Regulator Hong Kong sedang memajukan rencana untuk memperkenalkan kerangka perizinan khusus bagi dealer dan custodians aset virtual (VA), semakin memperkuat posisi kota ini sebagai pusat aset digital terkemuka di Asia. Perkembangan ini sangat kontras dengan pendekatan ketat Tiongkok daratan terhadap cryptocurrency.
Aturan yang diusulkan akan membawa meja perdagangan over-the-counter (OTC), broker, dan custodians di bawah pengawasan yang sama dengan platform berlisensi. Dealer akan menghadapi persyaratan yang sebanding dengan perusahaan sekuritas tradisional, sementara custodians harus mematuhi standar ketat untuk pengelolaan kunci pribadi dan segregasi aset klien.
Christopher Hui, Sekretaris Layanan Keuangan dan Perbendaharaan, menggambarkan langkah ini sebagai “langkah penting dalam meningkatkan kerangka hukum kami untuk aset digital.”
Ini membangun dari lisensi yang ada untuk platform perdagangan VA, menciptakan ekosistem yang lebih lengkap untuk partisipasi institusional.
Rezim dealer dan custodian adalah pilar utama dari strategi lima bagian “ASPIRe” dari SFC, yang bertujuan menempatkan Hong Kong sebagai pusat global utama untuk aset virtual.
Pendekatan ini menekankan inovasi bersama perlindungan investor yang kuat, secara sengaja membedakan dari larangan menyeluruh Tiongkok daratan.
Konsultasi satu bulan yang bersamaan membahas layanan penasihat dan pengelolaan VA, dengan legislasi yang diharapkan mencapai Dewan Legislatif pada 2026.
Lisensi custodians mengatasi hambatan utama bagi modal institusional: risiko counterparty dan operasional. Standar yang jelas untuk pengamanan aset diharapkan membuka aliran masuk yang lebih besar dari keuangan tradisional.
Kerangka ini juga meletakkan dasar untuk produk canggih—derivatif terstruktur, sekuritas tokenized, dan integrasi DeFi tingkat institusional—dengan memastikan cakupan regulasi di seluruh rantai nilai.
Pengamat industri memperkirakan strategi yang dipercepat dari bank global dan manajer aset, menggunakan Hong Kong sebagai titik masuk yang patuh ke pasar Asia.
Sikap proaktif Hong Kong memperkuat persaingannya dengan Singapura, yang juga telah mengejar kebijakan ramah kripto.
Dengan menawarkan regulasi menyeluruh—dari platform perdagangan hingga custodians dan layanan penasihat—Hong Kong bertujuan menarik institusi yang mencari kejelasan dan skala.
Menuju 2026, perkembangan ini menandakan lingkungan regulasi yang matang yang dirancang untuk menyeimbangkan inovasi dengan pengawasan, berpotensi mendorong keterlibatan institusional yang berkelanjutan di kawasan.