Ketika bisnis perlu memprediksi bagaimana pengeluaran mereka akan berubah berdasarkan tingkat produksi, metode high-low menawarkan pendekatan sederhana untuk memisahkan biaya tetap dari biaya variabel. Teknik akuntansi biaya ini berfokus pada tingkat aktivitas tertinggi dan terendah organisasi untuk membuat model biaya yang andal. Berbeda dengan metode statistik yang lebih kompleks, metode high-low memberikan jawaban cepat tanpa memerlukan alat analisis data canggih. Apakah Anda seorang analis keuangan yang mengelola anggaran perusahaan, pemilik usaha kecil yang merencanakan pengeluaran produksi, atau investor yang mengevaluasi efisiensi perusahaan, memahami metode ini dapat memperkuat pengambilan keputusan keuangan Anda.
Konsep Inti di Balik Pemisahan Biaya
Metode high-low beroperasi berdasarkan prinsip sederhana: dengan hanya memeriksa titik ekstrem aktivitas, Anda dapat menentukan berapa banyak dari total biaya yang berasal dari biaya tetap dan berapa yang bervariasi dengan volume produksi. Tingkat aktivitas bisa diukur dari jumlah unit yang diproduksi, pelanggan yang dilayani, atau metrik relevan lain yang mempengaruhi biaya bisnis Anda.
Metode ini mengasumsikan bahwa biaya mengikuti pola linier—artinya, biaya meningkat atau menurun secara proporsional dengan tingkat aktivitas. Asumsi ini cocok untuk banyak bisnis yang beroperasi dalam lingkungan stabil, tetapi penting untuk mengenali kapan pendekatan ini memiliki keterbatasan.
Proses Perhitungan Tiga Langkah
Langkah 1: Isolasi Biaya Variabel Per Unit
Perhitungan pertama menentukan berapa banyak biaya yang meningkat dengan setiap tambahan unit aktivitas. Rumusnya sederhana:
Biaya Variabel Per Unit = (Biaya Aktivitas Tertinggi − Biaya Aktivitas Terendah) ÷ (Jumlah Unit Aktivitas Tertinggi − Jumlah Unit Aktivitas Terendah)
Untuk menerapkan rumus ini, identifikasi periode aktivitas tertinggi dan terendah Anda. Periode ini bisa berupa bulan, kuartal, atau kerangka waktu relevan lainnya. Hitung jumlah unit yang diproduksi atau pelanggan yang dilayani selama periode tersebut, lalu catat total biaya yang terkait.
Langkah 2: Hitung Komponen Biaya Tetap
Setelah mengetahui biaya variabel per unit, langkah berikutnya adalah menentukan biaya tetap. Biaya tetap tetap sama terlepas dari volume produksi—anggap saja ini sebagai pengeluaran dasar yang tidak berubah dengan output.
Anda dapat menghitung biaya tetap menggunakan data dari periode aktivitas tinggi maupun rendah:
Biaya Tetap = Total Biaya Aktivitas − (Biaya Variabel Per Unit × Jumlah Unit)
Periode mana pun yang dipilih seharusnya menghasilkan hasil yang hampir sama, yang berfungsi sebagai pemeriksaan validitas perhitungan Anda.
Langkah 3: Bangun Rumus Total Biaya
Dengan kedua komponen tersebut, Anda sekarang dapat memperkirakan total biaya pada tingkat produksi berapa pun:
Total Biaya = Biaya Tetap + (Biaya Variabel Per Unit × Perkiraan Unit)
Contoh Nyata
Bayangkan sebuah perusahaan manufaktur yang melacak data produksi bulanan. Puncak aktivitas mereka terjadi di bulan Oktober dengan 1.500 unit diproduksi dengan biaya $58.000. Aktivitas terendah terjadi di bulan Mei dengan 900 unit diproduksi, dengan biaya $39.000.
Menemukan Biaya Variabel:
Biaya Variabel = ($58.000 − $39.000) ÷ (1.500 − 900) = $19.000 ÷ 600 = $31,67 per unit
Menentukan Biaya Tetap:
Menggunakan data Oktober: $58.000 − ($31,67 × 1.500) = $58.000 − $47.505 = $10.495
Menggunakan data Mei sebagai verifikasi: $39.000 − ($31,67 × 900) = $39.000 − $28.503 = $10.497
Kedua perhitungan ini sangat dekat, mengonfirmasi bahwa analisis ini valid.
Perkiraan Biaya di Masa Depan:
Jika perusahaan memperkirakan akan memproduksi 2.000 unit dalam periode mendatang:
Total Biaya = $10.495 + ($31,67 × 2.000) = $10.495 + $63.340 = $73.835
Kelebihan dan Kekurangan
Keunggulan utama dari metode high-low adalah kesederhanaannya. Anda hanya membutuhkan dua titik data, sehingga dapat diakses siapa saja tanpa pengetahuan statistik khusus atau perangkat lunak. Untuk bisnis yang membutuhkan estimasi biaya cepat, efisiensi ini sangat berharga.
Namun, mengandalkan hanya pada titik aktivitas tertinggi dan terendah dapat menimbulkan kekurangan. Jika periode ekstrem ini tidak mewakili operasi normal, model biaya Anda bisa menjadi bias. Selain itu, metode ini mengasumsikan bahwa biaya selalu meningkat atau menurun secara proporsional dengan aktivitas, yang tidak selalu mencerminkan kompleksitas dunia nyata—beberapa pengeluaran mungkin melonjak secara tiba-tiba pada ambang produksi tertentu, atau skala ekonomi mungkin berlaku di volume yang lebih tinggi.
Untuk organisasi dengan pola biaya yang tidak menentu atau tidak dapat diprediksi, metode yang lebih canggih seperti analisis regresi mungkin menghasilkan hasil yang lebih baik, meskipun memerlukan data lebih banyak, waktu, dan keahlian teknis.
Kapan dan Di Mana Menggunakan Pendekatan Ini
Pemilik usaha kecil sering menggunakan metode high-low untuk memahami biaya pengiriman, pengeluaran produksi, dan alokasi overhead. Pendekatan ini memungkinkan mereka membuat keputusan lebih cepat tentang penetapan harga dan perencanaan sumber daya tanpa menunggu analisis keuangan lengkap.
Perusahaan utilitas dan penyedia layanan menemukan pendekatan ini sangat berguna. Sebuah perusahaan telekomunikasi mungkin menggunakannya untuk memisahkan biaya tetap bulanan dari biaya berbasis penggunaan, sementara layanan pengiriman dapat membedakan antara biaya perawatan kendaraan tetap dan biaya bahan bakar variabel yang terkait jarak tempuh.
Untuk bisnis musiman—yang mengalami fluktuasi besar antara periode puncak dan non-puncak—metode ini membantu menetapkan ekspektasi biaya dasar dan mengidentifikasi pengeluaran mana yang tetap dan mana yang berfluktuasi. Pengecer yang mempersiapkan musim liburan, bisnis pertanian yang merencanakan masa panen, dan perusahaan perhotelan yang mengelola pola wisata semuanya mendapatkan manfaat dari kejelasan ini.
Investor yang meninjau laporan keuangan perusahaan menggunakan metode ini untuk menilai efisiensi operasional dan memahami bagaimana biaya tetap mempengaruhi profitabilitas. Dengan melihat persentase pengeluaran yang tetap konstan terlepas dari volume penjualan, investor dapat menilai kerentanan perusahaan selama masa resesi ekonomi.
Perbandingan Metode Ini dengan Alternatif
Metode high-low dan analisis regresi memiliki tujuan serupa tetapi beroperasi secara berbeda. Analisis regresi menggabungkan semua data yang tersedia untuk mengidentifikasi tren dan pola biaya, biasanya menghasilkan hasil yang lebih halus dan akurat. Namun, analisis regresi memerlukan perangkat lunak statistik, keterampilan analitis yang lebih kuat, dan waktu lebih banyak.
Perdagangan utamanya adalah: metode high-low mengorbankan tingkat akurasi tertentu demi kecepatan dan kemudahan akses. Jika bisnis Anda beroperasi dalam lingkungan yang stabil dan dapat diprediksi, pertukaran ini seringkali masuk akal. Jika perilaku biaya kompleks atau tidak dapat diprediksi, usaha tambahan dalam analisis regresi biasanya akan membuahkan hasil yang lebih baik.
Tips Implementasi Praktis
Sebelum menerapkan metode high-low, pastikan bahwa periode aktivitas tertinggi dan terendah benar-benar mewakili ekstrem yang berarti, bukan anomali. Tinjau apakah terjadi perubahan signifikan dalam struktur biaya antara periode—peralatan baru, perubahan pemasok, atau penyesuaian staf—yang dapat membuat perbandingan antar periode menjadi tidak valid.
Pertimbangkan juga apakah asumsi linier berlaku dalam bisnis Anda. Jika Anda melihat bahwa menggandakan produksi tidak hanya menggandakan biaya variabel, metode high-low mungkin tidak cocok untuk situasi Anda.
Ringkasan Utama
Metode high-low menyediakan teknik yang praktis dan mudah diakses untuk memahami bagaimana biaya berperilaku di berbagai tingkat produksi. Bagi bisnis dan investor yang mencari cara cepat memisahkan biaya tetap dari variabel, metode ini memberikan hasil yang solid tanpa memerlukan analisis kompleks. Meskipun memiliki keterbatasan dan mungkin tidak cocok untuk semua skenario bisnis, kesederhanaannya membuatnya menjadi alat yang tetap berguna dalam perencanaan keuangan dan pengendalian biaya. Dengan menguasai metode ini, Anda dapat membuat keputusan yang lebih baik tentang penganggaran, penetapan harga, dan perencanaan pertumbuhan—baik Anda mengelola tim kecil maupun menganalisis keuangan perusahaan besar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Memahami Metode Tinggi-Rendah untuk Analisis Biaya
Ketika bisnis perlu memprediksi bagaimana pengeluaran mereka akan berubah berdasarkan tingkat produksi, metode high-low menawarkan pendekatan sederhana untuk memisahkan biaya tetap dari biaya variabel. Teknik akuntansi biaya ini berfokus pada tingkat aktivitas tertinggi dan terendah organisasi untuk membuat model biaya yang andal. Berbeda dengan metode statistik yang lebih kompleks, metode high-low memberikan jawaban cepat tanpa memerlukan alat analisis data canggih. Apakah Anda seorang analis keuangan yang mengelola anggaran perusahaan, pemilik usaha kecil yang merencanakan pengeluaran produksi, atau investor yang mengevaluasi efisiensi perusahaan, memahami metode ini dapat memperkuat pengambilan keputusan keuangan Anda.
Konsep Inti di Balik Pemisahan Biaya
Metode high-low beroperasi berdasarkan prinsip sederhana: dengan hanya memeriksa titik ekstrem aktivitas, Anda dapat menentukan berapa banyak dari total biaya yang berasal dari biaya tetap dan berapa yang bervariasi dengan volume produksi. Tingkat aktivitas bisa diukur dari jumlah unit yang diproduksi, pelanggan yang dilayani, atau metrik relevan lain yang mempengaruhi biaya bisnis Anda.
Metode ini mengasumsikan bahwa biaya mengikuti pola linier—artinya, biaya meningkat atau menurun secara proporsional dengan tingkat aktivitas. Asumsi ini cocok untuk banyak bisnis yang beroperasi dalam lingkungan stabil, tetapi penting untuk mengenali kapan pendekatan ini memiliki keterbatasan.
Proses Perhitungan Tiga Langkah
Langkah 1: Isolasi Biaya Variabel Per Unit
Perhitungan pertama menentukan berapa banyak biaya yang meningkat dengan setiap tambahan unit aktivitas. Rumusnya sederhana:
Biaya Variabel Per Unit = (Biaya Aktivitas Tertinggi − Biaya Aktivitas Terendah) ÷ (Jumlah Unit Aktivitas Tertinggi − Jumlah Unit Aktivitas Terendah)
Untuk menerapkan rumus ini, identifikasi periode aktivitas tertinggi dan terendah Anda. Periode ini bisa berupa bulan, kuartal, atau kerangka waktu relevan lainnya. Hitung jumlah unit yang diproduksi atau pelanggan yang dilayani selama periode tersebut, lalu catat total biaya yang terkait.
Langkah 2: Hitung Komponen Biaya Tetap
Setelah mengetahui biaya variabel per unit, langkah berikutnya adalah menentukan biaya tetap. Biaya tetap tetap sama terlepas dari volume produksi—anggap saja ini sebagai pengeluaran dasar yang tidak berubah dengan output.
Anda dapat menghitung biaya tetap menggunakan data dari periode aktivitas tinggi maupun rendah:
Biaya Tetap = Total Biaya Aktivitas − (Biaya Variabel Per Unit × Jumlah Unit)
Periode mana pun yang dipilih seharusnya menghasilkan hasil yang hampir sama, yang berfungsi sebagai pemeriksaan validitas perhitungan Anda.
Langkah 3: Bangun Rumus Total Biaya
Dengan kedua komponen tersebut, Anda sekarang dapat memperkirakan total biaya pada tingkat produksi berapa pun:
Total Biaya = Biaya Tetap + (Biaya Variabel Per Unit × Perkiraan Unit)
Contoh Nyata
Bayangkan sebuah perusahaan manufaktur yang melacak data produksi bulanan. Puncak aktivitas mereka terjadi di bulan Oktober dengan 1.500 unit diproduksi dengan biaya $58.000. Aktivitas terendah terjadi di bulan Mei dengan 900 unit diproduksi, dengan biaya $39.000.
Menemukan Biaya Variabel: Biaya Variabel = ($58.000 − $39.000) ÷ (1.500 − 900) = $19.000 ÷ 600 = $31,67 per unit
Menentukan Biaya Tetap: Menggunakan data Oktober: $58.000 − ($31,67 × 1.500) = $58.000 − $47.505 = $10.495
Menggunakan data Mei sebagai verifikasi: $39.000 − ($31,67 × 900) = $39.000 − $28.503 = $10.497
Kedua perhitungan ini sangat dekat, mengonfirmasi bahwa analisis ini valid.
Perkiraan Biaya di Masa Depan: Jika perusahaan memperkirakan akan memproduksi 2.000 unit dalam periode mendatang: Total Biaya = $10.495 + ($31,67 × 2.000) = $10.495 + $63.340 = $73.835
Kelebihan dan Kekurangan
Keunggulan utama dari metode high-low adalah kesederhanaannya. Anda hanya membutuhkan dua titik data, sehingga dapat diakses siapa saja tanpa pengetahuan statistik khusus atau perangkat lunak. Untuk bisnis yang membutuhkan estimasi biaya cepat, efisiensi ini sangat berharga.
Namun, mengandalkan hanya pada titik aktivitas tertinggi dan terendah dapat menimbulkan kekurangan. Jika periode ekstrem ini tidak mewakili operasi normal, model biaya Anda bisa menjadi bias. Selain itu, metode ini mengasumsikan bahwa biaya selalu meningkat atau menurun secara proporsional dengan aktivitas, yang tidak selalu mencerminkan kompleksitas dunia nyata—beberapa pengeluaran mungkin melonjak secara tiba-tiba pada ambang produksi tertentu, atau skala ekonomi mungkin berlaku di volume yang lebih tinggi.
Untuk organisasi dengan pola biaya yang tidak menentu atau tidak dapat diprediksi, metode yang lebih canggih seperti analisis regresi mungkin menghasilkan hasil yang lebih baik, meskipun memerlukan data lebih banyak, waktu, dan keahlian teknis.
Kapan dan Di Mana Menggunakan Pendekatan Ini
Pemilik usaha kecil sering menggunakan metode high-low untuk memahami biaya pengiriman, pengeluaran produksi, dan alokasi overhead. Pendekatan ini memungkinkan mereka membuat keputusan lebih cepat tentang penetapan harga dan perencanaan sumber daya tanpa menunggu analisis keuangan lengkap.
Perusahaan utilitas dan penyedia layanan menemukan pendekatan ini sangat berguna. Sebuah perusahaan telekomunikasi mungkin menggunakannya untuk memisahkan biaya tetap bulanan dari biaya berbasis penggunaan, sementara layanan pengiriman dapat membedakan antara biaya perawatan kendaraan tetap dan biaya bahan bakar variabel yang terkait jarak tempuh.
Untuk bisnis musiman—yang mengalami fluktuasi besar antara periode puncak dan non-puncak—metode ini membantu menetapkan ekspektasi biaya dasar dan mengidentifikasi pengeluaran mana yang tetap dan mana yang berfluktuasi. Pengecer yang mempersiapkan musim liburan, bisnis pertanian yang merencanakan masa panen, dan perusahaan perhotelan yang mengelola pola wisata semuanya mendapatkan manfaat dari kejelasan ini.
Investor yang meninjau laporan keuangan perusahaan menggunakan metode ini untuk menilai efisiensi operasional dan memahami bagaimana biaya tetap mempengaruhi profitabilitas. Dengan melihat persentase pengeluaran yang tetap konstan terlepas dari volume penjualan, investor dapat menilai kerentanan perusahaan selama masa resesi ekonomi.
Perbandingan Metode Ini dengan Alternatif
Metode high-low dan analisis regresi memiliki tujuan serupa tetapi beroperasi secara berbeda. Analisis regresi menggabungkan semua data yang tersedia untuk mengidentifikasi tren dan pola biaya, biasanya menghasilkan hasil yang lebih halus dan akurat. Namun, analisis regresi memerlukan perangkat lunak statistik, keterampilan analitis yang lebih kuat, dan waktu lebih banyak.
Perdagangan utamanya adalah: metode high-low mengorbankan tingkat akurasi tertentu demi kecepatan dan kemudahan akses. Jika bisnis Anda beroperasi dalam lingkungan yang stabil dan dapat diprediksi, pertukaran ini seringkali masuk akal. Jika perilaku biaya kompleks atau tidak dapat diprediksi, usaha tambahan dalam analisis regresi biasanya akan membuahkan hasil yang lebih baik.
Tips Implementasi Praktis
Sebelum menerapkan metode high-low, pastikan bahwa periode aktivitas tertinggi dan terendah benar-benar mewakili ekstrem yang berarti, bukan anomali. Tinjau apakah terjadi perubahan signifikan dalam struktur biaya antara periode—peralatan baru, perubahan pemasok, atau penyesuaian staf—yang dapat membuat perbandingan antar periode menjadi tidak valid.
Pertimbangkan juga apakah asumsi linier berlaku dalam bisnis Anda. Jika Anda melihat bahwa menggandakan produksi tidak hanya menggandakan biaya variabel, metode high-low mungkin tidak cocok untuk situasi Anda.
Ringkasan Utama
Metode high-low menyediakan teknik yang praktis dan mudah diakses untuk memahami bagaimana biaya berperilaku di berbagai tingkat produksi. Bagi bisnis dan investor yang mencari cara cepat memisahkan biaya tetap dari variabel, metode ini memberikan hasil yang solid tanpa memerlukan analisis kompleks. Meskipun memiliki keterbatasan dan mungkin tidak cocok untuk semua skenario bisnis, kesederhanaannya membuatnya menjadi alat yang tetap berguna dalam perencanaan keuangan dan pengendalian biaya. Dengan menguasai metode ini, Anda dapat membuat keputusan yang lebih baik tentang penganggaran, penetapan harga, dan perencanaan pertumbuhan—baik Anda mengelola tim kecil maupun menganalisis keuangan perusahaan besar.