakui mungkin “mempromosikan kepentingannya sedikit,” realitas operasional yang didengarnya dari para eksekutif tetap mendukung pandangan bullish-nya: penyewa ada, harga tetap kuat, dan jika satu pelanggan tidak mengambil lokasi tertentu, “pembeli lain akan mengambilnya.”

Peringatan sederhana namun penting yang dikemukakan Nardini adalah: jika pengembang tidak dapat menyewakan apa yang mereka bangun, atau tidak mendapatkan tarif yang dibutuhkan, itulah saatnya untuk khawatir. Saat ini, berdasarkan diskusi intensifnya, belum ada sinyal bahaya seperti itu.

Harga Bitcoin terbaru mencapai $78.31K, memberikan konteks untuk margin penambang yang tetap di bawah tekanan meski volume dan valuasi aset digital mencatat rekor. Akan tetapi, dengan permintaan megawatt dan kapasitas pusat data yang tetap kuat, ekonomi bisnis dasar bagi pengembang infrastruktur tetap solid.

Nardini menyimpulkan dengan penilaian terang: “Permintaan akan kapasitas pusat data bertenaga dan AI HPC terus berlanjut tanpa henti. Pengembang dengan kapasitas pusat data memiliki permintaan dari beberapa penyewa berkredibilitas baik dengan tarif yang menarik, sehingga ekonomi bisnis inti tetap berjalan.” Pembeli masih sangat menginginkan energi dalam jumlah megawatt yang signifikan, dan penjual melihat valuasi yang baik untuk aset mereka. Keyakinan ini ditegaskan Nardini: “Perdagangan AI masih hidup hingga akhir Desember 2025 lalu—dan indikator menunjukkan momentum itu terus berlanjut.”

BTC2,26%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)