Tentang pola grafik bendera, akhir-akhir ini sering ditanyakan, tapi sebenarnya saya pikir ini adalah pola yang banyak diabaikan oleh trader. Pola ini muncul secara sering dalam kerangka waktu jangka pendek dan berfungsi sebagai sinyal kelanjutan tren, tetapi mengenai keandalannya, ada berbagai pendapat.



Untuk menjelaskan dasar dari pola grafik bendera, ini adalah pola kelanjutan tren yang muncul baik dalam pasar bullish maupun bearish. Ciri khasnya adalah setelah terjadi kenaikan atau penurunan harga yang tajam, harga mulai bergerak dalam bentuk segitiga simetris kecil dalam rentang yang sempit. Setelah pergerakan tajam yang disebut tongkat bendera, fase konsolidasi jangka pendek terbentuk.

Poin penting dalam pembentukannya adalah adanya volume relatif yang kuat sebelum terbentuknya bendera, baik dari pembelian maupun penjualan yang agresif. Breakout biasanya terjadi sesuai arah tren sebelum terbentuknya pola. Ini sangat penting, karena kekuatan tren sebelum terbentuknya pola menjadi petunjuk kekuatan pergerakan selanjutnya.

Durasi kelangsungan biasanya sekitar 2–3 minggu. Jika berlangsung lebih lama, ada kemungkinan berkembang menjadi pola segitiga simetris yang lebih besar, yang bisa berujung kegagalan. Selama proses pembentukan, volume cenderung menurun, tetapi saat breakout, volume harus meningkat secara tajam. Lonjakan volume ini adalah sinyal penting yang menunjukkan breakout yang sebenarnya.

Mengenai keandalan pola grafik bendera, pendapatnya beragam. John Murphy menilai ini sebagai salah satu pola kelanjutan tren yang paling dapat diandalkan, tetapi hasil dari lebih dari 1.600 pengujian terhadap pola bendera oleh peneliti lain menunjukkan hasil yang berbeda. Tingkat kegagalan meningkat dan berada di kedua arah, sekitar 54%, sedangkan tingkat keberhasilan sekitar 35–32%. Rata-rata pergerakan awal sekitar 6,5%.

Dari data ini, terlihat bahwa bergantung hanya pada pola bendera saja berisiko. Banyak trader profesional menggabungkan pola ini dengan analisis teknikal lain untuk meningkatkan akurasi pengambilan keputusan.

Dalam pendekatan trading, ada beberapa strategi. Salah satunya adalah masuk saat garis batas menembus ke arah tren utama pada breakout pertama. Strategi lain adalah menunggu breakout dari level tertinggi atau terendah, dan masuk saat terjadi kelanjutan setelah pullback awal.

Target pengukuran dibuat dengan mengukur jarak dari titik awal tongkat bendera ke puncak atau titik dasar, lalu mengurangkan jarak tersebut dari harga breakout untuk mendapatkan target harga. Untuk manajemen kerugian, stop loss biasanya ditempatkan di bawah garis tren support dalam bendera bullish, dan di atas garis tren resistance dalam bendera bearish.

Perbedaan antara bullish dan bearish hanyalah arah tren yang terbentuk, sedangkan pendekatan tradingnya sama. Bendera bullish diperdagangkan dengan bias long, dan bendera bearish dengan bias short.

Pada akhirnya, kunci keberhasilan pola grafik bendera terletak pada kualitas tren sebelum terbentuknya pola tersebut. Jika sebelum terbentuknya pola terjadi pergerakan agresif dan tajam, kemungkinan breakout akan berlanjut. Oleh karena itu, penting untuk mencari pergerakan yang benar-benar kuat sebelum terjadi konsolidasi. Lingkungan pasar yang cepat dan kuat inilah yang membuat pola ini dapat diandalkan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan