Tentang grafik pennant akhir-akhir ini sering ditanyakan, tetapi saya merasa pola ini sangat praktis dalam situasi trading nyata. Ini adalah pola kelanjutan yang muncul baik dalam tren bullish maupun bearish, dan semakin kecil kerangka waktunya, semakin sering pola ini muncul.



Cara terbentuknya adalah setelah terjadi kenaikan atau penurunan tajam, harga mulai bergerak dalam kisaran segitiga simetris kecil. Gerakan tajam sebelumnya berfungsi sebagai tiang bendera, dan bagian konsolidasi berikutnya membentuk pola grafik pennant. Garis tren atas menurun, garis tren bawah naik, dan keduanya bertemu di puncak. Inilah bentuk dasar dari pennant.

Waktu breakout sangat penting, biasanya menembus ke arah tren sebelumnya. Semakin kuat pergerakan sebelum pola terbentuk, semakin kuat pula breakout-nya nanti. Periode pembentukan biasanya sekitar 2-3 minggu, dan jika berlangsung lebih lama, pola besar seperti segitiga simetris bisa berkembang.

Pergerakan volume juga menjadi poin penting. Saat pennant terbentuk, volume cenderung menurun, tetapi saat breakout terjadi, volume akan melonjak secara tajam. Ini menjadi sinyal pasti bagi trader untuk masuk posisi, sehingga pola ini sangat disukai.

Perbedaan dengan pola lain juga perlu disebutkan. Pola wedge bisa berfungsi baik untuk kelanjutan tren maupun pembalikan, sedangkan perbedaan utama dengan pola bendera adalah bentuk bagian konsolidasinya. Dibandingkan dengan segitiga simetris, pennant biasanya berukuran lebih kecil dan membutuhkan tren tajam sebelum terbentuk.

Ada tiga pendekatan dalam trading pola ini. Pertama, masuk langsung saat garis batas ditembus. Kedua, masuk saat harga menembus level tertinggi atau terendah. Ketiga, masuk setelah pullback awal setelah breakout. Target pengukuran dihitung dari tinggi tiang bendera, diukur dari titik breakout. Stop loss biasanya ditempatkan di luar garis tren berlawanan.

Namun, mengenai keandalan pola ini, studi menunjukkan pendapat yang berbeda di kalangan analis terkenal. John Murphy menyebut ini sebagai salah satu pola kelanjutan yang paling andal, tetapi studi besar Thomas Bulkowski menunjukkan hasil berbeda. Dari pengujian lebih dari 1600 pola pennant, tingkat kegagalan breakout di kedua arah sekitar 54%, sedangkan tingkat keberhasilan adalah 35% untuk kenaikan dan 32% untuk penurunan. Rata-rata pergerakan sekitar 6,5%. Jadi, karena sering gagal, manajemen risiko sangat penting.

Pennant bullish dimulai dari tren naik tajam dalam tren naik, sedangkan pennant bearish dimulai dari penurunan tajam dalam tren turun. Pendekatan tradingnya sama, hanya berbeda dalam bias long atau short.

Kunci keberhasilan trading sebenarnya terletak pada kualitas pergerakan sebelum pola terbentuk. Gerakan yang agresif dan tajam meningkatkan peluang kelanjutan tren. Jadi, penting untuk mencari pergerakan kuat dan cepat sebelum masuk ke fase konsolidasi. Karena pola pennant biasanya selesai dalam waktu kurang dari 3 minggu, pola ini sangat cocok untuk trader jangka pendek. Banyak trader menggabungkan pola ini dengan analisis teknikal lain untuk mendapatkan keputusan yang lebih pasti.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan