Langkah Tesla yang dipimpin oleh Elon Musk di pasar cryptocurrency terus menimbulkan pertanyaan. Pada Oktober 2024, dompet yang terkait dengan perusahaan mobil tersebut memindahkan sejumlah besar Bitcoin ke alamat wallet yang tidak teridentifikasi, memicu spekulasi tentang niat sebenarnya di balik aksi likuidasi ini.
Perpindahan besar-besaran: Tesla pindahkan 11.500 BTC ke dompet tidak dikenal
Menurut data dari Arkham Intelligence, perusahaan analisis blockchain, Tesla memindahkan sekitar 11.500 Bitcoin dengan nilai total sekitar 760 juta dolar ke alamat yang kepemilikannya tidak diketahui. Transfer ini mewakili hampir seluruh cadangan cryptocurrency yang dimiliki perusahaan.
Selanjutnya, dompet Tesla hanya menyimpan sisa kecil BTC, yang hampir tidak berarti. Operasi ini menempatkan Tesla dalam posisi sebagai perusahaan yang telah secara drastis mengurangi eksposurnya di sektor cryptocurrency.
Dari kekayaan ke likuidasi: kisah cryptocurrency Tesla
Hubungan antara Elon Musk dan Bitcoin telah melalui berbagai fase. Pada Februari 2021, Tesla menginvestasikan 1,5 miliar dolar dalam Bitcoin, langkah yang dianggap revolusioner untuk perusahaan otomotif. Pada saat itu, cadangan perusahaan mencapai puncaknya di angka 2,5 miliar dolar.
Namun, sikap tersebut berubah secara drastis. Pada awal 2022, Tesla menjual 75% dari kepemilikannya di Bitcoin, mengalami kerugian signifikan dalam transaksi tersebut. Perubahan arah ini mencerminkan redefinisi prioritas strategis perusahaan terkait cryptocurrency.
Meskipun fluktuasi, Tesla tetap menjadi pemilik Bitcoin terbesar keempat di antara perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa AS. Hanya MicroStrategy, MARA Holdings, dan Riot Platforms yang memegang posisi lebih besar di sektor ini.
Musk dan nilai cryptocurrency: antara Bitcoin dan Dogecoin
Sikap Elon Musk terhadap cryptocurrency tidaklah tunggal. Dalam sebuah pernyataan publik tahun lalu, Musk menyatakan bahwa menurut pendapatnya “Bitcoin dan kemungkinan besar cryptocurrency lain memiliki keunggulan intrinsik.” Namun, dia menambahkan pertimbangan menarik: preferensinya pribadi lebih condong ke Dogecoin, menunjukkan adanya perbedaan antara nilai teknis yang diakui Bitcoin dan motivasi emosional yang menariknya ke mata uang digital lain.
Dikotomi ini mencerminkan kompleksitas posisi Musk dalam dunia cryptocurrency: meskipun mengakui nilai teknologi dan potensi Bitcoin, kesetiaannya secara strategis tampaknya tidak hanya terfokus pada cryptocurrency ini.
Ketika Tesla awalnya mengumumkan niatnya untuk menerima pembayaran dalam Bitcoin, rencana tersebut kemudian dibatalkan karena kekhawatiran lingkungan terkait konsumsi energi jaringan Bitcoin. Aspek ini tetap menjadi isu utama dalam perdebatan tentang keberlanjutan cryptocurrency sebagai alat pembayaran untuk perusahaan besar.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Elon Musk dan Tesla: transfer besar Bitcoin senilai 760 juta
Langkah Tesla yang dipimpin oleh Elon Musk di pasar cryptocurrency terus menimbulkan pertanyaan. Pada Oktober 2024, dompet yang terkait dengan perusahaan mobil tersebut memindahkan sejumlah besar Bitcoin ke alamat wallet yang tidak teridentifikasi, memicu spekulasi tentang niat sebenarnya di balik aksi likuidasi ini.
Perpindahan besar-besaran: Tesla pindahkan 11.500 BTC ke dompet tidak dikenal
Menurut data dari Arkham Intelligence, perusahaan analisis blockchain, Tesla memindahkan sekitar 11.500 Bitcoin dengan nilai total sekitar 760 juta dolar ke alamat yang kepemilikannya tidak diketahui. Transfer ini mewakili hampir seluruh cadangan cryptocurrency yang dimiliki perusahaan.
Selanjutnya, dompet Tesla hanya menyimpan sisa kecil BTC, yang hampir tidak berarti. Operasi ini menempatkan Tesla dalam posisi sebagai perusahaan yang telah secara drastis mengurangi eksposurnya di sektor cryptocurrency.
Dari kekayaan ke likuidasi: kisah cryptocurrency Tesla
Hubungan antara Elon Musk dan Bitcoin telah melalui berbagai fase. Pada Februari 2021, Tesla menginvestasikan 1,5 miliar dolar dalam Bitcoin, langkah yang dianggap revolusioner untuk perusahaan otomotif. Pada saat itu, cadangan perusahaan mencapai puncaknya di angka 2,5 miliar dolar.
Namun, sikap tersebut berubah secara drastis. Pada awal 2022, Tesla menjual 75% dari kepemilikannya di Bitcoin, mengalami kerugian signifikan dalam transaksi tersebut. Perubahan arah ini mencerminkan redefinisi prioritas strategis perusahaan terkait cryptocurrency.
Meskipun fluktuasi, Tesla tetap menjadi pemilik Bitcoin terbesar keempat di antara perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa AS. Hanya MicroStrategy, MARA Holdings, dan Riot Platforms yang memegang posisi lebih besar di sektor ini.
Musk dan nilai cryptocurrency: antara Bitcoin dan Dogecoin
Sikap Elon Musk terhadap cryptocurrency tidaklah tunggal. Dalam sebuah pernyataan publik tahun lalu, Musk menyatakan bahwa menurut pendapatnya “Bitcoin dan kemungkinan besar cryptocurrency lain memiliki keunggulan intrinsik.” Namun, dia menambahkan pertimbangan menarik: preferensinya pribadi lebih condong ke Dogecoin, menunjukkan adanya perbedaan antara nilai teknis yang diakui Bitcoin dan motivasi emosional yang menariknya ke mata uang digital lain.
Dikotomi ini mencerminkan kompleksitas posisi Musk dalam dunia cryptocurrency: meskipun mengakui nilai teknologi dan potensi Bitcoin, kesetiaannya secara strategis tampaknya tidak hanya terfokus pada cryptocurrency ini.
Ketika Tesla awalnya mengumumkan niatnya untuk menerima pembayaran dalam Bitcoin, rencana tersebut kemudian dibatalkan karena kekhawatiran lingkungan terkait konsumsi energi jaringan Bitcoin. Aspek ini tetap menjadi isu utama dalam perdebatan tentang keberlanjutan cryptocurrency sebagai alat pembayaran untuk perusahaan besar.