Bitcoin sebagai alat diversifikasi portofolio: posisi pengelola aset terkemuka

Кэти Вуд, CEO perusahaan investasi Ark Invest, menyoroti peran bitcoin dalam meningkatkan efisiensi portofolio investor institusional. Menurutnya, diversifikasi portofolio melalui cryptocurrency dapat menjadi faktor kunci untuk mencapai pengembalian yang lebih tinggi per unit risiko, terutama dalam kondisi pencarian sumber pertumbuhan baru.

Mengapa diversifikasi portofolio mencakup bitcoin

Argumen utama Wood didasarkan pada analisis data Ark Invest, yang menunjukkan korelasi rendah antara bitcoin dan kelas aset tradisional. Penelitian menunjukkan bahwa pergerakan harga independen dari cryptocurrency memungkinkan pengurangan risiko total portofolio tanpa mengorbankan potensi pengembalian secara signifikan.

Angka-angka tertentu meyakinkan: koefisien korelasi bitcoin dengan indeks S&P 500 hanya sebesar 0,28, sementara indeks itu sendiri menunjukkan korelasi 0,79 dengan trust investasi properti. Ini berarti bahwa bitcoin bergerak secara independen dari indikator keuangan utama, menjadikannya instrumen yang menarik untuk menciptakan portofolio yang seimbang.

Posisi lembaga keuangan besar

Wood bukan satu-satunya yang berpendapat demikian. Baru-baru ini, lembaga keuangan global terkemuka beralih dari skeptisisme ke rekomendasi praktis tentang memasukkan cryptocurrency ke dalam portofolio.

Morgan Stanley, salah satu bank investasi terbesar, merekomendasikan kepada komite investasi global mereka untuk mempertimbangkan distribusi “opportunistik” hingga 4% dari portofolio ke bitcoin. Bank of America menyetujui pendekatan serupa, membolehkan konsultan pengelolaan kekayaan mereka menyarankan klien untuk mengalokasikan hingga 4% dana ke aset digital.

Manajer aset terbesar di Brasil, Itaú Asset Management, menyarankan investor mereka untuk memiliki bagian kecil bitcoin sebagai perlindungan terhadap fluktuasi mata uang dan guncangan pasar. Firma analitik CF Benchmarks bahkan melangkah lebih jauh, memposisikan bitcoin sebagai komponen dasar portofolio modern yang mampu meningkatkan efisiensi melalui pengembalian terbaik dan diversifikasi yang lebih baik.

Pandangan berlawanan: bayang-bayang komputasi kuantum

Namun, tidak semua ahli siap mendukung kepercayaan yang meningkat terhadap cryptocurrency. Strategi dari bank investasi Jefferies, Christopher Wood, baru-baru ini mengubah posisinya secara drastis. Sebelumnya, sejak akhir 2020, ia secara aktif merekomendasikan eksposur 10% ke bitcoin, tetapi pada awal 2026, ia menarik rekomendasi tersebut sepenuhnya.

Alasan perubahan posisi terkait dengan perkembangan komputasi kuantum. Wood khawatir bahwa terobosan di bidang ini seiring waktu dapat mengompromikan keamanan kriptografi blockchain Bitcoin dan merusak daya tariknya sebagai alat penyimpan nilai jangka panjang. Sebagai pengganti bitcoin, strateginya kini merekomendasikan emas, yang secara tradisional dianggap sebagai aset aman saat krisis.

Prospek diversifikasi portofolio di tahun 2026 dan seterusnya

Kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa bitcoin berada di titik balik. Pada Februari 2026, harga aset mencapai $78,55 ribu dengan fluktuasi -5,41% dalam 24 jam terakhir, yang menegaskan volatilitasnya. Namun, volatilitas ini, menurut Ark Invest, adalah karakteristik yang membuat bitcoin berguna untuk diversifikasi portofolio — pergerakannya yang independen mengimbangi penurunan di pasar lain.

Proyeksi Ark Invest terkait dinamika jangka panjang bitcoin tetap ambisius, dengan prediksi kenaikan harga hingga tahun 2030-2035. Prediksi ini didasarkan pada asumsi bahwa adopsi institusional terhadap cryptocurrency akan berlanjut, dan risiko teknologi akan tetap dapat dikelola.

Konflik pendapat antara Kэti Wood dan Christopher Wood mencerminkan dilema nyata yang dihadapi pengelola portofolio. Di satu sisi, diversifikasi portofolio melalui bitcoin menawarkan keuntungan objektif dalam mengurangi korelasi risiko. Di sisi lain, ancaman teknologi jangka panjang memerlukan analisis mendalam sebelum pengambilan keputusan.

Bagi investor yang mempertimbangkan bitcoin sebagai komponen strategi diversifikasi portofolio mereka, kunci utamanya adalah pendekatan yang seimbang: mulai dari porsi persentase konservatif (3-4%), menilai kesiapan terhadap volatilitas, dan terus memantau perkembangan teknologi di bidang komputasi kuantum.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)