Adam Back tentang Bitcoin: Volatilitas Bukan Kesalahan Model, Melainkan Tahap Alami Adopsi

Adam Back, salah satu arsitektur kriptografi awal yang disebut dalam whitepaper Bitcoin 2008 dan kini CEO Blockstream, mengungkapkan pandangannya mengenai gelombang penurunan Bitcoin terkini. Menurutnya, fluktuasi harga yang terjadi bukan sesuatu yang mengherankan, melainkan konsisten dengan pola siklusempat tahunan yang telah berulang sebelumnya dan mencerminkan sifat inheren dari fase adopsi Bitcoin.

Dalam acara iConnections di Miami Beach pekan lalu, Back menegaskan bahwa “Bitcoin secara umum memang volatile,” dan kondisi saat ini selaras dengan ekspektasi historis. Meskipun lingkungan kebijakan AS semakin mendukung—dengan sejumlah ETF spot Bitcoin telah diluncurkan dan kejelasan regulasi makin kuat—Bitcoin telah menurun sekitar 15,65% dalam satu tahun terakhir. Kontras dengan ini, tempat berlindung tradisional seperti emas justru mencapai rekor tertinggi, sementara perak juga menyentuh puncak multi-tahun.

Logika di Balik Siklus Empat Tahunan Bitcoin

Back menjelaskan bahwa dalam setiap siklusempat tahunan, terdapat periode tertentu di mana harga Bitcoin cenderung mengalami tekanan. “Ada banyak berita positif, namun dalam pola pasar historis, ini adalah momentum di mana harga biasanya turun,” katanya. Dia mencatat bahwa beberapa peserta pasar tampaknya melakukan trading berdasarkan pola-pola historis tersebut ketimbang merespons fundamental terkini.

Pengamatan Adam Back ini membuka perspektif menarik: volatilitas bukan indikasi bahwa tesis Bitcoin rusak, melainkan bukti bahwa pasar masih berada dalam fase pembelajaran. Berbagai jenis investor memiliki ekspektasi berbeda, dan beberapa di antaranya berspekulasi bahwa harga mungkin akan pulih kemudian di sepanjang tahun.

Partisipasi Institusional Masih di Tahap Awal

Kendati kejelasan regulasi dan aksesibilitas melalui ETF spot telah membuka pintu bagi investor institusional, Adam Back mengingatkan bahwa penetrasi mereka masih jauh dari puncaknya. “Saya pikir capital institusional belum dalam skala besar seperti yang diharapkan banyak orang,” ujarnya. Dia membedakan antara pemegang ETF—investor yang relatif lebih tahan menghadapi volatilitas—dengan trader ritel di bursa yang sering mengalokasikan sebagian besar modal mereka pada saat reli, meninggalkan sedikit buffer untuk penurunan.

Institusi, sebaliknya, memiliki fleksibilitas untuk melakukan rebalancing portofolio mereka. Namun, hambatan regulasi utama baru saja terselesaikan, dan Back memandang ini sebagai tahap permulaan dari gelombang aliran capital institusional yang lebih masif di masa depan. Semakin besar volume modal yang masuk, semakin ekspektasi tekanan harga jangka pendek dapat tersebar di basis investor yang lebih luas, berakibat pada reduksi volatilitas.

Perbandingan dengan Amazon: Adopsi Cepat Membawa Volatilitas Tinggi

Untuk mengilustrasikan pointnya, Back membuat analogi dengan saham Amazon pada masa awalnya. “Anda bisa melihat perumpamaan dari saham AMZN di fase pertumbuhan, yang mengalami fluktuasi harga liar—sebagian besar karena ketidakpastian pasar tentang valuasi dan prospeknya,” jelasnya. Kurva adopsi yang cepat secara inheren membawa volatilitas tinggi karena pasar belum mencapai konsensus tentang value proposition yang sesungguhnya.

Seiring dengan matangnya adopsi, masuknya lebih banyak institusi, perusahaan, dan bahkan negara ke ekosistem Bitcoin, Adam Back mengantisipasi fluktuasi harga akan mulai berkurang. Dia tidak mengharapkan volatilitas hilang sepenuhnya, tetapi berharap pola bergerak akan menyerupai emas—dengan pergerakan kurang dramatis dibanding aset digital yang masih muda.

Standar Ukuran: Bitcoin versus Kapitalisasi Pasar Emas

Dalam mengukur potensi jangka panjang Bitcoin, Adam Back menggunakan kapitalisasi pasar emas sebagai benchmark. Menurutnya, perbandingan antara kedua market cap tersebut menawarkan tolok ukur kasar untuk mengevaluasi tingkat adopsi. Saat ini, Bitcoin dinilai sekitar 10 hingga 15 kali lebih kecil daripada emas, yang berarti ada ruang pertumbuhan signifikan apabila Bitcoin terus memperkuat posisinya sebagai penyimpan nilai digital.

Walaupun Bitcoin pada harga $70,67K masih menghadapi tekanan jangka pendek, fundamental investasi jangka panjangnya tetap utuh. “Bitcoin sebagai kelas aset telah berkinerja superior dibanding semua kelas aset lainnya selama dekade terakhir, dengan memiliki return tahunan tertinggi,” ujar Back. Volatilitas, dalam perspektif ini, bukanlah cacad dari model Bitcoin melainkan karakteristik alami dari fase adopsi yang masih berlangsung.

Dinamika Pasar Terkini dan Proyeksi

Pasar terbaru menunjukkan Bitcoin bergerak di atas $70.000 setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penundaan lima hari untuk serangan terhadap infrastruktur energi Iran. Altcoin seperti Ethereum, Solana, dan Dogecoin juga terdongkrak dengan kenaikan sekitar 5%, sementara saham mining yang terkait kripto menguat sejalan dengan broader equity market—S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 1,2%.

Analisis pasar menunjukkan langkah berikutnya untuk Bitcoin tergantung pada stabilitas harga minyak dan pelayaran melalui Selat Hormuz. Apabila tetap stabil, Bitcoin berpotensi mengujicoba range $74.000 hingga $76.000 kembali. Namun, jika situasi geopolitik memburuk, harga Bitcoin mungkin tertekan kembali ke range pertengahan $60.000.

Perspektif Adam Back menawarkan konteks penting: dalam jangka panjang, Bitcoin masih berada dalam perjalanan adopsinya, dan volatilitas adalah bagian dari cerita pertumbuhan tersebut, bukan penolakan terhadap tesis fundamentalnya.

BTC0,24%
ETH0,85%
SOL1,51%
DOGE1,33%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan