Huang Renxun terbaru berbicara: AI membutuhkan infrastruktur bernilai triliunan dolar, tidak hanya tidak akan mengambil alih pekerjaan, tetapi juga akan menciptakan banyak pekerjaan bergaji tinggi

GateNews

Berita tanggal 11 Maret menyebutkan bahwa pendiri NVIDIA, Jensen Huang, baru-baru ini menyatakan bahwa perkembangan kecerdasan buatan tidak akan menggantikan lapangan pekerjaan secara besar-besaran seperti yang dikhawatirkan sebagian pasar. Sebaliknya, infrastruktur besar yang dibangun dan dipelihara untuk kecerdasan buatan akan menciptakan banyak peluang kerja baru. Jensen Huang menunjukkan bahwa kecerdasan buatan secara bertahap menjadi infrastruktur penting yang serupa dengan listrik dan internet, dan pembuatan chip, pembangunan pusat data, serta penyebaran sistem jaringan yang mendukung operasinya akan membentuk investasi global bernilai triliunan dolar.

Dalam artikel blog terbarunya, Jensen Huang menekankan bahwa saat ini investasi global dalam infrastruktur kecerdasan buatan telah mencapai ratusan miliar dolar, tetapi masih ada kebutuhan pembangunan bernilai triliunan dolar yang belum dimulai. Proyek-proyek ini membutuhkan banyak posisi teknis dan rekayasa, termasuk tukang listrik, tukang pipa, pekerja baja, insinyur jaringan, dan operator pusat data. Ia percaya bahwa posisi-posisi ini tidak hanya memerlukan keahlian tinggi, tetapi juga menawarkan tingkat gaji yang tinggi, dan permintaan pasar saat ini masih jauh melebihi penawaran.

Sebagai salah satu pemasok utama perangkat keras komputasi kecerdasan buatan, NVIDIA menjadi salah satu penerima manfaat utama dari gelombang AI ini. Sejak peluncuran ChatGPT oleh OpenAI pada tahun 2023, perusahaan-perusahaan di seluruh dunia mempercepat pengembangan kecerdasan buatan, dan permintaan chip NVIDIA terus meningkat. Harga saham perusahaan sejak saat itu telah naik lebih dari 1300%.

Jensen Huang juga membandingkan ekosistem kecerdasan buatan dengan “kue lapis lima”, yang meliputi pasokan energi, chip AI, platform infrastruktur, model AI, dan lapisan aplikasi akhir. Ia menunjukkan bahwa berbeda dengan perangkat lunak tradisional yang bergantung pada instruksi tetap, kecerdasan buatan mengandalkan penalaran dan pembuatan konten secara real-time, sehingga banyak infrastruktur yang ada perlu didesain ulang dan dibangun kembali.

Namun, di tengah pertumbuhan investasi AI yang pesat, beberapa perusahaan juga menggunakan AI untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi lapangan pekerjaan. Sejak awal tahun ini, beberapa perusahaan mengumumkan PHK. Misalnya, Block mengurangi sekitar 40% karyawannya, dan salah satu pendirinya, Jack Dorsey, menyatakan bahwa pengurangan ini sebagian disebabkan oleh peningkatan efisiensi melalui aplikasi AI. Selain itu, Pinterest dan DOW Chemical juga mengumumkan PHK dengan total lebih dari 5000 orang.

Analis Goldman Sachs menunjukkan bahwa fenomena pengangguran akibat AI memang ada, tetapi skala keseluruhannya masih cukup moderat. Laporan memperkirakan bahwa tingkat pengangguran di AS mungkin sedikit meningkat dari sekitar 4,4% saat ini menjadi 4,5% pada akhir tahun ini. Dalam konteks ini, investasi dalam infrastruktur AI, pembangunan pusat data, dan posisi terkait teknologi mungkin menjadi sumber utama pertumbuhan lapangan kerja dalam beberapa tahun mendatang.

Lihat Asli
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar