Ketika Anda memikirkan keuangan sehari-hari, wajar untuk menganggap bahwa perbankan bersifat universal—gaji langsung masuk ke rekening tabungan dan tagihan dibayar secara elektronik. Namun di seluruh Amerika, jutaan orang beroperasi sepenuhnya di luar sistem ini. Lebih dari 26 juta rumah tangga di AS tidak memiliki akses yang berarti ke layanan perbankan, dan pengecualian keuangan ini membawa konsekuensi nyata yang jauh melampaui sekadar ketidaknyamanan.
Siapa Mereka yang Tidak Memiliki Bank dan Kurang Bank?
Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) mendefinisikan orang yang tidak memiliki bank sebagai rumah tangga yang sama sekali tidak memiliki rekening di lembaga keuangan atau perbankan mana pun. Menurut Survei Nasional FDIC 2015 tentang Rumah Tangga Tanpa Bank dan Kurang Bank, sekitar 7% rumah tangga di Amerika termasuk dalam kategori ini—berarti mereka beroperasi sepenuhnya tanpa rekening bank. Namun, gambaran yang lebih luas lagi: tambahan 19,9% rumah tangga diklasifikasikan sebagai “kurang bank,” yang berarti mereka memiliki beberapa rekening bank tetapi tetap sangat bergantung pada layanan keuangan alternatif seperti pemberi pinjaman hari gajian dan layanan penukaran cek.
Gabungan ini mencerminkan kenyataan keuangan yang mencengangkan: lebih dari satu dari empat rumah tangga Amerika sama sekali tidak memiliki akses ke perbankan atau menggunakannya secara tidak konsisten. Meskipun populasi tanpa bank menunjukkan penurunan dari 2013 ke 2015, tren ini menunjukkan tantangan yang tetap ada daripada masalah yang telah terselesaikan.
Biaya Nyata dari Pengecualian Keuangan: Kerugian Menjadi Tanpa Bank
Kerugian dari tidak memiliki rekening bank tradisional jauh lebih dalam daripada sekadar ketidaknyamanan. Tanpa infrastruktur perbankan, individu menghadapi berbagai hambatan struktural untuk stabilitas keuangan.
Pertama, tidak adanya kemungkinan setoran langsung. Pembayaran dari pemberi kerja harus diterima melalui metode alternatif—sering kali memerlukan waktu cuti kerja untuk mengunjungi pusat pembayaran atau lokasi layanan. Ini menghilangkan kenyamanan utama yang dinikmati orang yang sudah memiliki rekening bank.
Kedua, membangun kredit hampir tidak mungkin tanpa hubungan perbankan. Riwayat kredit menjadi fondasi untuk pinjaman di masa depan: hipotek, pinjaman mobil, pembiayaan bisnis semuanya bergantung pada kredibilitas yang sudah terbentuk. Orang tanpa bank tetap terkunci secara permanen dari peluang membangun kekayaan ini.
Ketiga, pengelolaan uang menjadi mahal dan berisiko. Tanpa akses rekening yang aman, individu harus membawa uang tunai dalam jumlah besar, yang berisiko dicuri atau hilang. Ketika mereka perlu menukarkan cek menjadi uang tunai, mereka membayar biaya kepada pemberi pinjaman hari gajian dan layanan penukaran cek—biaya yang cepat menumpuk dan menguras sumber daya yang terbatas.
Mengapa Begitu Banyak Orang Amerika Menghindari atau Tidak Bisa Mengakses Perbankan
Memahami kerugian hanyalah separuh dari cerita. Hal yang sama pentingnya adalah memahami mengapa lebih dari 26 juta orang tetap berada dalam situasi ini meskipun manfaat perbankan sudah jelas.
Ketika FDIC menanyakan kepada responden tanpa bank tentang hambatan mereka terhadap perbankan, jawaban mereka menggambarkan gambaran tantangan sistemik yang jelas. Sebanyak 57,4% menyebutkan kekurangan dana sebagai alasan utama mereka tidak memiliki rekening—mereka secara harfiah tidak percaya mereka memiliki cukup uang untuk membuka rekening. Persepsi ini, benar atau tidak, menjadi hambatan psikologis dan keuangan yang signifikan.
Selain masalah uang, kepercayaan muncul sebagai faktor penting. Banyak orang tanpa bank memendam skeptisisme mendalam terhadap lembaga keuangan itu sendiri. Beberapa mengutamakan kekhawatiran privasi, sementara yang lain pernah mengalami pinjaman predatori atau eksploitasi. Mungkin yang paling mencolok: ketika ditanya apakah bank bahkan ingin bisnis mereka, 55,8% responden tanpa bank menjawab “sama sekali tidak tertarik.”
Persepsi ketidakpedulian institusional ini menciptakan siklus vicious. Orang percaya bank tidak akan melayani mereka, jadi mereka tidak mencoba membuka rekening, yang memperkuat keyakinan bahwa perbankan tidak dapat diakses oleh orang seperti mereka.
Memutus Siklus: Manfaat Tersembunyi dari Membuka Rekening Bank
Ironisnya, manfaat membuka rekening sering kali melebihi apa yang disadari oleh orang tanpa bank. Begitu Anda membuka rekening bank standar, beberapa keuntungan langsung aktif.
Deposito Anda mendapatkan perlindungan federal melalui asuransi FDIC, yang berarti uang Anda dilindungi hingga $250.000. Anda menerima kartu debit, yang menyediakan akses pembayaran aman tanpa harus membawa uang tunai dalam jumlah besar. Akses ATM tersedia, memberi Anda opsi penarikan tunai yang nyaman. Setoran cek menjadi gratis saat dilakukan melalui bank Anda—menghilangkan biaya yang seharusnya Anda bayar kepada layanan penukaran cek alternatif.
Seiring waktu, manfaat ini akan bertambah. Tergantung pada jenis rekening Anda, Anda dapat memperoleh bunga dari saldo Anda. Rekening tabungan biasanya menawarkan tingkat bunga tertinggi, meskipun mereka memiliki batas penarikan, itulah sebabnya sebagian besar penabung juga membuka rekening cek untuk pengeluaran harian. Yang terpenting, saat Anda mempertahankan rekening dengan baik, Anda membangun hubungan perbankan dan menetapkan kredit. Ini membuka pintu ke syarat pinjaman yang lebih baik, peluang investasi, dan jalan menuju keamanan keuangan yang nyata.
Menjadi Nasabah Bank: Jalan Praktis Menuju Kemajuan
Untungnya, hambatan untuk membuka rekening telah berkurang secara signifikan. Perbankan ritel modern telah berkembang untuk melayani pelanggan berpenghasilan rendah dengan lebih efektif. Bank daring, khususnya, telah mengganggu hambatan tradisional: mereka mengenakan biaya minimal dan sering kali tidak memerlukan setoran awal—berarti Anda tidak perlu menabung uang hanya untuk membuka rekening.
Bank daring memungkinkan Anda mengajukan permohonan langsung melalui situs web mereka, menghilangkan kebutuhan untuk cuti kerja demi kunjungan ke cabang. Selain nama dan alamat, bank biasanya memerlukan verifikasi identitas melalui Nomor Jaminan Sosial atau SIM. Jika Anda tidak memiliki Nomor Jaminan Sosial, Anda dapat mengajukan Nomor Identifikasi Wajib Pajak Individu (ITIN) dengan mengisi Formulir W-7 ke IRS.
Langkah pertama sangat sederhana: cari tahu persyaratan pembukaan rekening secara online, bandingkan opsi, dan pilih lembaga yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Bagi mereka yang saat ini tidak memiliki rekening, ini merupakan momen transformasional—perbedaan antara pengecualian keuangan dan partisipasi keuangan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kekurangan Keuangan yang Dihadapi oleh Mereka yang Tidak Memiliki Bank: Mengapa 26 Juta Orang Amerika Tetap di Luar Sistem Perbankan
Ketika Anda memikirkan keuangan sehari-hari, wajar untuk menganggap bahwa perbankan bersifat universal—gaji langsung masuk ke rekening tabungan dan tagihan dibayar secara elektronik. Namun di seluruh Amerika, jutaan orang beroperasi sepenuhnya di luar sistem ini. Lebih dari 26 juta rumah tangga di AS tidak memiliki akses yang berarti ke layanan perbankan, dan pengecualian keuangan ini membawa konsekuensi nyata yang jauh melampaui sekadar ketidaknyamanan.
Siapa Mereka yang Tidak Memiliki Bank dan Kurang Bank?
Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) mendefinisikan orang yang tidak memiliki bank sebagai rumah tangga yang sama sekali tidak memiliki rekening di lembaga keuangan atau perbankan mana pun. Menurut Survei Nasional FDIC 2015 tentang Rumah Tangga Tanpa Bank dan Kurang Bank, sekitar 7% rumah tangga di Amerika termasuk dalam kategori ini—berarti mereka beroperasi sepenuhnya tanpa rekening bank. Namun, gambaran yang lebih luas lagi: tambahan 19,9% rumah tangga diklasifikasikan sebagai “kurang bank,” yang berarti mereka memiliki beberapa rekening bank tetapi tetap sangat bergantung pada layanan keuangan alternatif seperti pemberi pinjaman hari gajian dan layanan penukaran cek.
Gabungan ini mencerminkan kenyataan keuangan yang mencengangkan: lebih dari satu dari empat rumah tangga Amerika sama sekali tidak memiliki akses ke perbankan atau menggunakannya secara tidak konsisten. Meskipun populasi tanpa bank menunjukkan penurunan dari 2013 ke 2015, tren ini menunjukkan tantangan yang tetap ada daripada masalah yang telah terselesaikan.
Biaya Nyata dari Pengecualian Keuangan: Kerugian Menjadi Tanpa Bank
Kerugian dari tidak memiliki rekening bank tradisional jauh lebih dalam daripada sekadar ketidaknyamanan. Tanpa infrastruktur perbankan, individu menghadapi berbagai hambatan struktural untuk stabilitas keuangan.
Pertama, tidak adanya kemungkinan setoran langsung. Pembayaran dari pemberi kerja harus diterima melalui metode alternatif—sering kali memerlukan waktu cuti kerja untuk mengunjungi pusat pembayaran atau lokasi layanan. Ini menghilangkan kenyamanan utama yang dinikmati orang yang sudah memiliki rekening bank.
Kedua, membangun kredit hampir tidak mungkin tanpa hubungan perbankan. Riwayat kredit menjadi fondasi untuk pinjaman di masa depan: hipotek, pinjaman mobil, pembiayaan bisnis semuanya bergantung pada kredibilitas yang sudah terbentuk. Orang tanpa bank tetap terkunci secara permanen dari peluang membangun kekayaan ini.
Ketiga, pengelolaan uang menjadi mahal dan berisiko. Tanpa akses rekening yang aman, individu harus membawa uang tunai dalam jumlah besar, yang berisiko dicuri atau hilang. Ketika mereka perlu menukarkan cek menjadi uang tunai, mereka membayar biaya kepada pemberi pinjaman hari gajian dan layanan penukaran cek—biaya yang cepat menumpuk dan menguras sumber daya yang terbatas.
Mengapa Begitu Banyak Orang Amerika Menghindari atau Tidak Bisa Mengakses Perbankan
Memahami kerugian hanyalah separuh dari cerita. Hal yang sama pentingnya adalah memahami mengapa lebih dari 26 juta orang tetap berada dalam situasi ini meskipun manfaat perbankan sudah jelas.
Ketika FDIC menanyakan kepada responden tanpa bank tentang hambatan mereka terhadap perbankan, jawaban mereka menggambarkan gambaran tantangan sistemik yang jelas. Sebanyak 57,4% menyebutkan kekurangan dana sebagai alasan utama mereka tidak memiliki rekening—mereka secara harfiah tidak percaya mereka memiliki cukup uang untuk membuka rekening. Persepsi ini, benar atau tidak, menjadi hambatan psikologis dan keuangan yang signifikan.
Selain masalah uang, kepercayaan muncul sebagai faktor penting. Banyak orang tanpa bank memendam skeptisisme mendalam terhadap lembaga keuangan itu sendiri. Beberapa mengutamakan kekhawatiran privasi, sementara yang lain pernah mengalami pinjaman predatori atau eksploitasi. Mungkin yang paling mencolok: ketika ditanya apakah bank bahkan ingin bisnis mereka, 55,8% responden tanpa bank menjawab “sama sekali tidak tertarik.”
Persepsi ketidakpedulian institusional ini menciptakan siklus vicious. Orang percaya bank tidak akan melayani mereka, jadi mereka tidak mencoba membuka rekening, yang memperkuat keyakinan bahwa perbankan tidak dapat diakses oleh orang seperti mereka.
Memutus Siklus: Manfaat Tersembunyi dari Membuka Rekening Bank
Ironisnya, manfaat membuka rekening sering kali melebihi apa yang disadari oleh orang tanpa bank. Begitu Anda membuka rekening bank standar, beberapa keuntungan langsung aktif.
Deposito Anda mendapatkan perlindungan federal melalui asuransi FDIC, yang berarti uang Anda dilindungi hingga $250.000. Anda menerima kartu debit, yang menyediakan akses pembayaran aman tanpa harus membawa uang tunai dalam jumlah besar. Akses ATM tersedia, memberi Anda opsi penarikan tunai yang nyaman. Setoran cek menjadi gratis saat dilakukan melalui bank Anda—menghilangkan biaya yang seharusnya Anda bayar kepada layanan penukaran cek alternatif.
Seiring waktu, manfaat ini akan bertambah. Tergantung pada jenis rekening Anda, Anda dapat memperoleh bunga dari saldo Anda. Rekening tabungan biasanya menawarkan tingkat bunga tertinggi, meskipun mereka memiliki batas penarikan, itulah sebabnya sebagian besar penabung juga membuka rekening cek untuk pengeluaran harian. Yang terpenting, saat Anda mempertahankan rekening dengan baik, Anda membangun hubungan perbankan dan menetapkan kredit. Ini membuka pintu ke syarat pinjaman yang lebih baik, peluang investasi, dan jalan menuju keamanan keuangan yang nyata.
Menjadi Nasabah Bank: Jalan Praktis Menuju Kemajuan
Untungnya, hambatan untuk membuka rekening telah berkurang secara signifikan. Perbankan ritel modern telah berkembang untuk melayani pelanggan berpenghasilan rendah dengan lebih efektif. Bank daring, khususnya, telah mengganggu hambatan tradisional: mereka mengenakan biaya minimal dan sering kali tidak memerlukan setoran awal—berarti Anda tidak perlu menabung uang hanya untuk membuka rekening.
Bank daring memungkinkan Anda mengajukan permohonan langsung melalui situs web mereka, menghilangkan kebutuhan untuk cuti kerja demi kunjungan ke cabang. Selain nama dan alamat, bank biasanya memerlukan verifikasi identitas melalui Nomor Jaminan Sosial atau SIM. Jika Anda tidak memiliki Nomor Jaminan Sosial, Anda dapat mengajukan Nomor Identifikasi Wajib Pajak Individu (ITIN) dengan mengisi Formulir W-7 ke IRS.
Langkah pertama sangat sederhana: cari tahu persyaratan pembukaan rekening secara online, bandingkan opsi, dan pilih lembaga yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Bagi mereka yang saat ini tidak memiliki rekening, ini merupakan momen transformasional—perbedaan antara pengecualian keuangan dan partisipasi keuangan.