Laporan notulen rapat terakhir Federal Reserve Bank of the United States (Fed) menunjukkan bahwa kemungkinan kenaikan suku bunga tetap ada, memberikan sinyal risiko baru bagi Bitcoin (BTC) dan pasar kripto. Laporan notulen rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) untuk bulan Januari telah dirilis dan menunjukkan gambaran yang lebih “hawkish” dari yang diperkirakan pasar. Menurut notulen tersebut, beberapa pembuat kebijakan menyatakan bahwa jika inflasi tetap di atas target, langkah kenaikan suku bunga dapat dilakukan. Federal Reserve menahan suku bunga pada kisaran 3,5–3,75% pada rapat Januari. Sinyal kenaikan kembali suku bunga oleh Fed setelah melakukan tiga kali pemotongan suku bunga di kuartal terakhir 2025 menjadi perhatian, terutama untuk aset berisiko. Menurut pasar futures CME, kemungkinan suku bunga tetap pada rapat 18 Maret adalah sekitar 94%. Namun, ungkapan dalam notulen menunjukkan bahwa proses pengembalian inflasi ke target 2% mungkin akan berjalan lebih lambat dan berfluktuasi dari yang diperkirakan. Inflasi Masih Di Atas Target Data CPI tahunan di AS saat ini berada di angka 2,4%. Pada bulan Januari, terjadi kenaikan bulanan sebesar 0,2%. Pejabat Fed menegaskan bahwa mereka tidak akan menyambut baik pemotongan suku bunga baru tanpa bukti yang jelas bahwa inflasi benar-benar mulai menurun secara permanen. Beberapa anggota menyatakan bahwa menjaga suku bunga pada tingkat saat ini untuk sementara waktu adalah langkah yang diperlukan untuk menilai data ekonomi. Pendekatan ini melemahkan skenario pelonggaran cepat yang diharapkan pasar. Bagaimana Tingginya Suku Bunga Mempengaruhi Kripto? Kenaikan suku bunga biasanya dianggap negatif bagi Bitcoin (BTC) dan pasar kripto secara umum. Karena dalam lingkungan suku bunga tinggi, investor cenderung beralih ke instrumen yang lebih rendah risiko. Selain itu, meningkatnya biaya kredit membatasi transaksi spekulatif dan posisi leverage. Dalam pasar kripto yang sudah cukup rapuh, kemungkinan Fed untuk kembali mengetatkan kebijakan dapat semakin menekan minat risiko. Jika inflasi berkurang sesuai harapan, maka kemungkinan pemotongan suku bunga akan kembali muncul. Namun, gambaran saat ini menunjukkan bahwa kebijakan Fed akan tetap berhati-hati dalam jangka pendek.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#我在Gate广场过新年
Laporan notulen rapat terakhir Federal Reserve Bank of the United States (Fed) menunjukkan bahwa kemungkinan kenaikan suku bunga tetap ada, memberikan sinyal risiko baru bagi Bitcoin (BTC) dan pasar kripto.
Laporan notulen rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) untuk bulan Januari telah dirilis dan menunjukkan gambaran yang lebih “hawkish” dari yang diperkirakan pasar. Menurut notulen tersebut, beberapa pembuat kebijakan menyatakan bahwa jika inflasi tetap di atas target, langkah kenaikan suku bunga dapat dilakukan. Federal Reserve menahan suku bunga pada kisaran 3,5–3,75% pada rapat Januari.
Sinyal kenaikan kembali suku bunga oleh Fed setelah melakukan tiga kali pemotongan suku bunga di kuartal terakhir 2025 menjadi perhatian, terutama untuk aset berisiko. Menurut pasar futures CME, kemungkinan suku bunga tetap pada rapat 18 Maret adalah sekitar 94%. Namun, ungkapan dalam notulen menunjukkan bahwa proses pengembalian inflasi ke target 2% mungkin akan berjalan lebih lambat dan berfluktuasi dari yang diperkirakan.
Inflasi Masih Di Atas Target
Data CPI tahunan di AS saat ini berada di angka 2,4%. Pada bulan Januari, terjadi kenaikan bulanan sebesar 0,2%. Pejabat Fed menegaskan bahwa mereka tidak akan menyambut baik pemotongan suku bunga baru tanpa bukti yang jelas bahwa inflasi benar-benar mulai menurun secara permanen.
Beberapa anggota menyatakan bahwa menjaga suku bunga pada tingkat saat ini untuk sementara waktu adalah langkah yang diperlukan untuk menilai data ekonomi. Pendekatan ini melemahkan skenario pelonggaran cepat yang diharapkan pasar.
Bagaimana Tingginya Suku Bunga Mempengaruhi Kripto?
Kenaikan suku bunga biasanya dianggap negatif bagi Bitcoin (BTC) dan pasar kripto secara umum. Karena dalam lingkungan suku bunga tinggi, investor cenderung beralih ke instrumen yang lebih rendah risiko. Selain itu, meningkatnya biaya kredit membatasi transaksi spekulatif dan posisi leverage.
Dalam pasar kripto yang sudah cukup rapuh, kemungkinan Fed untuk kembali mengetatkan kebijakan dapat semakin menekan minat risiko. Jika inflasi berkurang sesuai harapan, maka kemungkinan pemotongan suku bunga akan kembali muncul. Namun, gambaran saat ini menunjukkan bahwa kebijakan Fed akan tetap berhati-hati dalam jangka pendek.